Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
23
Jan '08

7 Jam di Tapanuli, Wakil Menlu Ceko Ingin Kembali Lagi



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Berada di Tapanuli selama kurang lebih 7 jam, Senin (21/1-08), Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Mrs Helena Bambasova dan Direktur Departemen Asia dan Pasifik Kementerian LN Ceko, Jan Furi beserta staf didampingi Dubes Ceko untuk Indonesia Mr Pavel Rezac, menyatakan dirinya sangat-sangat terkesan, dan ingin kembali lagi.

Wakil Menlu Ceko tersebut berada di Kampus Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) selama 2½ jam, disambut secara adat lengkap dengan gondang, beras sipir ni tondi, tortor Batak, memberi ceramah singkat, meninjau fasilitas pendidikan yang ada, makan siang dengan pimpinan UNITA dan dengan para Bupati serta Ketua DPRD se kawasan Tapanuli, menerima ulos dari tokoh-tokoh adat, dan beramah tamah dengan civitas akademika UNITA, para Pembantu Rektor, Dekan dan para dosen serta mahasiswa.
Kemudian Wakil Menlu Ceko tersebut dan rombongan, oleh Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing, Sekda dan Kapolres dan pengurus Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII, dibawa berlayar ke Danau Toba selama sekitar satu jam. Mulai dari Muara, beliau sangat takjub melihat keindahan Danau Toba, tetapi sayang, kurang bersih.

Republik Ceko terkenal dengan teknologi pertanian dan industrinya yang canggih, di sana buah tomat selama 3 bulan setelah dipetik, bisa tidak busuk, namun Mrs Helena Bambasova kagum juga ketika dipersilahkan makan buah terong belanda, dan buah sirsak.
Kedua jenis buah ini, katanya, tidak dikenal di negerinya.

KERJASAMA UNITA-CUA DITINDAKLANJUTI
Seperti diketahui, UNITA dengan CUA, sebuah universitas sangat terkenal di Ceko, sejak tahun 2006 telah menjalin kerjasama. Kunjungan Wakil Menlu Ceko tersebut ke Tapanuli adalah juga berkaitan dengan kerjasama kedua universitas tersebut. Mrs Helena Bambasova dalam sambutan singkatnya menyatakan, bangga dengan kerjasama di bidang pendidikan yang dijalin Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA)-Czech University of Agriculture Prague (CUA). Kerjasama ini dinilai luar biasa dan menguntungkan. Karena itu, ke depan Ceko akan membantu beberapa proyek lagi dalam kerjasama ini.

Menurut dia, kerjasama bidang pendidikan ini sangat penting artinya baik bagi Ceko sendiri maupun Indonesia. Apalagi, Indonesia yang memiliki banyak generasi muda membutuhkan pendidikan yang baik agar ke depan Indonesia dapat menjadi negara yang makmur. “Saya berharap ke depan Indonesia lebih makmur karena semakin banyak generasi mudanya yang terdidik. Dengan kerjasama ini, kami juga bisa memberikan bantuan kepada Indonesia khususnya UNITA lewat CUA,” ujarnya. Ia pun sangat berharap, pertukaran mahasiswa UNITA dan CUA dapat ditingkatkan pada masa depan supaya semakin banyak pula tenaga ahli yang dihasilkan.

Di awal ceramahnya, Mrs Helena menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat yang diberikan kepada mereka. Karena memang masyarakat Indonesia terkenal sangat ramah dan menjunjung tinggi adat istiadat.
Ia juga mengatakan, masyarakat Indonesia patut bersyukur karena dikaruniai wilayah yang sangat luas, indah dan beriklim hangat. Dibanding dengan Ceko, menurutnya, Indonesia memiliki 20 kali lipat dari yang dimiliki negaranya.

Setelah mengunjungi UNITA dan melihat secara langsung hasil kerjasama selama ini, Helena mengatakan, pihaknya akan memformulasikan follow-up apa yang bisa dilakukan untuk mendorong kerjasama antara CUA dan UNITA. Dari kunjungan itu, Helena mengaku beruntung memperoleh informasi langsung dari Ketua BPH Yayasan UNITA GM Immanuel Panggabean BBA, serta dapat melihat langsung ke lapangan. Menurut Helena, seperti yang juga disampaikannya pada pertemuan sebelumnya dengan Gubsu di Medan, bukanlah kebetulan, kerjasama UNITA-CUA dalam bidang pendidikan adalah menjadi cikal bakal dari kerjasama-kerjasama lainnya yang direncanakan antara pemerintah Ceko dan Pemprov Sumut.

