Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
21
Jan '08

Ratusan Warga Hentikan Pekerjaan Bandara Kuala Namu


Minta masyarakat dan putra setempat dipekerjakan dalam pembangunan proyek, Sabtu (19/1), ratusan warga tergabung dalam Tim Aspirasi Masyarakat Kecamatan Beringin-Pantai Labu, Deli Serdang mendatangi lokasi proyek Bandara Kuala Namu.

Ratusan pendemo mengendarai puluhan unit sepeda motor masuk ke areal proyek dan menemui siapa saja personil pelaksana proyek di lapangan. Namun setibanya di lokasi pembangunan, warga belum berhasil menemui dengan orang yang dituju.

Rasa kecewa warga akhirnya berbuntut pada aksi penghentian sejumlah alat berat ekscavator yang sedang bekerja menumbang pohon kelapa sawit. Setengah dari aksi ini, H Silaban bersama dua temannya mengaku sebagai personel di PT Papua Suplayernya PT WK berupaya mentralisir pendemo.

Tiga orang perwakilan warga, Musdi, Edi Sopian, dan Subari pun menyampaikan aspirasinya, warga sekitar bandara tidak niat menghambat pembangunan Bandara Kuala Namu. “Kami datang kemari hanya ingin bekerja di proyek ini,” kata Musdi.

Mendengar ucapan itu, Silaban langsung menyikapi dan akan menyampaikan sampaikan kemauan warga kepada pimpinan. Jawaban ini tak putus begitu saja, langsung ditimpali oleh warga ingin mendapat kepastian bekerja dan bertemu dengan dengan para petinggi di proyek pembangunan Banda Kualanamu.

“Dalam waktu dekat kita akan memfasilitasi pertemuan,” kata Silaban yang selanjutnya berdialog dengan warga yang berakhir dengan damai. Sebagaimana diketahui, pengerjaan landasan pacu proyek Bandara Kuala Namu akan memasuki tahap dua.

Pelaksana proyek pada item itu ditangani PT Lampiri. Hanya beberapa orang saja warga di seputaran proyek yang direkrut sebagai pekerja.

Sumber yang di lokasi,  kontrak kerja PT Lampiri akan berakhir sedangkan tahapan kontrak kerja berikutnya saat ini dua perusahaan BUMN yakni PT Waskita Karya (WK) dan PT Pembangunan Perumahan (PP) sudah ambil bagian pada proyek itu.

Selain berdirinya basecamp, alat berat milik dua perusahaan negara itu juga sudah berada di dalam areal proyek. Warga setempat yang lebih awal direkrut dan dipekerjakan oleh PT Lampiri disebut-sebut akan bertahan dan kembali dipekerjaan di PT WK dan PT PP.

Sumber : (a06) Waspada Online, Lubukpakam


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Ratusan Warga Hentikan Pekerjaan Bandara Kuala Namu”

  1. Tanggapan Distra:

    Klo tiap mw mgebangun sesuatu, pasti terjadi masalah yang gak penting dipermasalhkan..

    Kapan majunya Sumatera Utara???

    Gak lihat apa, daerah lain di Sumatera neh dah pada maju.

    Lihat tuh Riau n Sumatera Selatan. Dulu perkembangannya gak sepesat saat ini.

    Tapi coba lihat sekarang, Sumatera Utara jauh tertinggal..

    Itu masih di daerah Sumatera sendiri, belum dibandingkan dengan daerah di Jawa.

    Apalagi dibandingkan ama Luar Negeri. Negara kita masih sangat jauh tertinggal.

    Oleh karena itu, pembangunan di berbagai sektor harus dipertingkat. Dan percayakan saja kepada orang yang sudah profesional, supaya hasilnya bisa tercapai dan klo bisa melebihi target..

    Sumatera Utara harus bisa maju..

    Jangan begitu2 aja setiap tahunnya.

    Malu ama provinsi tetangga..

    OK..

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.