Bus Transjakarta jurusan Pulogadung-Harmoni yang dipenuhi penumpang hangus terbakar, Jumat (22/2) pagi, saat melintas di Tugu Tani depan Hotel Aryaduta Jakarta Pusat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Keterangan Saibun Silaban (38), sopir bus tersebut, dirinya sangat terkejut saat api tiba-tiba muncul dari bagian kiri dashboard bus yang sedang dia dikemudikan.
“Saya kaget saat api tiba-tiba muncul dari dashboard kiri, sebelum keluar saya membuka pintu otomatis agar penumpang juga segera keluar,” ujarnya.
Meski dalam keadaan panik, Saibun masih sempat mencari tempat aki dan mencabutnya. Namun upaya yang dilakukannya tidak membuahkan hasil maksimal karena api tetap saja membesar. Kemudian dia berlari kesebuah warung makan Padang untuk mengambil air.
“Saya berusaha mengambil air, tapi api telah membesar dan membakar seluruh bagian bus,” jelasnya saat ditahan di Polsek Gambir.
Sementara itu, Pipik (27), seorang penumpang bus nahas itu, mengaku telah mencium bau gas sejak baru naik di Halte Central Busway (HCB) Harmoni. Bahkan dia dan beberapa penumpang lainnya sudah berusaha mengingatkan sopir, namun tidak dihiraukan sang sopir. Bahkan dengan yakin, sopir mengatakan tidak apa-apa sambil terus menjalankan bus.
“Bau gas sudah terasa sejak di Harmoni, dan sopir sudah dikasih tahu tapi dia bilang nggak apa-apa,” terang warga Kramat Kwitang RT 03 RW 07 Senen itu.
Pipik yang sempat melihat proses terbakarnya bus bersama puluhan penumpang lain mengatakan, api berasal dari depan kemudian menjalar ke belakang hingga seluruh bagian bus.
Namun Saibun membantah jika ada penumpang yang memperingatkan tentang adanya bau gas. “Nggak ada penumpang yang bilang kalau ada bau gas, saya juga nggak menciumnya,” aku Saibun.
Manajer Operasional Badan Layanan Umum (BLU) Tansjakarta, Rene Nunumete, saat ditemui di Polsek Gambir mengatakan, terbakarnya bus tersebut diduga karena korsleting pada kabel gas. Dia juga menjelaskan jika bus itu sudah dua bulan rusak dan tidak dioperasikan. “Bus itu memang bus yang sering rusak dan sudah dua bulan tidak beroperasi,” ujarnya.
Namun menurutnya, bus itu telah dinyatakan layak jalan setelah di uji. Namun begitu dia berjanji akan lebih memperketat lagi tingkat kelayakan bus yang akan dioperasikan.”Kami akan memperketat lagi mengenai kelayakan bus yang akan dioperasikan,” janjinya.
Selain itu dia juga akan mengeluarkan sanksi kepada operator Trans Batavia yang menjadi operator bus koridor II itu karena dianggap lalai. “Sanksi yang diberikan berupa pengurangan kilometer bus, misalnya jika biasanya bus melakukan jarak tempuh 100 kilometer, dikurangi secara nominal dan pengurangan hasil itu diserahkan kepada PemprovDKI Jakarta,” jelasnya.
Terbakarnya bus Transjakarta bernopol B 7475 ZX dengan nomor bisnya TB002 itu sangat disesalkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Tak tanggung-tanggung, orang nomor sati di Pemprov DKI itu memerintahkan BLU Transjakarta mengecek kelayakan seluruh armada busway. Ia meminta dalam pengecekan melibatkan lembaga yang pakar masalah otomotif.
“Saya sudah memerintahkan Dinas Perhubungan dan BLU agar melakukan pengecekan terhadap seluruh armada busway,” tegas Fauzi Bowo di Balaikota, Jumat (22/2).
Mantan Wakil Gubernur DKI menegaskan kelayakan armada busway wajib diperiksa ulang. “Saya tidak menginginkan adanya kejadian serupa. Dari pemeriksaan seluruh armada akan dapat diketahui apakah peristiwa tersebut terjadi karena human error atau kendarannya. “Setelah diperiksa harus mendapatkan sertifikasi kelayakan dari lembaga pakar otomotif sepertu Sucofindo,”tandasnya.
Dari pemeriksaan sementara, kata Fauzi, busway yang terbakar tersebut akibat korsleting di bawah dashbord. “Hasil dari Polsek Gambir adanya hubungan pendek di bawah dashboard, tapi ini akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di laboratorium forensik,” ungkapnya.
Sumber : (purwoko) BeritaJakarta.Com
[SB] Tags : BeritaJakarta.com, Jakarta, Saibun SilabanArtikel sebelumnya :
» » Bus TransJ Terbakar Karena Korslet Listrik
Artikel selanjutnya :
» » Api Transjakarta Berawal dari Dashboard



Silahkan memberikan tanggapan !