Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
28
Jan '08

“Gondang Naposo” - Terang Bulan Muda-mudi Batak


Gondang NaposoSejumlah pemudi menarikan tari Manortor pada gelar pertunjukan seni batak toba “Gondang Naposo” di Gelanggang Olahraga Velodrome, Jakarta, Sabtu (26/1). Selain sebagai ajang silaturahmi warga batak toba di Jakarta pertunjukan ini juga bertujuan untuk mengenalkan seni budaya batak toba pada generasi muda.

Pada masa lalu, adat Batak mengharuskan anak gadis menikah dengan pariban (sepupu kandung). Tiomina, gadis asal Tarutung dipaksa meninggalkan sang kekasih dan menikah dengan paribannya.

Pernikahan mereka tidak berjalan dengan baik. Tiomina pun akhirnya jatuh sakit. Tak lama kemudian, Tiomina menghembuskan napas terakhir, dan sang kekasih akhirnya bunuh diri.

Kisah tragis Tiomina dan sang kekasih itu dikemas dalam drama Siboru Napinaksa, sebagai bagian acara Gondang Naposo di Gelanggang Olahraga Rawamangun, Jakarta Sabtu (26/1) malam. Acara yang untuk pertama kali diadakan di Jakarta adalah hasil kerja sama Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Perkumpulan Komunitas Batak Toba se-Jabodetabek.

Acara ini dihadiri ribuan muda-mudi Batak Toba se-Jabodetabek. Ketua bidang Musik DKJ Erik Awuy mengatakan Gondang Naposo diselenggarakan untuk memperkenalkan budaya Batak Toba pada generasi muda Batak.

“Acara ini diadakan agar semua komunitas dapat berkembang dan budaya Indonesia tetap lestari,” kata Erik.

Menurut Ketua Panitia Gondang Naposo Cerman Simamora, pertunjukan musik tradisi Batak Toba itu sejak tahun 1980-an tidak pernah diselenggarakan, baik di Tanah Batak maupun di kota-kota tempat perantauan orang Batak. Hal ini, ujarnya, akibat modernisasi yang kuat mempengaruhi masyarakat Batak khususnya anak muda Batak.

“Saya prihatin karena banyak pemuda Batak perantauan tidak mengetahui kebudayaan Batak. Bahasa Batak pun mereka tidak bisa. Kami mengharapkan dengan acara ini masyarakat Batak yang tinggal di perantauan khususnya Jakarta mau mengetahui, mengenal dan berpartisipasi mengembangkan budaya Batak,” kata pengajar sejarah tradisional di Batak Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kepada SP.

Gondang Naposo adalah pesta adat yang ditunggu-tunggu muda-mudi. Di momen ini, muda-mudi dari berbagai desa berkenalan. Mereka bernyanyi (marende), menari (manortor), berbalas pantun (umpama), bermain musik (gondang hasapi), bermain drama mini (opera) dan lain-lain. Bahkan dalam acara yang diadakan ketika terang bulan itu, tidak jarang mereka menemukan pasangan hidup.

Gondang Naposo biasanya dilakukan saat seorang pemuda atau pemudi akan melepas masa lajang, dan saat masyarakat kampung memperoleh hasil panen yang baik.

Cinta Tradisi

Diharapkan, Gondang Naposo menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap tradisi Batak dan kecintaan pada Bona Pasogit (kampung halaman). Ceman juga mengharapkan, para generasi muda dapat melihat nilai-nilai tradisi Batak dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti, menghormati orangtua dan mengenal silsilah sebutan keluarga Batak.

Pada pertunjukan itu, bukan hanya drama Siboru Napinaksa yang ditampilkan. Ada juga tiga opera yang dibawakan dengan tarian, yaitu opera perkawinan, opera terang bulan, opera panen. Ditampilkan pula tiga tari tradisional Batak, seperti Tari Cawan, Tari Panen dan Tor-Tor. Acara juga dimeriahkan, pertunjukan musik dan lagu tradisional Batak seperti Tulo-Tulo dan Seko-Seko yang dinyanyikan puluhan anak.

Musisi Batak Viki Sianipar yang berkolaborasi dengan anggota Elfa Singers, Lita Zen Siahaan boru Sihombing mengatakan, acara ini baik untuk memperkenalkan tradisi Batak pada generasi muda.

Sumber : (DLS/N-4 SP/Ignatius Liliek) Suara Pembaruan


Ada 4 tanggapan untuk artikel ““Gondang Naposo” - Terang Bulan Muda-mudi Batak”

  1. Tanggapan DUMARIA NAINGGOLAN:

    ACARA INI SANGAT BAIK SKALI, NAMUN MANGAPA HARUS DI JAKRTA SAJA. KALAU BISA DI SELENGGARAKAN DI IBUKOTA2 LAINNYA AGAR TRADISI BATAK BANYAK DI KENAL ORANG, TDK HANYA ORANG BATAK SAJA/

  2. Tanggapan Arnold:

    Bagus banget tuh acaranya.. klo kaya tradisi sunda atau yang laiinya populer karena kegigihan mereka untuk mengenalkan lewat beberapa media, cara ataupun yang lainnya kenapa kita ngak, saya mendukung bangat. dan ini jug juga bisa jadi ajang untuk saling perkenalan (dalam hal tujuan yang positif)
    gud luk, selamat berjuang. horas horas horas…

  3. Tanggapan jeffry sidabutar:

    “Arek Suroboyo” na lilu.

    well..well…well…
    jika acara beginian diadakan di setiap kota di indonesia mungkin umat batak yang bangga akan ke “BATAK” annya akan selalu berkumpul untuk berbicara tentang persaudaraan dan arisan persaudaraan “MARTAROMBO” “oh…senangnya ketemu saudara2″

    tapi ada yang kurang…….
    jika ada lagi acara yang sedemikian diatas mestinya kita publikasikan di gereja2 di arisan2 marga dan di media cetak dan internet tentunya, sehingga batak2 seperti aku ini (Perantauan) bisa tahu dan bisa ikut bergabung untuk menikmati indahnya budaya orang batak…dan bangganya jadi orang batak.

    HORAS…….

    rgds.
    jee

  4. Tanggapan david tigor siregar:

    horas semuanya!!

    menurut saya, gondang naposo adalah kegiatan yg sangat bagus sekali. sayang, saya melewatkannya. acaranya kurang sekali promosi. kalau bisa, dilakukan rutin setiap tahun. akan lebih baik lagi kalau diadakan di setiap kota diseluruh indonesia. orang batak kan ada dimana mana. acara seperti ini penting bagi kita generasi muda batak, apalagi yg diperantauan, khususnya yg ga bisa bahasa batak. (parah kali….)ngaku dah…
    saya tunggu gondang naposo yg berikutnya. (ga pake lama ya!) horas!!

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Tiga Instansi Sepakat Bangun 200.000 Rumah Pekerja

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Nama-nama Yang Lulus Seleksi Peneriman CPNS di Tanjung Balai, Simalungun, P Siantar, Sergai, Tebing Tinggi dan Dairi