Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
11
Mar '08

Pengadilan Negeri Tarutung Eksekusi 2 Rumah Berperkara di Baktiraja Humbahas


Pengadilan Negeri Tarutung mengeksekusi 2 rumah berperkara di Desa Simangulampe Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Kamis (6/3) lalu. Eksekusi sesuai dengan penetapan nomor 19/Eks/2004/16/PDt.G/2001/PN.TRT dalam berperkara antara Ny B Simanullang Br Silaban alias Op Lina sebagai penggugat/terbanding/pemohon kasasi/pemohon eksekusi lawan Djabangun Simanullang sebagai tergugat, pembanding, termohon kasasi dan termohon eksekusi.

Eksekusi rumah itu berlangsung dengan lancar tanpa ada perlawanan dari pihak manapun dan disaksikan kedua belah pihak berperkara. Namun kuburan di lokasi tanah berperkara menjadi persoalan karena tidak ikut dibongkar. Eksekusi itu disaksikan Wakil Panitera PN Tarutung Monang Sianturi SH, Anderson Sijabat SH, Kasat Intel Polres Humbahas AKP Maruhum Sihombing. Camat Baktiraja Palman Purba SSos dan ratusan masyarakat setempat. Saat alat berat bergerak dan membongkar rumah beberapa warga meneteskan air mata karena tidak tahan melihat situasi eksekusi.

Sebelum eksekusi dilaksanakan 13 Pebruari 2008 pihak PN Tarutung sudah cek lapangan dan menyarankan untuk berdamai dan rumah berperkara dibongkar sendiri. Namun sampai waktu yang ditentukan tidak diindahkan, sehingga PN Tarutung terpaksa melaksanakan eksekusi dengan menggunakan alat berat. Demikian diungkapkan Monang Sianturi SH sebelum dilaksanakan eksekusi. Lebih lanjut, Monang Sianturi SH menjelaskan apabila ada pihak yang keberatan dengan pelaksanaan eksekusi supaya membuat surat pengaduan keberatan kepada PN Tarutung dan kepada proses hukum yang lebih tinggi sesuai undang-undang yang berlaku.

Begitu selesai eksekusi rumah, pihak tergugat meninggalkan lokasi tanpa menerima berita acara eksekusi. Sehingga berita acara eksekusi diserahkan PN Tarutung kepada Kepala Desa Simangulampe dan selanjutnya diserahkan kepada pihak tergugat. Parngoluan Simanullang mewakili keluarga tergugat mengatakan kepada wartawan berita acara eksekusi tidak diterima karena pelaksanaan eksekusi tidak sesuai dengan denah tanah berperkara. Parngoluan Simanullang menjelaskan kuburan seharusnya ikut dibongkar sesuai dengan ukuran tanah berperkara. Sehingga kasus ini akan dilaporkan ke proses hukum yang lebih tinggi.
Puluhan Massa Unjuk Rasa di PT Sumut Tolak Eksekusi Tanah

Puluhan massa mengaku dari Humbang Hasundutan menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Tinggi (PT) Sumut, Senin (10/3). Mereka menolak dan meminta dibatalkannya eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Tarutung atas tanah dan bangunan di Rihit dekat Gereja Katolik Desa Simangulampe Kabupaten Humbang Hasundutan.

Dasar penolakan itu disampaikan, karena pengunjuk rasa menilai ukuran tanah (objek perkara) yang dieksekusi tanggal 6 Maret 2008 dalam perkara antara Ny B Simanullang Br Silaban lawan Djabangun Simanullang berdasarkan penetapan ketua PN Tarutung telah berubah dan tidak sesuai dengan putusan Mahkamah Agung.

Pengunjuk rasa dalam aksinya membawa sejumlah poster dan melakukan orasi-orasi di halaman gedung PT Sumut. Mereka juga menyampaikan surat pengaduan kepada ketua Mahkamah Agung da n ketua PT Sumut atas tindakan ketua dan wakil panitera PN Tarutung terkait dengan pelaksanaan eksekusi tersebut.
Dalam surat pengaduan yang ditandatangani Ny Simanullang Br Simbolon, Pintar Manullang dkk disebutkan, dalam pelaksanaan eksekusi, ketua dan wakil panitera PN Tarutung tidak mematuhi putusan MA antara lain, ukuran panjang tanah terperkara sebenarnya 61 meter, namun dirubah menjadi 50 meter.
Selain itu pelaksanaan eksekusi hanya ditujukan kepada tergugat (pihak mereka) dengan merobohkan rumah di atas tanah penggugat, sedangkan bangunan penggugat di atas tanah mereka tidak dieksekusi. Menurut mereka, tanah yang 50 meter seharusnya dibagi dua 25 meter, tetapi kenyataannya tanah penggugat hanya 23 meter sedangkan tanah tergugat 27 meter.

Kehadiran pengunjuk rasa tersebut diterima wakil ketua PT Sumut Rusman Dhani SH dan Humas Aspar Siagian SH. Menurut Aspar. aspirasi maupun pengaduan yang disampaikan para pengunjuk rasa akan diteruskan kepada pimpinan.

Sumber : (M-14/T10/c) Harian SIB, Doloksanggul


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » HIKBA Konsisten Gaungkan Bang Syamsul-Mas Gatot
Artikel selanjutnya :
   » » Disnaker Subang Segera Datangi BP2TKI