Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
21
Jan '08

Masa Depan Jamsostek Di Tangan Buruh


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Revolusioner dan progresif ada­lah karakter yang sangat me­lekat pada pria kelahiran Sumatera Uta­ra ini. Satu setengah dekade ber­­gelut dengan realitas per­bu­ru­han, justru mengantarkanya du­­duk se­bagai komisaris Jam­sos­tek. Mam­pukah Rekson menga­wal Jam­­sostek agar bisa memper­­ju­ang­­kan nasib buruh Indonesia?

Itulah Rekson Silaban. Dia bukan orang baru di dunia perbu­ruhan. Se­jak 1992 dia sudah ber­gabung di Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), lalu karier organisasinya berjalan menanjak hing­ga men­du­du­ki posisi Ketua Umum Dewan Pe­ngurus Pusat Kon­federasi Se­ri­kat Buruh Se­jah­tera Indonesia (KSBSI).

Alumnus Universitas Sima­lungun, Siantar, Medan, Sumatera Utara ini tidak hanya menduduki posisi-posisi strategis di Indonesia saja. Tapi juga jabatan bergengsi internasional, antara lain: Governing Body for International Labor Organization (ILO) mewakili kawasan ASEAN, Vice President International Trade Union Confederation (ITUC), dan Asia Pacific Eksekutif Board ITUC.

Namun, yang paling menjadi pikirannya ada­lah masalah men­dasar buruh, se­perti ketidak­pastian ma­sa depan dan minimnya per­lin­du­ng­an jaminan sosial. Persoalan-persoalan tersebut kini jadi so­rotan utama pria ini.

Rekson menilai, ketidakpastian ma­sa depan menjadi salah satu pe­nyebab rendahnya produktivitas te­naga kerja. Karena itu, kondisi ini harus di­per­baiki. Secara logika, tidak ada pekerja yang mampu mem­­be­ri­kan seluruh energinya kepada pe­ru­sahaan yang tidak mem­­­be­rikan ke­pastian masa de­pan.

Bagi Rekson, perbaikan kesejah­te­raan kaum buruh merupakan fak­tor terpenting yang tak bisa di­ta­war-tawar lagi. Dia lantas mem­ban­dingkan dengan negara lain, di ma­na ketentuan pekerja kontrak pa­ling lama sampai 2 tahun. Na­mun di Indonesia lebih dari 4 tahun, tapi masih banyak yang be­lum memperoleh status pekerja tetap.

Melihat realitas miris tersebut, pria yang dikenal sebagai kader pejuang buruh Mochtar Pakhpahan ini berharap Jamsostek mampu meng­­ayomi kaum pekerja yang na­sibnya masih dipertanyakan.

Sumber : myRMnews 

[SB] Tags : ,



Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Ratusan Warga Hentikan Pekerjaan Bandara Kuala Namu
Artikel selanjutnya :
   » » Gadis Cantik Tewas Terpanggang