Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
22
Feb '08

Busway, Why?


HANGAT mentari pagi di Jakarta ternyata lebih panas dari biasanya. Terutama di kawasan Jakarta Pusat, di Bundaran Tugu Tani. Panas yang menyengat di area sekitar Tugu Tani bukan karena pemanasan global di lokal. Tapi, karena ada kebakaran hebat, mencengangkan, dan pemecahan rekor baru.

Suhu udara di sekitar Tugu Tani meningkat tajam karena ada insiden kebakaran. Bukan rumah atau bangunan yang ludes dilalap api, tapi Bus Transjakarta yang nama bekennya itu, busway. Bus berwarna biru dan berbahan bakar gas itu, jadi pusat perhatian seluruh Ibu Kota.

Blaarr… Api menjalar dari dashboard depan kemudi merambat ke arah belakang. Sopir bus, Saibun Silaban, sebelumnya menyaksikan ada korsleting di bagian dashboard itu. Kejadiannya begitu cepat, sehingga Sopir yang masih shock itu tak sempat memadamkan api. Untungnya, pintu otomatis berhasil dibuka. Puluhan penumpang pun berhasil dievakuasi. Nah, Saibun langsung menghilang dan menenangkan diri di warung kopi dekat Hotel Aryaduta.

Sementara itu, petugas kepolisian, dinas perhubungan, dan dinas pemadam kebakaran tumplek jadi satu menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Api harus dipadamkan, kemacetan kiloan meter tak terhindarkan, Bus mentereng itu pun semakin gosong.

Mencengangkan! Sebab, kejadian kebakaran itu terjadi di pagi hari. Apalagi, yang terbakar adalah bus kebanggaan warisan mantan Gubernur DKI Sutiyoso kepada Fauzi Bowo. Dari sebagian banyak kejadian yang pernah menimpa bus berukuran panjang itu, baru kali ini insiden kebakaran menimpa si bus. Biasanya, bus Transjakarta itu kalau ngga nabrak orang ya nabrak mobil. Jadi, kebakaran yang menimpa bus tersebut adalah yang pertama kalinya. Artinya, rekor pun terpecahkan.

Tapi, “pujian” di atas itu tak perlu dipertahankan atau dipecahkan, apalagi pemecahan rekornya. Sebaiknya, ini menjadi pelajaran bagi pemerintah provinsi DKI. Bus nahas yang ludes terbakar itu sudah dua bulan tidak beroperasi karena mengalami kerusakan. Apes memang. Sebab, ini merupakan hari pertama bus tersebut beroperasi kembali, setelah mengalami perbaikan disana-sini. Karena dianggap sudah laik jalan, bus pun beroperasi. Tetapi, hasilnya kita semua tahu. Untung saja, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Kendati demikian, paparan di atas sebaiknya dijadikan evaluasi bagi pemprov DKI. Jangan hanya kejar setoran! Pemprov itu bukan sopir bus. Kita tahu, pembangunan proyek busway kini tengah digeber alias dikebut. Gusur taman kota, persempit jalur kendaraan yang ada, dan bikin macet. Sampai-sampai, Presiden SBY memanggil Fauzi Bowo atas “kemacetan yang tak kunjung padam” setiap paginya, karena pembangunan jalur bus Transjakarta di berbagai titik arah mata angin Jakarta.

Kepanikan pun timbul di masyarakat untuk menggunakan bus idola DKI itu. Keraguan mulai menyeruak ke permukaan. Tapi, warga tak perlu khawatir. Sebab, DKI-1 sudah menjamin dan sangat mengerti apa yang dirasakan masyarakat. “Saya harap masyarakat bisa memahami dan tidak panik untuk naik busway,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Gedung Balai Kota.

Tak bisa dipungkiri. Moda transportasi yang satu ini memang menjadi favorit pemasukan anggaran di DKI. Penerimaan “upeti” dari bus Transjakarta tiap tahun menunjukkan peningkatan. Jadi, reward pun diberikan. Koridor diperluas, armada diperbanyak.

Apa yang terjadi dalam sarana transportasi publik yang kini ditiru Yogyakarta ini, memang tak pernah luput dari perhatian masyarakat. Tak pelak memang, tema transportasi kerap menjadi langganan permasalahan di Ibu Kota. Apalagi, sang Ibu Kota ini mendadak modern. Judul diskusi transportasi memang tak pernah bisa dikupas habis. Akar permasalahan, duduk persoalan, hingga benang merah, terus diurai tapi tak pernah disulam.

Lalu, mengapa permasalahan bus Transjakarta tak pernah surut dari pengkritisan semua elemen di Ibu Kota? Mengapa ada saja masalahnya? Mengapa lagi-lagi dia? Mengapa tidak subway? Mengapa tak dibangun monorail? Mengapa waterway setengah hati? Mengapa busway?
Sumber : (Ismoko Widjaja-ism) Okezone


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Sopir Bus TransJakarta Diamankan (Foto)
Artikel selanjutnya :
   » » Busway Akan Melaju di Jalur Berlawanan Arah