Pendidikan merupakan faktor penting untuk keberhasilan berbagai kerjasama pembangunan, kata Bambasova. Usai memberikan kata sambutan di aula UNITA yang dihadiri para bupati dan Muspida serta tokoh masyarakat se-kawasan Tapanuli, Mrs Helena dan rombongan meninjau gedung Biro Rektor UNITA, laboratorium bahasa dan kultur jaringan.

Selanjutnya, Mrs Helena dan rombongan beserta undangan lainnya dijamu makan siang sekaligus ramah tamah. Bupati Tobasa Monang Sitorus ditunjuk mewakili para bupati se-kawasan Tapanuli menyampaikan kata sambutan dan ucapan terimakasih atas kunjungan wakil Menlu Ceko dan rombongan ke daerah Tapanuli, khususnya UNITA.

“Kami percaya kehadiran Mrs Helena dan rombongan bukan hanya bermakna bagi UNITA tapi juga untuk alih teknologi dan tukar informasi guna memperbaiki mutu pendidikan di daerah ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih secara khusus kepada DR GM Panggabean, selaku pendiri UNITA atas prakarsa terlaksananya kerjasama UNITA-CUA. Melalui kerjasama ini, ia mengharapkan, adanya peningkatan mutu pendidikan di UNITA.

“Kita juga sepakati melalui MoU beberapa waktu lalu, yaitu penugasan beberapa PNS dari Kabupaten Tobasa untuk mengikuti kuliah di UNITA guna meningkatkan SDM Pemkab Tobasa,” ujarnya dan dijelaskan MoU seperti itu juga dilakukan oleh beberapa kabupaten lain di Tapanuli dengan UNITA untuk meningkatkan SDM para PNS di daerah ini.

CUA mendapat tempat di hati masyarakat
Sementara itu, Ketua BPH UNITA GM Immanuel Panggabean BBA dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sudah bekerja keras membangun UNITA sejak 1986 untuk membantu para generasi muda di kawasan Tapanuli dapat menyelesaikan pendidikan sarjana (S1), khususnya yang kurang mampu. Selain itu, UNITA juga membantu ribuan guru di kawasan Tapanuli bisa mendapatkan pendidikan sarjana.

Baik wakil Menlu Ceko Helena Bambasova maupun yayasan UNITA sama-sama menekankan betapa pentingnya pendidikan sebagai motor penggerak dari semua kegiatan pembangunan. GM Immanuel yang menyampaikan sambutannya mewakili Yayasan UNITA menyampaikan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya atas adanya kerjasama dengan Czech University of Agriculture (CUA). GM Immanuel Panggabean mengakui tidak pernah menyangka Wakil Menlu Bambasova sekaliber figurnya sebagai pejabat tinggi negara Ceko bersedia meninjau langsung kerjasama tersebut ke Kampus UNITA. Bahkan menurutnya, sejauh yang diketahuinya, Helena Bambasova merupakan pejabat kementerian yang tertinggi (wakil menlu) dari Luar Negeri yang pertama datang ke Tapanuli. Tentu tidak lain, karena kerjasama ini dianggap penting oleh negaranya.

Sebelumnya Bambasova menyampaikan, kedatangannya ke UNITA guna melihat langsung perkembangan kerjasama UNITA-CUA untuk lebih meyakini negaranya bahwa kerjasama tersebut benar-benar saling membawa kebaikan bagi kedua belah pihak (mutual benefit). Sehingga pihaknya dapat memperoleh masukan langsung sebagai bahan guna mendorong kelanjutan kerjasama ini.
Lebih lanjut dalam sambutannya, GM Immanuel meyakinkan Bambasova, “Tidak perlu diragukan, kerjasama UNITA-CUA sudah barang tentu memberikan mutual benefit itu.”

Bagi UNITA, kerjasama tersebut telah membawa hasil yang nyata. Secara internal, kegiatan pendidikan secara berkolaborasi dengan CUA terbukti membangun keyakinan (konfiden) masyarakat maupun pemerintah terhadap UNITA dalam melaksanakan pendidikan tinggi, khususnya di daerah Tapanuli yang masih sangat tertinggal ini. Salah satu bukti adalah peningkatan jumlah mahasiswa.
Dampak positif yang lebih luas adalah kehadiran pihak tenaga pendidik dan mahasiswa-mahasiswa pasca sarjana (strata 2 dan 3) dari CUA yang berperan langsung bersama-sama masyarakat pertanian di daerah Tapanuli.

