Setelah Walikota Medan Abdillah ditahan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Rabu (2/1) malam, Giliran Wakil Walikota Medan Ramli dijemput paksa, Kamis (3/1). Ramli dijemput dari ruang kerjanya di lantai 2 sebelah barat gedung Balaikota sekitar pukul 16.45 WIB oleh lima penyidik KPK.
Informasi yang dihimpun awak koran ini menyebutkan, sebelumnya Ramli menolak dibawa turun dari lantai dua melalui tangga utama. Namun keinginannya tak digubris. Pria yang baru saja lulus pendidikan doktoral di Pascasarjana USU itu diboyong dari tangga utama. Ketika itu, Ramli sempat terlihat mau pingsan. Ramli dan dua penyidik KPK tersebut lalu naik mobil dinas wakil walikota jenis Toyota Prado BK 2 U.
Sekira lima menit kemudian, Sekda Pemko Medan Afifuddin Lubis bersama Kabag Umum Abdullah Matondang dan Iwan Habibi yang juga pejabat di bagian umum Pemko turun mengantar petugas KPK lainnya. Berangkat dari Balaikota sekitar pukul 16.45, rombongan Ramli dan penjemputnya baru tiba di Bandara Polonia sekitar pukul 17.45 WIB. Bila sebelumnya Ramli dikawal petugas naik Toyota Prado BK 2 U, di Bandara Polonia Ramli turun dari Toyota Trado BK 1227 NR bersama 5 petugas.
Di Bandara Polonia, Ramli dikawal ketat menuju terminal keberangkatan internasional dan langsung menuju lantai dua, masuk ke Toba Lounge milik PT Mandai Prima. Dijadwalkan, Ramli akan diboyong ke Jakarta pukul 19.00 WIB menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 387. Tetapi pesawat delay sebab pesawat dari Jakarta baru tiba di Bandara Polonia pukul 20.05 WIB.
Saat-saat menunggu keberangkatan, wajah Ramli terlihat tegang dan lesu. Mengenakan jaket kulit berwarna coklat, Ramli duduk di sofa ruangan steril rokok Toba Loungue diapit para penyidik KPK. Sedangkan beberapa petugas lain tampak berjaga-jaga di pintu ruangan tersebut. Tak satupun penumpang yang berada di ruangan itu.
Ketatnya penjagaan yang dilakukan petugas intel Poldasu membuat wartawan media cetak dan media elektronik tidak dapat masuk ke dalam ruangan tersebut. Wartawan hanya bisa memantau dan memoto Ramli dari balik kaca hitam ruangan Toba Lounge.
Sorotan kamera dan jepretan lampu bliz wartawan membuat Ramli kian gugup. Bila semula ia duduk menghadap dinding kaca, langsung berbalik untuk menghindari kamera.
Ketatnya penjagaan kembali ditunjukkan penyidik KPK dan petugas intel Poldasu ketika Ramli hendak Salat Magrib. Bahkan ketika Ramli yang diketahui berpenyakit diabetes hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil, tetap tak lepasnya dari pengawalan petugas intel Poldasu.
Saat waktu menunjukkan pukul 20.55 WIB, petugas bandara mengumumkan calon penumpang Lion Air untuk segera boarding. Ramli dan petugas KPK keluar dari ruangan Toba Lounge. Sempat terjadi aksi kucing-kucingan antara petugas dan wartawan.
Untuk mengecoh wartawan yang menunggu di keluar, petugas membawa keluar Ramli dari pintu masuk Toba Lounge. Wartawan pun segera berbondong-bondong menuju arah tersebut. Namun, beberapa detik saja, KPK dan Ramli kembali ke ruangan. Wartawanpun kembali berlari menuju arah pintu keluar Toba Lounge yang berdindingkan kaca reben tersebut.
Namun akhirnya, KPK secara terburu-buru dan melakukan pagar betis mengawal Ramli keluar dari pintu masuk Toba Lounge dan langsung turun menuju pintu keluar menuju landasan.
Petugas security Bandara Polonia yang berjaga-jaga di pintu boarding menuju landasan. Para wartawan pun hanya bisa melihat Ramli bersama penyidik KPK masuk menuju tangga pesawat Lion Air.
Sekda Afifuddin Lubis yang sempat ditanyai wartawan mengelak mengatakan Ramli dijemput paksa penyidik KPK. Menurut Afifuddin, yang datang saat itu bukan orang KPK melainkan Bappenas untuk urusan proyek. ”Itukan orang Bappenas biar program kita jebol,” ujarnya.
