Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
3
Apr '08

Pemkab Tapteng Bantah Serobot Lahan


Pemkab Tapteng diwakili Asisten II, Rinto Alwi Simamora BBA, membantah tudingan para pengunjuk rasa beberapa waktu lalu di DPRD dan Kantor Bupati Tapteng yang menyatakan pihaknya bersama PT Nauli Sawit telah menyerobot lahan warga.

“Apa yang disampaikan para pengunjuk rasa itu sama sekali tidak benar. Pemkab Tapteng tidak pernah menyerobot lahan milik Keuskupan Sibolga dan lahan masyarakat. Kami memiliki bukti berupa surat pernyataan dari masyarakat yang tinggal di wilayan lahan Keuskupan Sibolga yakni, di Desa Maduma yang isinya, masyarakat tidak pernah menjual tanah kepada Keuskupan Sibolga,” tegas Rinto yang saat itu didampingi Kabag Humas, Drs K Siringo-ringo.

Dijelaskannya, sejumlah warga yang telah memberikan surat pernyataan berikut materai Rp 6.000 tersebut di antaranya, Nurdin Bondar warga Desa Maduma, Kecamatan Sorkam Barat, Mangarben Limbong, Riana Manalu, Sahat Nainggolan, Riania Simatupang, Asrudin Silaban, Bona Marbun, Saut Manalu, dan Listen Simatupang. “Isi surat pernyataan itu antara lain berbunyi, bahwa dirinya tidak pernah memberikan surat kuasa untuk menjual tanah kepada pihak lain (Keuskupan Sibolga- red),” paparnya.

Rinto menambahkan, berdasarkan Undang-Undang Pertanahan atau Agraria Nomor 2 Tahun 1999 tentang Izin Lokasi, pada pasal 2 ayat 2 pada point f dijelaskan, bahwa tanah yang dipergunakan untuk penanaman modal atau untuk usaha pertanian lebih dari 25 ha harus ada izin lokasi dari Pemkab Tapteng. Sementara, lanjutnya, lahan yang katanya milik dari Keuskupan Sibolga lebih dari 25 ha, namun hingga kini belum ada surat izin lokasi dari Pemkab Tapteng.

“Kami kira dengan adanya penjelasan ini, masyarakat dapat mengerti dan memahami apa yang menjadi tuntutan dari para pengunjuk rasa itu. Pada prinsipnya, Pemkab Tapteng siap untuk menerima keluhan atau saran dari masyarakat yang berhubungan dengan lahan yang belum memiliki ganti rugi, asalkan ada bukti kepemilikan tanah itu lengkap,” tuturnya.

Rinto mengaku, pihak Pemkab Tapteng sangat membutuhkan para investor untuk berinvestasi di daerah ini demi mempercepat roda pembangunan. “Sekali lagi kami imbau kepada seluruh masyarakat Tapteng agar jangan mudah diprovokasi oleh orang-orang yang tidak senang adanya pembangunan dan kemajuan di Tapteng ini,” tandas Rinto.

Sumber : (juniwan) MedanBisnis, Pandan 


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Pemkab Tapteng Bantah Serobot Lahan”

  1. Tanggapan Amran S:

    Syukurlah rakyat sudah tidak gampang langi dibodoh-bodohi dengan ungkapan: “jangan mudah diprovokasi oleh orang-orang yang tidak senang adanya pembangunan dan kemajuan di Tapteng ini,”. Sekarang siapa pun tahu kata-kata seperti itu adalah resep kuno untuk melindungi kepentingan kelompok penguasa. Anak kecil saja sudah tertawa mendengarnya.
    Saat ini rakyat punyak hak menilai apakah seorang penguasa masih dianggap layak atau cuma seorang pembohong. Itulah yang mendorong umat dari berbagai kelompok agama bersatu padu. Islam dan kristen dll akan berjuang untuk menegakkan kebenaran. Selamat.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Rapper Batak Ucok Munthe itu ?
Artikel selanjutnya :
   » » Cagubsu Masih Berkutat pada Visi Misi