Peranan seperti ini konsisten mereka lakukan dengan para mahasiswa pertanian UNITA. Interaksi yang hampir setiap hari dilakukan menumbuhkan keakraban dan keberadaan intelektual CUA mendapat tempat di hati masyarakat sekitar Tapanuli, kata GM Immanuel.
Dari situ masyarakat mulai membuka diri terhadap perubahan ke arah yang lebih baik melalui interaksi tadi dibarengi kegiatan-kegiatan bertanam bersama, dapat memperluas wawasan pola pertanian masyarakat, baik dalam aspek pengenalan kondisi lahan setempat maupun dalam penyerapan daya teknologi pertanian yang dimiliki CUA.

Sebaliknya, seperti diketahui CUA merupakan pusat intelektual teknologi pertanian dan “gudang”nya data penelitian pertanian dari berbagai penjuru dunia. Kerjasama ini telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi tenaga ahli maupun mahasiswa CUA untuk memperkaya “gudang penelitiannya”.
GM Immanuel menekankan, CUA memang telah menjalin ratusan kerjasama pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, namun kerjasama dengan UNITA ini pasti memberikan pengalaman yang berbeda sendiri. Karena sebetulnya kerjasama di berbagai negara di dunia, pihak CUA tidak menemui tantangan yang luar biasa. Sedangkan di Tapanuli, tantangan yang terbesar adalah karakter dari masyarakat (pertanian) itu sendiri. Di mana mereka telah melakukan pola tanam tradisional secara turun temurun. Dan agak sulit untuk membuka diri bagi perubahan yang lebih dinamis sesuai perkembangan teknologi maupun perubahan kondisi lahan.

Melalui kerjasama ini, dapat saya syukuri karena pihak CUA sedikit banyak telah berhasil mengatasi tantangan itu, karena UNITA dalam posisinya mengemban tugas penting untuk menyelenggarakan pendidikan itu sendiri sebagai penopang pilar pembangunan dari daerah/kawasan Tapanuli, kata GM Immanuel dalam kata sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris.
Perlu dikabarkan, sebelum menyampaikan ceramah singkat, Rektor UNITA Ir P Parapat telah mengucapkan Selamat Datang disusul Pembantu Rektor I Ir Adriani br Siahaan MP membacakan progres report Kerjasama UNITA-CUA kepada Wakil Menlu Rep-Ceko dan Dubes Ceko untuk Indonesia yang disampaikan dalam bahasa Inggris.

DISAMBUT GONDANG SABANGUNAN
Ketika pertama kali tiba di UNITA, Wakil Menlu Republik Ceko HE Mrs Helena Bambasova dan Dubes Ceko untuk RI HE Mr Pavel Rezac disambut dengan gondang sabangunan dan tortor Batak, Senin (21/1). HE Mrs Helena dan rombongan tiba di UNITA pukul 10.30 WIB disambut Rektor UNITA Ir P Parapat MSi dan tokoh-tokoh masyarakat dari Siborongborong dan Balige.

Begitu rombongan berada di Komplek UNITA Silangit, tokoh masyarakat Balige Pahala Napitupulu menyampaikan ucapan selamat datang di UNITA sedangkan P Sipahutar bersama istri Rosmian Nainggolan SH (Parrons) memberikan “Boras Sipirni Tondi” didampingi tokoh masyarakat lainnya serta fungsionaris UNITA. Mulai dari pintu gerbang utama sampai Mess UNITA, rombongan disambut gondang sabangunan dan tortor yang ditampilkan siswi SMAN 1 Muara dengan personilnya Nurcahaya Manalu, Ribka Sianturi Memory Siregar, Yanti Ginting dan Dandan Simbolon.

Selain Rektor UNITA dan tokoh masyarakat, rombongan juga disambut Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Humbahas Drs Marganti Manullang, Ketua DPRD Nisel DR Hadirat Manao SH, Ketua DPRD Samosir Jonny Naibaho, Kajari Balige Tumpak Simanjuntak SH, Sekda Nisel JW Dachi dan lainnya. Bahkan penyambutan itu, mahasiswa UNITA berbaris mulai pintu utama sampai ke Mess UNITA. Sedangkan Ketua BPH UNITA GM Immanuel Panggabean BBA, anggota DPRDSU dan Ketua Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean bersama istri, Bendahara UNITA Netty Vera Panggabean, Mantan Dubes RI untuk Ceko Mr Lenonard Lumbantobing, staf Kementerian Luar Negeri Ceko Mr Jan Furry dan Mr Martin Kubecek dan lainnya satu pesawat dengan rombongan dengan HE Mrs Helena. Di Bandara silangit rombongan diterima Bupati Taput Torang Lumbantobing, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA dan lainnya.

