Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
8
Feb '08

Warga Ancam Duduki Lokasi Projek CTC


Bila tak Kunjung Mendapat Ganti Rugi

Eks warga RW 22 Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, menuntut Pemkot Cimahi dan PT Lingga Buana Wisesa (LBW) membayar ganti rugi atas rumah mereka yang dibangun di atas tanah sengketa Cibeureum. Pemkot dan LBW akan segera membangun Cimahi Town Centre (CTC) di atas tanah tersebut.

Menurut mereka, setelah tanah sengketa itu dieksekusi dan rumah warga digusur, sampai saat ini mereka belum mendapat ganti rugi. Oleh karena itu, jika tidak kunjung memperoleh ganti rugi, mereka mengancam akan kembali berunjuk rasa.

Tuntutan tersebut, antara lain disampaikan Silaban dan Edi, perwakilan eks warga RW 22 Cibeureum ketika ditemui “PR” secara terpisah, di Cimahi, Jumat (8/2). Mereka minta ganti rugi tersebut diberikan sebelum Pemkot Cimahi dan PT LBW melaksanakan pembangunan CTC.

“Jika tidak, kami akan kembali menduduki tanah Cibeureum,” ujar Silaban.

Apalagi, menurut Silaban, Pemkot Cimahi telah memberikan sinyal akan ada pembayaran ganti rugi terhadap 14 eks warga RW 22 Cibeureum. Bahkan, Selasa (5/2) lalu, ia bersama enam perwakilan warga dipanggil ke Pemkot Cimahi untuk membahas persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, Pemkot Cimahi, yang diwakili pejabat bagian hukum minta kejelasan masalah ukuran tanah dan bangunan yang dimiliki warga sebelum eksekusi.

Silaban mengatakan, saat ini warga menuntut kejelasan dan keseriusan Pemkot Cimahi untuk merealisasikan pemberian ganti rugi itu.

Hal senada dikemukakan Edi, mantan Ketua RW 22 Cibeureum. Menurut dia, warga eks Cibeureum menuntut Pemkot Cimahi memberikan ganti rugi atas tempat tinggal mereka yang dieksekusi. Dia berharap besaran ganti rugi sesuai dengan yang pernah ditawarkan kepada warga sebelum eksekusi dilaksanakan yaitu Rp 500.000,00/m2.

“Ya, tetapi untuk masalah besaran ganti rugi itu, masih bisa dibicarakan lebih lanjut. Asal, ada keseriusan dari pemerintah untuk betul-betul memperjuangkan hak-hak warga yang telah dizalimi. Kalau tidak, tentunya kami akan terus mengganggu pelaksanaan pembangunan yang akan dilakukan pemerintah di tanah itu. Namun, kalau ganti rugi dibayarkan, tentunya kami akan mendukung pelaksanaannya,” tuturnya.

Tak pernah janji

Secara terpisah, Kabag Hukum Pemkot Cimahi, Amrullah, menegaskan, Pemkot Cimahi tidak pernah menjanjikan akan memberikan ganti rugi terhadap eks warga RW 22 Cibeureum. Apalagi, menurut dia, baik Pemkot Cimahi maupun PT LBW sebagai pembeli tanah Cibeureum, tidak mempunyai kewajiban untuk membayar ganti rugi.

“Kami tidak pernah berperkara dengan mereka. Jadi, kalau mau menuntut ganti rugi, sebaiknya kepada pemenang eksekusi atau ahli waris tanah itu,” ujarnya.

Meski begitu, kata Amrullah, Pemkot Cimahi berupaya untuk memfasilitasi tuntutan eks warga Cibeureum kepada PT LBW, setidaknya agar mereka bisa memperoleh semacam uang kerohiman. Fasilitasi itu dilakukan karena mereka merupakan warga Cimahi. Untuk kepentingan itu, Pemkot Cimahi meminta warga memberikan data akurat atas bangunan yang pernah mereka tempati.

Namun, Amrullah menegaskan, Pemkot Cimahi tidak pernah memanggil atau mengundang warga untuk bertemu. Warga datang atas keinginan sendiri dan meminta pemkot memfasilitasi pembayaran ganti rugi itu.

Oleh karena itu, Amrullah tidak bisa memastikan realisasi pemberian ganti rugi itu. “Namanya juga upaya. Jadi bisa berhasil, bisa juga tidak,” tuturnya.

Sumber : (A-136)*** Pikiran Rakyat, Cimahi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » DPC PDI-P Taput Bertekad Menangkan PasanganTriben
Artikel selanjutnya :
   » » Abang Becak Minta Bupati Taput Mencalonkan Lagi