Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
10
Jan '08

Tidak Berminat Jadi Gubsu, Tapi akan Berjuang dari Tapanuli untuk Membangun Propinsi Tapanuli


Anggota DPR RI yang juga Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Drh Jhony Allen Marbun MM mengatakan, tidak berminat mencalonkan diri jadi Gubsu. Karena menurutnya, “kue” pembangunan di Propinsi itu sangat sedikit dibanding “kue” yang ada di Pusat.
Demikian dikatakannya di hadapan seribuan kader DPC Partai Demokrat Toba Samosir (Tobasa), Selasa (8/1) di Gedung Serbaguna Balige dalam acara temu kader PD antara DPP, PDP PD Sumut, DPC PD Tobasa serta PAC dan ranting-ranting se-Tobasa.

“Biarlah kader yang ada di bona pasogit (kampung halaman) yang mengambil kue pembangunan di Propinsi untuk membangun daerahnya dan izinkanlah saya mengambil kue yang ada di Pusat untuk saya bawa ke Tapanuli, karena kue di pusat sangat banyak, kita harus berlomba-lomba mengambilnya,” ucap Jhony Allen yang pada saat itu didampingi Wakil Ketua DPD PD Drs Tahan M Panggabean MM.

Saat ini Jhony Allen salah satu anggota panitia anggaran di DPR RI, oleh karena itu dia mengatakan kesempatan yang baik itu harus dimanfaatkan masyarakat Tapanuli berlomba-lomba untuk membuat program apa yang mereka perlukan. Di Pusat nanti Jhony Allen akan menjembatani, karena untuk meraih kegigihan serta perjuangan dan sudah barang tentu memanfaatkan putra daerah yang duduk di DPR RI.
Disebutkannya, masa Orde Baru lalu rakyat jadi objek, sekarang rakyat sudah menjadi subjek. Karena dalam pembangunan, rakyatlah yang memilih dan menentukan. Jadi dalam membangun Tapanuli yang sebentar lagi menjadi Propinsi Tapanuli, haruslah orang Tapanuli.

“Tidak mungkin orang dari Pulau Jawa yang membangun Tapanuli, pasti orang Batak, untuk itu marilah kita bekerja keras, kita raih anggaran yang ada di pusat, tentunya dengan kerja keras dan tetap berdoa kepada Tuhan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu Jhony Allen mengatakan di hadapan kader dan tokoh masyarakat Tobasa bahwa dia menjadi anggota DPR RI dari Papua. Masyarakat Papua saat ini tetap menginginkannya calon dari Papua 2009 nanti. Tapi dia menyatakan harus berangkat dari bonapasogitnya pada Pemilu nanti agar fokus membangun Propinsi Tapanuli.

Dia mengingatkan para kader untuk mengaktifkan Koperasi, baik simpan pinjam, maupun serba usaha. Karena Pusat sudah menyediakan anggaran Rp600 miliar untuk Koperasi dan Jhony Allen berhasil mengambil dana tersebut Rp750 juta untuk membangun di Humbaas. Untuk Tobasa Jhony Allen akan memperjuangkannya dengan catatan Koperasi harus diaktifkan agar penyalurannya lebih mudah.
Pada pertemuan itu, Jhony Allen lebih banyak menekankan bagaimana PD meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta strategi menghadapi Pilgubsu, Pemilu dan Pilpres 2010. Kader harus melakukan kebaikan untuk masyarakat Tobasa kebaikan itu bukan semata diukur dengan uang, tapi minimal dukungan secara moral. Misalnya jika masyarakt dalam berduka beri ucapan turut berduka cita, kalau lagi berbahagia sampaikan salam bahagia.

Disebutkannya, tujuan partai melakukan kontrol dan masukan kepada pemerintah yang sifatnya berpihak kepada rakyat, bukan untuk merebut kekuasaan. Untuk itu kader harus bekerja keras, jangan sekali-kali meninggalkan rakyat. Pada kesempatan itu Jhony Allen menyerahkan bingkisan Tahun Baru berupa 500 batik Solo untuk Camat, Sekcam, lurah/kepala desa beserta Sekretarisnya, kader Demokrat di PADC serta kepada tokoh masyarakat.

Dalam waktu dekat, Jhony Allen akan menyalurkan bantuan 10 unit komputer kepada SMA/SMK, bibit padi 10 ton dan bibit jagung 5 ton untuk petani. Kader Demokrat juga mendapat biaya stimulan, 12 juta untuk DPC dan 2 juta untuk PAC (14 Kecamatan). Tujuannya untuk menggalang masyarakat minimal melakukan kerja bakti di desa-desa.

PEMERINTAHAN SBY
Pada pemerintahan SBY, Jhony Allen mengatakan, sudah terlihat kepastian hukum, terbukti sudah banyak kepala daerah sampai Jenderal sekalipun terjerat hukum akibat persoalan masa lalu. Namun semua belum bisa tuntas, orang banyak yang takut tapi masih banyak yang membandel. Semua itu perlu proses, baru 10 persen yang berhasil dilakukan Presiden SBY, tapi tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum.
Keseriusan pemerintah SBY dalam membangun bangsa ditunjukkan dengan mengucurkan anggaran Kesehatan pada 2004 sebesar Rp9 T, sekarang Rp26 T. Pendidikan tahun 2004 Rp15 T, sekarang Rp49 T untuk Diknas-Diknas di seluruh Indonesia. Itupun belum bisa mampu sepenuhnya menanggulangi kesehatan dan pendidikan akibat persoalan masa lalu dan banyaknya bencana alam.

