Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
25
Apr '08

Kemenangan Pasangan Syampurno Makbulnya Doa Orang Dizalimi



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

H.Syamsul Arifin, SE gelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah yang bermarga Silaban dan Sembiring, adalah salah seorang putra daerah Langkat yang ikut meramaikan bursa pencalonan Gubernur Sumatera Utara priode 2008-2013. Beliau di dampingi oleh Gatot Pujo Nugroho,ST, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara.

Sepanjang perjalanan sosialisasi, pasangan yang lebih akrab disapa Syampurno ini, tidak pernah sunyi dari penzaliman. Namun sebagai sosok yang sudah sarat dengan asam garam kehidupan, semua bentuk kemiringan  yang ditujukan terhadap dirinya, diterima dengan senyum berbingkai sabar sebagai ciri seorang pemimpin.

 Bergemalah suara di bumi Sumatera Utara bahwa H.Syamsul Arifin,SE memiliki ijazah pendidikan yang tidak jelas. Oleh karenanya tidak layak diikut sertakan sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Suara sumbang yang serak, datang dari balik dinding yang lapuk, muncul dan melihat sesaat diantara dua biji mata yang sedang sakit.

 Masih dalam konteks yang sama, nun di Stabat dari balik semak di antara kerimbunan  ilalang, berhembus pula angin Bahorok dengan aroma yang kurang sedap, semilir membawa kata, rakyat miskin di Stabat masih banyak yang kekurangan makanan, sementara dirinya menghambur-hamburkan uang.
 Tidak puas dengan seuntai kata, muncul lagi rangkaian kalimat, sesungguhnya masih banyak kawasan di Stabat ini yang belum tersentuh pembangunan. Kita tidak tahu entah kapan hutan di Kabupaten Langkat ini berubah menjadi kawasan hunian penduduk. Namun yang jelas masih banyak yang belum dimanfaatkan.        

 Demikianlah bahasa yang keluar dengan maksud dan tujuan agar rakyat Sumatera Utara tidak memilih pasangan Syampurno dalam Pilgubsu yang akan  datang. Itulah usaha-usaha yang dilakukan sebahagian orang, membentuk opini dengan merusak nama baik dan pribadi H.Syamsul Arifin,SE gelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah.

 Lantas bagaimana Pak Datuk menyikapi provokasi dari kelompok Abu Jahal ini ? Sebagai seorang figur yang kurang lebih 20 tahun malang melintang disegala lini strata masyarakat, semua hujatan yang ditujukan kepada dirinya, dianggap biasa dan sesuatu yang tidak perlu untuk ditanggapi, sebab dianggap beliau seperti membuang energi.

 Tidak puas menghujat dengan bahasa lisan, kembali kelompok yang tidak bertanggungjawab ini merobah strategi. Dari bahasa lisan yang tidak pernah  mendapat tanggapan, menjadi bahasa perbuatan yang dilakukan secara terang-terangan. Merusak Spanduk dan Baliho adalah contoh konkrit yang telah diketahui banyak pihak.

 Lagi-lagi ujian berat ini diterima Syamsul dengan kebesaran jiwa seraya berkata kepada segenap pendukungnya “ jangan dibalas, tidak ada gunanya, biarlah Baliho yang dirusak asalkan jangan rakyat.”Sungguh tipe seorang pemimpin yang berjiwa besar dan selalu memikirkan rakyatnya. Agaknya sifat inilah yang menimbulkan simpati dari para pendukungnya.

 Ini adalah sebahagian kecil yang dilakukan kelompok yang tidak bertanggungjawab terhadap dirinya di saat masing-masing kandidat calon disibukkan dengan agenda sosialisasi. Sungguh masih banyak dijumpai orang-orang yang belum mampu berfikir dewasa meski usia telah menjelang senja. Belum bisa membedakan mana pekerjaan yang baik dan mana pula yang buruk.

 Selanjutnya bagaimana pula prilaku zalim orang terhadap Syamsul selama masa kampanye ? Barangkali tidak jauh beda dengan apa yang di terima pada saat sosialisasi, pada masa kampanye berlangsung Syamsul masih menerima hal yang sama. Bahkan dikembangkan issu bahwa dirinya mengidap penyakit dan tak layak diterima sebagai calon Gubernur.

 Sebenarnya masih banyak hal-hal negatip bernada sumbang yang ditujukan kepada Syamsul dalam mengaburkan perhatian rakyat agar tidak memilihnya sebagai Gubernur. Lengkaplah sudah penzaliman, baik  datangnya dari mereka yang kurang berpendidikan, maupun yang datang dari orang-orang yang sarat dengan ilmu pengetahuan.

Bagaimana Syamsul menyikapinya ? Bermodalkan kecintaannya kepada ibunda, pergaulannya dengan banyak ulama dan kedekatannya dengan rakyat, selain meningkatkan kesabaran dan ketabahan tak kalah penting yang ia lakukan adalah memperbanyak doa. Baik yang dilakukan sendiri, doa dari ibunda, doa dari ulama dan dari rakyat pendukungnya.

Pada acara munajat akbar yang dilaksanakan di madrasah besar Babussalam (Besilam), Syekh H.Hasyim Asy Syarwani, ikut mendoakan beliau. Demikian juga pada kampanye putaran terakhir di lapangan PSBL Langkat, kembali Syekh H.Hasyim Asy Syarwani (Tuan Guru Babussalam), berdoa agar pasangan Syampurno berhasil menuju Sumut 1.

Benarlah ajaran Nabi Muhammad Saw tentang masalah doa. Nabi mengatakan, doa orang yang di zalimi sangat makbul. Oleh karena itu janganlah kita membiasakan diri menzalimi orang, sebab manakala dia berdoa kita akan terkena kifaratnya. Selain itu menzalimi orang termasuk perbuatan dosa yang wajib kita hindari.

Kini, H.Syamsul Arifin,SE gelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah yang bermarga Silaban dan Sembiring, didampingi Gatot Pujo Nugroho, ST, sedang menggerakkan kaki mengatur langkah, menaiki lift menuju lantai 10. Dari ruangan Sumut 1 mereka akan memanage Sumatera Utara menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan visi dan misi yang ada.

Siapakah Syamsul Arifin ? Beliau adalah mantan penjual kue di daerahnya. Namun berkat kesabaran dan ketabahan serta kegigihan menempa hidup, akhirnya terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara untuk masa bakti 2008-2013. Terpilihnya beliau menjadi Gubernur, terangkat pulalah derjat dan martabat penjual kue di Sumatera Utara.

“Wajah buruk namun sama nilainya dengan barang baru.” Demikian kelakar beliau pada acara dialog, Selasa malam, (22/04) yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV. Bismillah dan Sut, Doa dan Usaha, kesiapan Parpol pendukung, serta kepercayaan penuh yang diberikan rakyat, menghantarkan mereka sebagai calon yang pada akhirnya meraih singgasana Sumut 1.

“Ridha Allah adalah ridha orang tua.”Selamat buat Syampurno. Simbol makbulnya doa orang yang di zalimi.

Sumber : Harian Suara Sumut


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Kemenangan Pasangan Syampurno Makbulnya Doa Orang Dizalimi”

  1. Tanggapan Togar Lubis:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    dengan ditetapkannya syamsul arifin sebagai TSk korupsi Langkat, apakah menurut anda syamsul dizalimi…? yang benar aja bro..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Natinombur

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Ekumene Praktis GBKP [Gereja Batak Karo Protestan] Dengan STFT [Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi]