Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
12
Mar '08

Lima Tersangka Diamankan di Bogor


Jajaran Polsek Labuhanmaringgai, Lampung Timur (Lamtim), berhasil mengamankan lima tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi dari tahun 2001 hingga 2007. Kelima pelaku ini merupakan spesialis begal yang kerap beraksi di Kecamatan Labuhanmaringgai, Matarambaru, Bandasribhawono, dan Melinting.

Menurut Kapolsek Labuhanmaringgai AKP Hermizi mendampingi Kapolres Lamtim AKBP Dedi Jumadi Sumarsito, S.I.K., kelima tersangka diamankan di kompleks Perumahan Kelapa Nunggal, Bogor, Rabu (5/3) pukul 18.05. Mereka adalah Abdul Roni (26), Iwan Toha (24), Surya Wijaya (21), Hasan Basri (20), serta Hermawan (21). Kelimanya merupakan warga Tanjungaji, Kecamatan Melinting. ’’Tersangka diamankan dengan barang bukti (BB) 6 kunci letter T,” terang Hermizi.

Tersangka Abdul Roni dan Iwan Toha, urainya, pernah terlibat perampokan mobil Colt Diesel yang dikendarai Joni Victori (35), warga Jl. Untung Suropati, Kedaton, Bandarlampung, tahun 2001 silam. Kedua tersangka beraksi dengan 10 rekannya. Masing-masing Rizal, Nurwahyono, Joni, dan Inul (tertembak mati tahun 2002), Saleh, (masih menjalani hukuman), serta Sulaiman dan M. Ali Oden (selesai menjalani hukuman). Sementara tersangka lainnya, Sudirman dan Anto, kini masih dalam pengejaran.
Selain merampok, tersangka Iwan Toha juga terlibat pembegalan motor di Desa Wana tahun 1999. Selain itu, keduanya terlibat kasus curanmor di Bogor dan Bekasi.

Sementara ketiga tersangka lainnya, masing-masing Surya Wijaya, Hasan Basri, dan Hermawan, terlibat pembegalan dan kasus curanmor di Labuhanmaringgai, Matarambaru, Bandasribhawono, dan Melinting. Surya Wijaya tercatat lima kali melakukan curanmor selama tahun 2007. Dua di antaranya dilakukan dengan membegal korbannya. Sementara, Hasan Basri terlibat 7 kasus curanmor tahun 2005. Sedangkan tersangka Herwan terlibat pembegalan di Jl. Lintas Timur Desa Labuhanmaringgai tahun 2000, kasus pencurian tahun 2001, serta curanmor tahun 2002.

Ditemui terpisah, tersangka Abdul Roni mengaku perampokan mobil Colt Diesel dilakukan dengan menghadang kendaraan memakai kayu di perbatasan Desa Wana dan Desa Tanjungaji. ’’Setelah itu saya langsung pergi ke Jawa,” ujarnya di Mapolsek Melinting kemarin.
Di tahun yang sama, tersangka Roni mengaku terlibat kasus pembunuhan dua orang di Bekasi sehingga dia sempat dipenjara dan bebas tahun 2006 silam. Usai bebas, tersangka sempat kerja bangunan. Namun, setelah tiga bulan, tersangka kembali melakukan curanmor. ’’Di daerah Bogor dan Bekasi, setelah bebas sampai saya tertangkap, paling sedikit sudah delapan motor saya petik,” terangnya lagi.

Tersangka Iwan Toha juga mengaku setelah melakukan perampokan tahun 2001, ia pun pergi ke Jawa. ’’Saya pertama tinggal di Bekasi, lalu pindah ke Bogor,” jelasnya.
Tahun 2002, Iwan mengaku sempat terlibat kasus curanmor. Beberapa bulan kemudian, ia terlibat perkelahian dengan warga sehingga harus mendekam di penjara selama 4 tahun 7 bulan. Keluar dari Lapas Bulog Kapal Bekasi tahun 2007 awal, tersangka sempat kerja bangunan. Namun lagi-lagi, penyakit lamanya kambuh hingga ia pun kembali mencuri.

’’Dari bulan Oktober 2007 hingga Rabu (5/3/2008), sekitar 30 motor sudah saya curi di Bogor dan Bekasi,” paparnya seraya mengatakan bertemu dengan tersangka Abdul Roni tahun 2002 di Bekasi.
Tersangka lain, Surya Wijaya, mengaku sempat lima kali melakukan curanmor di Desa Labuhanmaringgai dan Simpang Sribhawono. Bulan Januari 2008 lalu, tersangka pergi ke Bogor dan bertemu dengan keempat rekannya yang terlebih dahulu berangkat. ’’Sejak Januari, saya sudah 3 kali melakukan curanmor di wilayah Bogor dan Bekasi,” akunya.

Kapolsek Labuhanmaringgai AKP Hermizi menambahkan, penangkapan tersangka dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan masyarakat. Menindaklanjuti laporan itu, dia mengirim anggotanya ke Bogor untuk melakukan pengintaian. ’’Diperlukan waktu satu bulan untuk menangkap mereka,” jelas Hermizi.
Penangkapan kelima tersangka langsung dipimpin Kanitreskrim Polsek Labuhanmaringgai Brigpol Andiyes Suhaimi, dengan anggota Brigpol Jhoni Silaban, Briptu S. Yudianto, Briptu Roy Rikardao S., dan Briptu Toni Saputra. Tim Reskim Polsek Labuhanmaringgai ini dibantu Brigpol Anditoro dari Resmob Polres Lamtim.

Saat ini, lanjut Kapolsek, pihaknya masih memeriksa kelima pelaku. ’’Kelima tersangka terlibat 17 kasus dan kemungkinan masih ada kasus lain yang melibatkan mereka,” papar Kapolsek.

Sumber : (Zulkarnain) Radar Lampung, Labuhan Maringgai


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Mangarabar, rujak the Tapanuli way
Artikel selanjutnya :
   » » Generasi Muda Demokrat Akan Laksanakan Pertandingan Tenis dan Tinju