Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
15
Apr '08

Serah Terima Jabatan Eselon IV Kanwil Depagsu


Kanwil Depagsu Drs Syariful Mahya Bandar MAP, Senin (14/4) menyaksikan serah terima jabatan eselon IV di Aula Kanwil Depagsu Jalan Gatot Subroto Medan, sekaligus melantik pejabat baru.
“Serah terima jabatan ini adalah sebagai memantapkan kinerja di Kanwil Depagsu ke depan,” ucap Syariful Mahya Bandar yang pada acara itu didampingi KTU Drs Idrus Hasibuan dan Kabid Haji dan Wakaf Taufiqurrahman SH.

Menurut Syariful bagi pejabat baru dilantik dapat hendaknya menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Sedangkan kepada pengganti yang menempati pos baru bisa pula meningkatkan kinerjanya.
Serah terima dua jabatan terjadi di Bimas Kristen melalui usulan Kabid Bimas Kristen Drs Lider Silaban STh adalah, Nimrot Tambunan SH sebagai Penata I Kepala Seksi Keesaan Gereja digantikan Josafat Marbun SPAK yang sebelumnya Penata Kepala Seksi Bimas Kristen.

Sedangkan Nimrot menempati pos baru sebagai Penata TK I Penyuluhan Agama Kristen Kandepag Medan. Drs Dorelen Sianturi STh sebagai Penata I Kepala Seksi Pendidikan Agama digantikan Drs Johari Manik yang sebelumnya menjabat Pembina Pengawasan Pendidikan Agama Kristen. Dorlen Pasaribu menempati pos baru Penataan I Pengawas Pendidikan Agama Kristen Kandepag Medan.

Sedangkan penggantian jabatan di Kabid Urais, Drs H Bahrum Nasution semula Penata I Kepala Seksi Pendidikan Al Quran dan Pemberdayaan Masjid pada Bidang Pekapontren dan Panamas digantikan Drs H Burhanuddin MA yang sebelumnya Pembina Pengawai Pada Urais. Bahrum Nasution dengan pos baru Penata I Kepala Seksi Kepenghuluan pada Bidang Urais.

Pada kesempatan terpisah penggantian jabatan di Bimas Kristen menjadi pertanyaan bagi kedua penjabat yang diganti, Dorlen Sianturi dan Nimrot Tambunan menyebutkan, mereka tidak pernah dipanggil atas penggantian jabatan yang mereka pegang selama ini. “Bukan kami tidak loyal pada atasan, terutama pada Pak Kanwil, sebagai pegawai kami mempertanyakan karena sebelumnya tidak pernah dipanggil akan diganti jabatan,” ucap Dorlen Sianturi kepada SIB sambil menambahkan setidaknya kami dipanggil Kabid Bimas Kristen sebagai atasan.

Dalam hal ini Kasubag Humas Kanwil Depagsu Solehuddin SH menyebutkan, serah terima jabatan berlangsung di Kanwil Depagsu, Senin (14/4) sudah sesuai dengan hasil kesepakatan Baperjakat

SUmber : (M7/d) Harian SIB, Medan


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Serah Terima Jabatan Eselon IV Kanwil Depagsu”

  1. Tanggapan makmur Tambunan:

    Horas… Tulang,,,,,,,,,

    Menanggapi pidato Joey Bangun di Berastagi mengatakan sbb;

    Budayawan Karo seperti Masri Singarimbun, Henry Guntur Tarigan bahkan sampai Roberto Bangun pernah mempersoalkan ini pada Moderamen GBKP. Tapi nama GBKP sepertinya sudah merakyat dan kalau diganti menjadi GKP (Gereja Karo Protestan) sudah ada pula yang memakainya yaitu Gereja Kristen Pasundan (GKP).
    Jadi tidak ada kata mufakat untuk itu. Biarlah Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) hanya sekedar nama yang lama yang sudah merakyat tapi sama sekali tidak mencampuradukkan keterkaitan Batak dalam eksistensi masyarakat Karo pada GBKP. Dan hampir semua jemaat GBKP mengakui hal ini.
    Tanah Karo yang subur itu telah menyeret masyarakatnya pada pola kolegalitas. Superior etnik pun secara tidak langsung muncul. Contohnya, di masa dulu sekitar tahun 1960an ke bawah masih ada sebutan, ” lit Tebandu?”. Suatu sebutan untuk orang Batak (baca : Toba) sebagai aron yang menunggui ladang. Hal ini menyiratkan saat itu Karo adalah tuan tanah sedangkan orang Toba adalah pekerja tanah yang digaji. Kita bisa bayangkan perekonomian Karo dibanding Toba ketika itu. Saat ini era diatas 1960an muncul lagi istilah, “Lit Jawandu?”. Sebutan ini kembali lahir untuk menunjukkan orang Jawa sebagai pekerja yang mengolah tanah orang Karo. Hal ini pula yang secara tidak langsung disebut Superior Etnik
    …………………..
    Kembali ke persoalan Batak. Di masa modern ini kita masih terkukung dengan warisan kolonialisme yang membutakan kita pada peradaban tempo dulu. Sebagai contoh orang Karo merasa mereka masih menyimpan kemurnian budayanya. Berbeda dengan Simalungun atau Pak-pak yang budayanya terintimidasi dengan budaya Toba. Sehingga kadang mereka tidak menolak kalau dikatakan Batak. Bahkan katakanlah Mandailing, mereka sudah bersatu dengan etnis yang disebut Tapanuli.
    Jadi kekecewaan masyarakat Karo bisa dikatakan sudah memuncak. Apa sebab? Imbasnya pada kata Batak ini. Misalnya saja, jika ada orang Batak bikin ulah maka secara langsung Karo akan kena getahnya. Karena sudah ada kesimpulan Karo merupakan bagian dari Batak. Malah jika ada orang Karo yang berhasil di bidangnya, orang Batak memonopoli kalau hal ini adalah keberhasilan Batak. Hal ini sangat merugikan Karo. Sehingga jika ada orang Batak yang berhasil di bidangnya, orang Karo tidak terlalu bangga dan malah adem ayem saja. Toh itukan Batak bukan Karo. Akhirnya orang Indonesia dengan mudah mengatakan kalau Sumatera Utara adalah orang Batak.
    Monopoli Batak ini terlihat di harian Waspada yang suatu hari yang mengatakan kalau Guru Patimpus Sembiring Pelawi pendiri kota Medan adalah keturunan Raja Batak. Penulisnya dengan mudah mencoreng-moreng silsilah tanpa mengikutkan orang Karo sebagai penyimpulnya. Jangan-jangan Pa Garamata (Kiras Bangun), pahlawan nasional dari Karo nantinya akan dikatakan dari Batak.
    ………………….
    ini hanya potongannya saja,

    Sebenarnya sub dari suku Batak itu dikategorikan berapa suku? apakah didalamnya tidak termasuk Batak Karo?

    Seperti yang dijelaskan diatas karo bukanlah orang batak,
    jadi selama ini karo merasa dirugikan karena tercaplok dalam suku batak seperti uraian diatas,

    Tolong masukannya, agar kami muda/mudi ini mengerti dan tau historisnya,

    Mauliate…….. Horas
    Makmur Tbn

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.