Selanjutnya dilaksanakan ceramah di AULA UNITA dan peninjauan ruang laboratorium bahasa kultur jaringan dan rektorat. Turut hadir, Bupati Taput Torang Lumbantobing, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Humbahas Drs Marganti Manullang, Ketua DPRD Humbahas Bangun Silaban SE, Ketua DPRD Taput Fernando Simanjuntak SH, Ketua DPRD Samosir Jonny Naibaho, Ketua DPRD Nisel DR Hadirat Manao SH, Kapolres Taput AKBP Drs Edi Napitupulu, Kapolres Samosir AKBP M Samosir AKP Zainuddin (Polres Humbahas), Drs Rusman Manalu mewakili Kadis Pendidikan Sibolga, Benyamin Tarigan mewakili walikota Sibolga, Sekdakab Nisel JW Dachi, Kajari Balige Tumpak Simanjuntak SH, Ketua GAMKI Medan Gelmok Samosir dan Kepala Bandara Silangit Marthin Hutasoit.
Selain itu juga hadir beberapa kepala pimpinan unit dari pemerintahan yaitu Kadis Pendidikan Taput Dra Mariani Simorangkir MPd, Kadis Pendidikan Tobasa Drs Hulman Sitorus, Kadis Pendidikan Humbahas Drs Pensus Sihombing, Kadis Pertanian Taput Ir Darmi Siahaan MM, Kepala Bappeda Taput Drs Saul Situmorang, Kadis PU Taput Ir Tanjung Purba, Camat Siborongborong Drs Janter Sormin, Camat Balige B Tambunan dan lainnya.

Tokoh-tokoh masyarakat juga hadir antara lain P Sipahutar (Parrona), Asahan Nababan, St Marajo Rajagukguk, Humbil Simanjuntak, AR Marpaung (Balige), St Kasnur Silaban, St J Nababan, St Pahala Napitupulu dan lainnya. Pengurus PT TPL Leonard Hutabarat dan Ir Tagor Manik kontraktor dari Medan Anwar Nazar dan pengusaha Andreas tampak hadir.

Seperangkat Pakaian Adat Batak
Di akhir acara ramah tamah, Mrs Helena diulosi dan dipakaikan seperangkat pakaian adat Batak oleh Ir GM Chandra Panggabean dan istri Roslinda br Marpaung didampingi sejumlah pengurus Yayasan Universitas Sisingamangaraja (US) XII Netty Panggabean. Selain diulosi, Mrs Helena juga menerima plakat dari UNITA yang diberikan Ketua BPH Unita GM Immanuel Panggabean. Mrs Helena terlihat sangat bahagia dan senang ketika menerima ulos dan ikat kepala (sor tali).

Usai mengulosi Mrs Helena, giliran para bupati dan ketua DPRD se kawasan Tapanuli dan Ketua DPRD Nisel Hadirat Manao, mengulosi Dubes Ceko Mr Pavel Rezac yang diwakili oleh Bupati Taput Torang L Tobing. Kepadanya juga diberikan plakat dari Pemkab Taput. Rektor UNITA juga memberikan plakat kepada mantan Dubes Indonesia untuk Ceko Leo Tobing, dan ulos serta plakat kepada Rektor CUA yang dititipkan kepada Leo Tobing.

Kemudian Wakil Menlu Ceko memberikan bingkisan kepada Ketua BPH Yayasan dan Rektor UNITA, para bupati dan tokoh masyarakat. Acara itu diakhiri dengan foto bersama dan menyanyikan lagu “O Tano Batak dalam versi Bahasa Batak dan Inggris” sambil melambaikan tangan.

Berlayar di Danau Toba
Dalam kunjungan pertamanya ke Sumut, khususnya ke Tapanuli, Mrs Helena dan rombongan dibawa berlayar mengitari Danau Toba melalui Muara dengan menumpang kapal motor milik Pemkab Taput.
Ikut dalam pelayaran ini, Bupati Taput Torang Lumban Tobing, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Sekda Taput Drs Sanggam Hutagalung MM, pengurus Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII Netty Vera Panggabean, mantan Dubes RI untuk Ceko Leonard Lumban Tobing, Kapolres Taput AKBP Edi Napitupulu, Camat Muara Gibson Siregar, dan Wakil Bendahara PPRN Sumut Nurmala Silaban.

Selama satu jam lebih mengitari Danau Toba dari Muara ke arah Nainggolan, para pejabat Republik Ceko ini dan yang lainnya disuguhi hidangan kacang tanah rebus, jagung rebus dan buah mangga dari Muara. Pandangan mereka pun tak lepas-lepas dari danau yang eksotik itu. Sesekali tampak Leo Tobing menjelaskan seputar Danau Toba kepada Mrs Helena.

