Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
18
Feb '08

Lokasi IPAL Komunal Disurvei


Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Surabaya menyeriusi rencana pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal.

BPLH akan menyurvei tempat yang layak menjadi lokasi pilot project IPAL massal tersebut.Wilayah Surabaya Timur dan Surabaya menjadi prioritas. Menurut Kepala BPLH Togar Arifin Silaban, pihaknya terinspirasi suksesnya Fakultas Teknik (FT) Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Novemmber (ITS) membuat IPAL komunal di Kejawen Putih Tambak,Sukolilo. IPAL buatan arek ITS tersebut mampu mengolah air limbah rumah tangga menjadi air layak guna.

Hanya, syaratnya air limbah tak boleh tercampur bahan kimia bisa menyebabkan matinya bakteri reaktor bafel anaerobic. Sebab, bakteri ini memban proses pengolahan air limbah. Jika bahan kimia digunakan, maka untuk sementara waktu air limbah tidak dialirkan ke IPAL. ”Karena ukurannya kecil, IPAL buatan ITS hanya mampu menampung limbah dari 10 rumah berdekatan. Kalau kami inginnya membuat yang lebih besar.Paling tidak mampu menampung limbah dari lebih 20 rumah,” terang Togar kemarin.

Togar menjelaskan, tiap unit IPAL komunal bakal dianggarkan Rp30-Rp35 juta. Pada tahap pertama yang rencananya dilaksanakan pertengahan tahun 2008 ini, akan dibuat 20 IPAL komunal di lokasi pemukiman yang berbeda. ”Pemukiman yang belum tersentuh jaringan PDAM layak dijadikan lokasi pembangunan IPAL komunal ini. Kalau IPAL ada, otomatis kualitas air tanah (sumur) yang dimanfaatkan warga tidak tercemar limbah,” sambung Togar.

Mengenai pemukiman mana saja yang dimaksud, ia belum bisa menyebut.Belum dilakukannya survei menjadi alasannya.Kendati demikian, ia menyebut Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah Ecoton Prigi Arisandi, menyambut baik rencana pemkot tersebut.Menurutnya, pembuatan IPAL komunal diharapkan bisa membantu menekan tingkat pencemaran sungai, khususnya Kali Surabaya dan terusannya, Kalimas maupun Kali Wonokromo.

Tapi ia mencurigai IPAL komunal sebagai upaya ”cuci tangan”atas keberadaan limbah industri yang mencemari sungai. Ia mempertanyakan kadar bahaya limbah domestik dan industri.Menurutnya, selama ini limbah industri menjadi sumber utama pencemaran sungai, khususnya Kali Surabaya.

Sumber : (soeprayitno) Koran Sindo, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » TKW Subang Meninggal di Jordania ?
Artikel selanjutnya :
   » » KSBSI Bukan Momok Bagi Perusahaan