Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
1
Mei '08

Praeses Distrik XVIII Langkat [Pdt. Monang Silaban, STH] Ajak Umat HKBP Binjai Pertahankan Gereja dalam Damai


Praeses Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban STH mengajak umat Kristiani di Binjai untuk terus berjuang dalam damai agar gereja tidak dirubuhkan. Karenanya kepada umat Kristen diminta agar tetap memberikan kesaksian keteduhan, karena umat Kristiani tidak menginginkan kekerasan, tapi kedamaian.

Untuk itu pihaknya mengimbau pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Binjai, kiranya tetap setia dengan keputusannya untuk mengeluarkan rekomendasi pendirian Gereja HKBP Binjai baru tersebut serta Muspida Binjai terus mengayomi masyarakat tanpa membeda-bedakan etnis, suku, agama dan ras. Hal itu disampaikannya pada wartawan di Kantor Distrik XXIII HKBP Langkat di Binjai, Rabu (30/4).
Menurut Pdt Monang Silaban, pada prinsipnya munculnya permasalahan pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Jalan Dr Wahidin Kelurahan Jati Makmur Binjai tersebut tidak terlepas dari berlarut-larutnya penyelesaian permohonan IMB di Pemko Binjai.

Padahal, pengajuan pendirian gereja HKBP Binjai Baru itu telah diajukan terhitung sejak tahun 2001 lalu, yakni permohonan pendirian gereja di Jalan Bejomuna Timbang Langkat yang saat itu areal HGU telah diserahkan PTPN II kepada HKBP untuk penggunaan pembangunan gereja dengan perjanjian pinjam pakai.
Namun setelah permohonan diajukan dan dimulai peletakan batu pertama oleh Sekjen Pdt WTP Simarmata, tiba-tiba diunjukrasa warga lainnya, sehingga kebaktian peletakan batu pertama berlangsung sebentar dan sesudah itu, tanah dan lokasi ditanami warga dengan pohon pisang di lokasi bangunan gereja tersebut.
Panitia tidak putus asa dan terus memproses ke Pemko agar ada penyerahan dari PTPN II ke Pemko, tapi berlarut-larut dan hingga tahun 2005 terus bermasalah.

Seiring kedatangan Pdt Monang Silaban menjadi Praeses Distrik XXIII Langkat tahun 2005, maka ia mengambil alih dan melanjutkan pembangunan gereja HKBP Binjai Baru tersebut, namun kembali menuai protes pengunjukrasa dengan membawa klewang, hingga kebaktian tidak jadi dilaksanakan.
Karena tidak memperoleh penyelesaian panitia dan distrik mencari solusi dan membeli lahan gereja di lokasi lain. Itulah lokasi bangunan gereja sekarang seluas setengah hektar.

Praeses yang juga pengurus FKUB Kota Binjai ini, dalam peletakan batu pertama pembangunan gereja HKBP Binjai Baru, selain dihadiri Pdt Nelson Siregar, Kabid Diakonia juga diundang tokoh muslim di sekitar lokasi dan turut meletakkan batu pertama serta tukang yang bekerja 50 persen umat Muslim. Sumber dana pembangunannya berasal dari penggalangan dana di lokasi tersebut sekitar Pebruari 2006 lalu selama dua hari.

Namun dalam pesta pembangunan tersebut, tiba-tiba didatangi ratusan massa dan meminta penghentian pesta pembangunan sehingga terjadi rapat yang dihadiri unsur Muspida, FKUB Binjai di Kantor Dispenda Jalan Tanjung Pura, yang meminta pembubaran pesta. Setelah rapat berjalan alot, akhirnya Wakapolresta Binjai menjamin, pesta boleh dua hari, namun hari terakhir hanya diperbolehkan berlangsung hingga Pukul 15.00 WIB.

Seiring protes pendirian dan munculnya SKB 2 Menteri, Praeses yang akhirnya terpilih menjadi pengurus FKUB terus mengurus IMB, namun hingga berbulan-bulan tidak juga IMB nya dikeluarkan pemerintah. Maka keluarlah rekomendasi FKUB Kota Binjai yang ditandatangani Ketua Dr HT Fuad Elfuad, SpA. Akan tetapi muncul kalimat dalam rekomendasi yang ditujukan kepada panitia pembangunan dan bukan sebaliknya kepada walikota. Hal inilah menimbulkan permasalahan hingga menimbulkan keributan sampai saat ini.
Seiring unjukrasa warga, akhirnya Dinas Tata Kota Binjai datang pada Selasa sore (29/4) dengan membawa alat berat. Selain menghentikan pembangunan juga akan melakukan pembongkaran bangunan. Praeses mengatakan, upaya merobohkan gereja HKBP itu diduga ada konspirasi politik.

Dalam kaitan permasalahan yang dihadapi itu, Praeses dengan tegas menyebutkan pihaknya terus menghubungi Pimpinan Pusat HKBP di Pearaja Tarutung dan meminta untuk dikirimkan Tim Advokad untuk menyelesaikan secara hukum.

Sementara itu dari pantuan wartawan, Rabu (30/4) hingga pukul 17.00 WIB, bangunan Gereja HKBP Binjai Baru Jalan Dr Wahidin Kelurahan Jati Makmur telah diberi police line (garis polisi) dan puluhan personil Polresta Binjai melakukan penjagaan dan sejumlah warga jemaat tetap berjaga-jaga di lokasi.
Pada sore harinya, dua anggota DPRD Binjai yaitu Raider Sitepu dan Poster Pasaribu dari Fraksi PDIP bersama tokoh masyarakat Langkat Puja Sitepu datang meninjau. Kepada warga jemaat didampingi Pendeta HKBP Binjai Baru Pdt K Sibarani, anggota dewan itu mengatakan, pihaknya akan membantu penyelesaian persoalan gereja tersebut. Selain memberi masukan, anggota DPRD itu berjanji akan membantu proses penyelesaian pembangunan gereja HKBP termasuk dalam hal perijinan IMB, ungkap mereka.

Sumber : (M-29/y) Harian SIB, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Menakertrans Minta May Day Tak Anarkis
Artikel selanjutnya :
   » » Sudah Kerja, Nombok Pula