Setelah melihat Danau Toba, Helena pun menyampaikan kekagumannya atas keindahan danau yang sangat luas itu. Ia pun menyayangkan kunjungannya ke Tapanuli yang sangat singkat sehingga tidak bisa lebih lama lagi menikmati keindahan Danau Toba. “Sangat cantik,”ucapnya.

Sayang, katanya, danau seindah itu tidak didukung infrastruktur jalan yang memadai. Sehingga walaupun ada hotel megah di sekitar Danau Toba, tidak ada artinya kalau infrastruktur jalannya tidak baik. Ia juga menilai Danau Toba kurang bersih sehingga perlu pembenahan-pembenahan agar danau ini dikunjungi banyak orang. Namun, menurut dia, hal ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja tapi semua masyarakat Tapanuli.

Setelah berwisata di Danau Toba, Mrs Helena dan rombongannya pun mengakhiri kunjungannya di Tapanuli. Sekira pukul 16.40 WIB, mereka bertolak ke Medan dengan menumpang pesawat Susi Air untuk selanjutnya malam itu juga bertolak ke Jakarta guna bertemu dengan Menlu dan Menteri Pertahanan RI.

Sumber : (M28/M35/T10/T11/R1) Harian SIB, Medan


Ada 3 tanggapan untuk artikel “7 Jam di Tapanuli, Wakil Menlu Ceko Ingin Kembali Lagi”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Dalam dunia diplomasi, basa-basi dilomatis memang begitu. Tamu akan selalu bilang kalau obyek yang dikunjunginya bagus, indah, cantik dlll.
    Jangan terlalu gembira kalau ada tamu luar negeri yang ngomong begitu.

    Yang paling penting diperhatikan adalah bagian terakhir, kalau Danau Toba kurang bersih. Ini yang benar-benar harus ditindaklanjuti.

    Jangan buang sampah ke danau Toba. Limbah rumah tangga dari dapur, WC, kamar mandi dll, jangan lagi dialirkan ke Danau Toba supaya danau itu bisa bersih.

  2. Tanggapan edy panggabean:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    1. Perilaku, cara berfikir (sosial budaya) harusnya masuk dalam setiap kotbah para pendeta (tidak hanya memperjelas nats) sehingga dari situ lahir “Kemajuan”.
    2. Diwujudnyatakan alih teknologi pertaniannya.
    3. Ada kerjasama perdagangan langsung pemda ke “Ceko”
    4. Potong beberapa mata rantai tata niaga peranian yg dihasilkan oleh daerah kita, mis: Kopi, Kemenyan, Coklat, Gambir, Kemiri dll.
    5. Bentuk cluster2 pertanian
    6. Oleh DEPTAN ada 10.000 kelompok tani (cluster)th 2008 akan mendapat 100jt per kelompok tani. (cari tau..jgn hanya slogan). Th. 2009 ada 20.000 kelompok tani yg hrs dibantu.
    7. Kumimpikan Tapanuli Maju……………
    salam,

  3. Tanggapan anto sinaga:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    sebenarnya, setiap orang yang berkunjung kedanau toba pasti akan kagum melihat keindahan danau tersebut bahkan warga kampung yang tinggal disekitar danau tersebut juga akan selalu merasa demikian. keindahan danau toba sangat sulit diungkapkan dengan kata2.saya sangat setuju tentang apa yang diutarakan bapak/ibu yang terhormat yang datang dari ceko, bhw masalahnya adalah infrastruktur yang belum tersedia didaerah danau toba berikut samosir juga. seandainya infrastruktur sudah tersedia dan bagus maka bisa dipastikan bahwa daerah tapanuli utara akan bisa cepat maju. seperti didaerah samosir misalya, jalan utama disekiling daerah samosir mengalami kerusakan yang sangat parah, terutama pada saat musim hujan datang, pasti akan sangat banyak kubangan air yang kelihatannya bisa digunakan untuk beternak ikan lele, menanam padi dan lain2. dan sangat bisa dipastikan kerusakan infrastruktur seperti ini berdampak sangat buruk dalam kehidupan masyarakat.dan masih banyak infrastruktur lainnya yang belum dibenahi. dan saya sangat berharap pemerintah akan segera membenahi semua sarana dan prasaran yang dibutuhkan demi kemajuan sumatra utara, khususnya daerah danau toba dan sekitarnya. marilah kita semua berpikir dan bertindak pastinya, apa yang terbaik buat daerah/kampung kita tercinta ini.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Keterkaitan Uli Kozok dengan Sastra Batak

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Warga Korsel Bakti Sosial Di Berastagi