Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
28
Mar '08

Lagi, Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Wanita


Sindikat perdagangan wanita belum sepi. Lagi, hamba hukum dari Reskrim Polsekta Medan Helvetia berhasil membongkar jaringan sindikat ini pada Rabu (26/3) sekitar pukul 20.30 Wib. Tiga orang wanita anggota jaringan perdagangan tersebut diamankan, beserta seorang wanita yang dijadikan pekerja seks.

Ketiga wanita itu masing-masing Yuliarti boru Tobing (23 tahun), seorang ibu rumah tangga warga Jalan Pembangunan Gang Beo Helvetia Medan, Mariani alias Marni (28) warga Jalan Kalianda Kota Matsum Medan, dan Naniwati (51) warga Jalan Tangguk Bongkar I Medan Area. Nani yang akrab disapa Bunda ini adalah seorang germo yang menyalurkan wanita-wanita pekerja seks.

Terungkapnya jaringan sindikat ini merupakan hasil penyelidikan petugas dalam kurun waktu tiga hari.

Kisah ini berawal dari laporan Jernih boru Sianturi, warga Jalan Kalpataru Helvetia Timur, Medan Helvetia pada 23 Maret 2008 lalu. Kepada polisi, Jernih melaporkan anaknya, Ersayanti boru Silaban alias Yanti (17) menghilang dan tidak kembali sejak 14 Maret 2008.

Petugas lalu menanyai orang-orang dekat korban. Hasilnya, seorang kerabat Yanti mengaku pernah melihat gadis berparas cantik itu bersama Yuliarti. Polisi lalu “memburu” Yuliarti dan pada Rabu (26/3) petang berhasil menangkapnya dari kediamannya. Petugas langsung memboyongnya ke Mapolsekta Medan Helvetia.

Kepada polisi, Yuliarti mengatakan Yanti berada di rumah Bunda. Dikisahkannya, pada 14 Maret 2008 siang, Yanti mendatangi rumahnya dan meminta diberikan pekerjaan. Meski sudah dikatakan tidak ada pekerjaan untuknya, Yanti tetap memaksa dan mengatakan siap bekerja sebagai apa saja. Mendengar itu, Yuliarti akhirnya membawa Yanti menemui Marni di rumahnya.

Kepada Marni, Yuliarti mengungkapkan bahwa wanita itu butuh pekerjaan dan bersedia bekerja apa saja. Marni lalu menawarkan Yanti untuk menjadi wanita penjaja seks dengan bayaran menggiurkan. Saat itu, tanpa pikir panjang Yanti setuju.

Selanjutnya, mereka mendatangi rumah Bunda. Dijelaskan, Yanti butuh pekerjaan dan bersedia menjadi pekerja seks komersial (PSK). Wanita muda itu membenarkannya, bahkan, ia rela menjual kesuciannya. Bunda tergiur dan membawa Yanti ke sebuah klinik di kawasan Perumnas Mandala untuk diperiksa kesuciannya. Ternyata, hasilnya negatif. Yanti sudah tidak suci lagi. Namun, ia akhirnya tetap bekerja menjadi PSK dan tinggal bersama Bunda.

Mendengar penuturan Yuliarti itu, malam itu juga polisi langsung menggerebek rumah Bunda. Memang benar, Yanti ada di rumah yang sekaligus dijadikan tempat kost para PSK. Yanti tidak sendiri. Ada empat wanita muda lainnya, termasuk Marni. Selain itu juga ada tiga pria yang diduga hidung belang.

Semua yang berada di rumah Bunda lalu diboyong ke Mapolsekta Medan Helvetia untuk diperiksa. Namun akhirnya, hanya tiga orang ditahan petugas yakni Bunda, Marni, dan Yuliarti.

Pengakuan Yanti, selama kurang lebih dua pekan bersama Bunda, ia sudah 9 kali melayani pria hidung belang. Tarifnya juga terbilang tinggi, berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Dari setiap tamu, gadis berkulit putih ini mendapat bagian sebesar 40 persen. Selebihnya masuk kantong Bunda.

Kapolsekta Medan Helvetia AKP RA Pandiangan SIK melalui Kanit Reskrim IPTU Pol Hery Rusyaman mengatakan, terbongkarnya sindikat perdagangan wanita ini berawal dari pengaduan dari orangtua Yanti, yang melaporkan anaknya hilang dan dibawa oleh Yuliarti.

“Ketiganya diancam dengan Pasal 83 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto 297 KUHP. Begitupun, kami masih melakukan pemeriksaan intensif untuk menjerat ketiga tersangka dalam UU RI No 21 tahun 2007 tentang Tindak Perdagangan Orang,” kata Hery Rusyaman.

Sumber : (Andri) Harian Global, Medan


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Lagi, Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Wanita”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Oalaa…. kok sampai harus begitu …
    Semoga Tuhan memberi kekuatan kepada ito Yanti sekeluarga, semoga juga segera mendapatkan pekerjaan lainnya.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.