Pemerintah sudah melakukan subsidi BBM Rp90 T, tapi bencana alam melanda Indonesia. Terpaksa pemerintah harus menyedot dana dari beberapa pos untuk korban bencana alam. Pemerintah tidak pernah menganggarkan dana bencana alam, karena siapa yang tahu dan ingin terjadi bencana alam.
Ketua DPC PD Toba Samosir Timbul Hutajulu SH mengatakan, DPC Tobasa sudah melakukan konsolidasi ke 14 DPAC. Dari 148 Kelurahan dan Desa sudah 45 persen terselesaikan dan akan dituntaskan Januari 2008 barulah Tobasa mengadakan Rakercab. DPC PD Tobasa menyatakan siap mendukung Cagubsu yang diusung PD siapapun orangnya.

Pada kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Tobasa yang terdiri dari Op Tnggul Sirait, Musa Gurning, St O Sirait dll mengulosi Jhony Allen Marbun serta berharap, Jhony Allen tetap konsisten memperhatikan masyarakat Tobasa, bukan hanya sekedar ikrar politik belaka.

Turut hadir pada temu kader tersebut, anggota DPRD dari Demokrat yakni Saut Parulian Gurning, Boyke Pasaribu, Sekretaris PD Tobasa Romulus Siburian, Ketua DPC PD Humbahas Bangun Silaban SE, Wakil Ketua Bidang OKK PD Samosir Tohap Sidabutar, dll.

Sumber : (M24/T11/T19/e) Harian SIB, Balige


Ada 3 tanggapan untuk artikel “Tidak Berminat Jadi Gubsu, Tapi akan Berjuang dari Tapanuli untuk Membangun Propinsi Tapanuli”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Mekanisme bantuan Pusat kedaerah itu ada melalui DAU (Dana Alokasi Umum), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan proyek-proyek berbantuan (APBN). DAU diterima daerah berupa blok uang yang belum dirinci pemanfaatannya. Jadi tergantung kepada daerah untuk menyusun program pemanfaatan DAU. Besarnya DAU sudah ditentukan berdasarkan sejumlah kriteria termasuk besarnya jumlah penduduk.

    DAK diterima daerah berupa uang juga, tetapi sudah tertentu pemanfaatannya, sudah terinci untuk apa dan volume pekerjaannya. Besarnya DAK yang diterima, konon bisa meningkat kalau ada “lobby” ke Pusat. (Tapi ini ilegal, dan kalau dilakukan pasti tidak benar).

    Proyek berbantuan diterima daerah berupa kegiatan yang dilakukan oleh instansi Pusat atau melalui Instansi Propinsi. Besar dan jenis proyek Pusat (APBN) ini diusulkan oleh masing-masing Departemen Teknis setelah pembahasan di Bappenas, dan terakhir ditetapkan dalam bentuk Undang-Undang oleh DPR.

    Jadi kalau Pak Johnny Allen memperjuangkan uang ke Humbanghas, atau ke tapanuli, ya mestinya melalui ketiga jalur tadi.

    Yang paling penting dijelaskan bagaimana Pak Johnny melakukannya. Supaya bisa diukur keberhasilannya. Janji yang bisa direalisasikan dalam kurun waktu yang wajar akan membawa kesejahteraan bagi warga Tapanuli.

  2. Tanggapan gunawan:

    Horas Pak Jhony,

    Kelihatannya Bapak sedikit melakukan preliminary campaig untuk diri Bapak sendiri dan juga untuk Pak Presiden SBY, itu pasti karena Bapak adalah konstituen Partai Demokrat.

    Kepastian hukum sudah ada pada era SBY, hukum yang kecil2 mungkin ada, tapi kalau hukum yang besar seperti BLBI, Yayasan Suharto, Lumpur Lapindo, Kasus BNP Paribas (Pak Hamid dan Pak Yusril) apakah sudah ada tindak lanjutnya, kan sepertinya dipeti es kan, begitu ada komentar masyarakat baru diluncurkan wacana, setelah itu kembali redup.

    Tidak semua bencana alam ditanggung dananya oleh pemerintah, toh banyak NGO asing yang membantu, jadi jangan dijadikan alasan bahwa pemerintah kehabisan dana akibat bencana alam.

    Sangat setuju dengan pendapat Amang par Surabaya, jangan hanya sekarang, tapi begitu pemilu usai dan tidak jadi anggota DPR lagi, Bapak Jhony tidak membantu Bona Pasogit.

    Horas

  3. Tanggapan Marudut p-1000:

    Horas,

    Pak Jhony, kasih bingkisan kok Batik Solo ya? Kapan berkembangnya industri tekstil di tano batak? Wah, Pak Jhony harus banyak belajar lagi nih…mengenai ekonomi. Tapi beliau sudah ngomong tentang koperasi!!! Berarti seharusnya sudah ngerti dong????

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.