Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
20
Apr '08

Hujan Mengguyur, Jalan Kabanjahe-NAD Longsor Seratusan Mobil Mogok


Hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Laubaleng dan sebagian Kecamatan Mardinding dan Tigabinanga, Jumat (18/4) membuat beberapa titik di jalan negara jurusan Kabanjahe-NAD, longsor. Selain longsor, puluhan kilometer jalan negara dari Desa Peradep-Laubaleng bagai anak sungai akibat air hujan yang diperkirakan bersumber dari perbukitan sisi jalan, seluruhnya tumpah ke badan jalan. Akibatnya, ruas jalan di sekitar kilometer 146 antara Desa simpang Kinangkung-Lauperadep longsor. Seluruh ruas jalan diperkirakan sepanjang 15 meter itu nyaris “amblas’ ke jurang.

Pantauan SIB, Sabtu (19/4) pukul 11.00 wib, akibat longsor tersebut, seratusan mobil dan truk terhenti dan transportasi macet total. Masyarakat yang tampak hadir di lokasi longsor tidak bisa berbuat apa-apa. Nyaris seluruh badan jalan telah longsor ke jurang sebelah kanan, sedangkan sebelah kiri perbukitan ditanami warga jagung.

Selain longsor, kemacetan juga disebabkan ruas jalan rusak berat dan batang-batang kayu lapuk dan potongan batang kayu kemiri dan sejenisnya terdampar di sisi jalan terbawa air hujan yang bagai anak sungai.
Dasmin Ginting, Tiopan Silaban, warga Desa Laubaleng dan Pengikuten Sembiring Kepala Desa Buluh Pancur Kecamatan Laubaleng dan warga lainnya yang dikonfirmasi SIB, Sabtu (19/4) membenarkan kejadian tersebut. Sampai saat ini, seratusan mobil dan truk mogok total akibat tidak bisa lintas dari dan ke Medan-provinsi NAD.

“Transportasi macet total dan pihak terkait pun tidak bisa berbuat banyak akibat ruas jalan nyaris total longsor ke jurang. Anak-anak yang ikut di dalam mobil-mobil pribadi banyak yang menangis minta minum dan makan. Di antara Desa Lauperadep-Laubaleng dan sekitarnya, tidak ada warung tempat makan. Kalau pun ada sebatas minuman botol di beberapa warung yang dijumpai di Desa simpang Desa Kinangkung dan sekitarnya. Toh, kalau untuk makan tidak ada,” ujar warga.

Camat Laubaleng Rahmat Sitepu yang dikonfirmasi SIB, Sabtu (19/4) pukul 11.45 membenarkan longsor tersebut sudah terjadi beberapa hari yang lalu. “Semalam saya lewat pukul 16.00 wib, belum terjadi seperti yang saat ini. Namun karena hujan terjadi tadi malam sampai pagi kemungkinan longsor semakin parah. “Coba saya cek dulu. Kebetulan alat berat ada dipersiapkan instansi terkait di Kinangkung. Namun kalau memang sudah seluruhnya badan jalan longsor ke jurang, alat berat tersebut kemungkinan tidak dapat maksimal berbuat untuk kelancaran transportasi dari dan ke Medan-Aceh,” ujar Camat Rahmat Sitepu.

Sumber : (M37/y) Harian SIB


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pesta Pembangunan HKBP Sabungan Siborongborong Sukses
Artikel selanjutnya :
   » » Seputar Kepemimpinan Populer Ke Populis