Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
22
Apr '08

Bupati Taput Bersama Kepdes Diskusikan Masalah Pertanian


Para kepala desa (kepdes) se-Kecamatan Siborongborong bersama Bupati Taput Torang Lumbantobing mendiskusikan masalah pertanian yang berkembang di desanya masing-masing, Jumat (18/4), di lokasi pertanian Desa Siarangarang Tarutung.

Dalam diskusi tersebut, Bupati memberikan beberapa gambaran tentang pertanian dalam arti luas yaitu pertanian bersinergis yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Misalnya, tanaman memerlukan kompos dari ternak, demikian juga dengan ternak membutuhkan hasil pertanian.

Jadi untuk majunya pertanian itu, para petani sebaiknya memelihara ternak dan perikanan kalau bisa dalam satu hamparan atau satu lokasi.
Keuntungan melakukan hal seperti ini, kata Torang, selain tanaman subur juga memperoleh hasil berlipat ganda.

“Kalau ini bisa terapkan di daerah kita masing-masing, saya yakin hasil pertanian petani di Taput akan semakin meningkat,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menganjurkan agar para kepala desa melihat kebutuhan Taput terhadap daging babi dan ikan mas yang cukup tinggi. Di mana selama ini, untuk memenuhi kebutuhan daging di daerah itu sekitar 80% di pasok dari daerah lain.

“Kalau uang untuk membeli daging dan ikan mas yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah per tahun tidak lagi keluar dari daerah ini, kita sudah semakin maju,” jelas Torang Lumbantobing.
Pemkab Taput saat ini telah mengalokasikan dalam APBD untuk membeli bibit ternak babi sebesar Rp 500 juta lain lagi untuk biaya bibit ikan mas. Ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat berbentuk bantuan dan penyalurannya melalui kelompok dan perorangan dengan ketentuan sistem bergulir supaya masyarakat dapat kebagian.

Masalah pasar dan pengembangan komoditas unggulan, pemerintah tetap berupaya. Saat ini salah seorang investor yang bergerak di bidang pengusahaan jagung yaitu PT Sari Bumi Bakau (PT SBB) dari Jakarta, sedang mengembangkan pertanaman jagung seluas 16.000 hektar untuk kebun inti yang tersebar di beberapa Kecamatan Taput, ditambah kebun plasma dari masyarakat.

Dalam pengelolaan plasma PT SBB sudah menentukan harga yaitu lebih tinggi Rp 200 per kg dari harga jagung internasional serta memberikan subsidi kepada petani berupa pinjaman lunak untuk mengolah lahan, bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan dibayar sesudah panen dengan bunga 1% per bulan.
Demikian juga dengan nilam, sudah ada investor dari Jawa Timur yang menawarkan kerja sama dengan Pemkab Taput. Dari mereka bibit, pupuk dan pengolahan lahan dibayar sesudah panen. Sedangkan harga nantinya akan ditetapkan dalam penandatangan KSO yaitu Rp 1.000 per kg daun basah.

“Kalau dihitung-hitung dari jumlah stek yang ditanam dalam satu hektar sebanyak 25 stek, diperkirakan hasil nilam daun basah per hektar mencapai 25 ton x Rp 1.000 = Rp 25 juta per hektar,” jelasnya.
Hadir dalam acara tersebut, pipinan DPRD Drs BP Nababan, anggota DPRD Bangkit P Silaban SE dan Reguel Simanjuntak, Kadis Pertanian dan Perkebunan Ir Darmi Siahaan, Kadis Perikanan/Peternakan Ir Longgam Panggabean, Kadis Kimbangwil Tongam Hutabarat SE, Kadis Kehutanan Ir YC Hutauruk, Kabag Ekonomi O Silalahi SE, Kepala Inspektorat Drs Julu Hutapea, Kabag Humin Drs Pestalen Pasaribu dan Kabag Tapem Drs Humala Hutauruk.

Sumber : (lukman manalu) MedanBisnis – Tarutung 


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Bupati Taput Bersama Kepdes Diskusikan Masalah Pertanian”

  1. Tanggapan Tuani Sianipar:

    Horas…

    Program itu sangat bagus…ibarat jgn berikan ikan tp berikan pancing, di Kutai Kartanegara ada program Gerbang Dayaku tujuannya utk mensejahterakan masyarakat, disini bibit Sapi yg diberikan yg didatangkan dari Lombok. Uang itu jgn sampai keluar ke daerah lain…..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.