Terkait penahanan Walikota Medan Abdillah dan wakilnya Ramli Lubis Indonesian Corruption Watch Korda Medan menyatakan salut dengan langkah KPK tersebut. Melalui ketuanya Ir Pamosta Hutagalung, ICW Korda Medan meminta KPK lebih berani bongkar keterlibatan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. ”Jangan takut memberantas korupsi,” tegas Pamosta yang didampingi Ketua Investigasi ICW Medan Israel Silaban, SH, kemarin.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi SP yang ditemui di gedung KPK di Jakarta mengatakan, pihaknya kemarin sudah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Ramli Lubis. Surat ini dilayangkan lantaran Ramli tidak memenuhi panggilan pada, Rabu lalu. ”Rabu dia mangkir, maka kami hari ini mengirim surat lagi agar dia secepatnya datang ke KPK,” ujar Johan.
Apakah akan ada upaya paksa berupa penangkapan bila Ramli tidak segera datang ke KPK, Johan mengatakan, pimpinan masih menunggu Ramli dalam beberapa hari ke depan. Setelah itu, baru pimpinan KPK akan menentukan sikap berikutnya. Wakil Ketua KPK, Candra M. Hamzah menjanjikan akan mendatangkan Ramli ke KPK dalam seminggu ke depan. Hanya saja, tidak disebutkan apakah Ramli juga akan ditahan atau dibiarkan bebas dalam statusnya sebagai tersangka. Namun, sejumlah sumber di internal KPK menyebutkan, Ramli juga akan senasib dengan Abdillah
Sekda Pimpin Rapat
Sekali lagi kantor Balaikota mendadak ramai di malam hari. Beberapa jam usai penjemputan Wakil Walikota Ramli Lubis oleh KPK Kamis (3/1) Sore, Afifuddin kembali menggelar pertemuan mendadak. Pertemuan diikuti oleh hampir seluruh pejabat di jajaran Pemko mulai dari Asisten, Kadis, Kabag hingga Camat.
Tidak begitu jelas apa materi yang dibahas malam itu. Namun dari apa yang sempat terdengar oleh wartawan koran ini, rapat membicarakan anggaran, namun tidak jelas apakah anggaran itu ada kaitannya dengan penahanan Abdillah serta penjemputan Ramli.
Sekda sendiri tidak bisa dikonfirmasi malam itu, karena malam itu ia berperan sebagai pemimpin kegiatan. Ketika wartawan koran ini mencoba menghubunginya Ponsel Sekda tidak aktif.
Kabag Humas Pemko Medan Arlan Nasution MAP yang saat itu hadir dalam pertemuan itu mengatakan jika rapat itu hanya membahas mengenai avaluasi APBD dan persiapan penyusunan KUA PPAS RAPBD 2008 yang sampai saat ini belum selesai. Arlan membantah jika pertemuan itu ada kaitannya dengan penahanan walikota, dan penjemputan wakil walikota sore itu.
Hingga larut malam pertemuan itu belum juga selesai dilakukan. sejumlah pejabat Pemko tampak hilir mudik membawa sejumlah berkas.
Pemko Tak Dampingi Abdillah
Sama seperti nasib mantan kadishub Pemko Medan Aslan Harahap, Walikota Medan Abdillah yang menjalani tahanan sementara KPK ternyata belum dapat bantuan tim advokasinya dari Pemko Medan. Bahkan Pemko Medan mengaku tidak mendampingi Abdillah dalam kasus tersebut.
”Kita belum mengambil langkah apapun, dan kita tidak mengadvokasi beliau, karena memang belum diminta,” jelas Kabag Hukum Pemko Medan Sulaiman Hasibuan SH kepada wartawan koran ini, Kamis (3/1) di Balaikota.
Sulaiman juga mengaku sampai saat ini ia belum menerima penjelasan secara resmi mengenai penahanan yang dilakukan KPK terhadap Walikota Medan. Sayangnya Sulaiman tak mau berkomentar banyak mengenai prsoalan itu dengan alasan bukan kewenangan. ”Sudah ya dinda abang sedang sibuk, lagian bukan kewenangan,” katanya.
Sementara itu di tempat terpisah, pengacara Abdillah di Jakarta ketika dikonfirmasi awak koran inimelalui telepon selularnya mengatakan tidak habis fikir dengan penahanan Abdillah itu. Menurut dia sampai saat ini KPK belum memiliki bukti jelas menganai kasus-kasus yang dituduhkan kepada Abdillah. .(den/ila/sam)
Kronologis Penjemputan Ramli dari Balaikota
15.35 Ramli menggunakan kemeja putih bersama ajudannya tiba di Balaikota, langsung menuju ruang kerja di lantai 2
16.05 Enam petugas tiba di Balaikota mengendarai mobil van. Dua diantaranya diduga penyidik KPK yang pernah datang beberapa waktu lalu memeriksa Balaikota. Sementara empat petugas lain diduga intel Poldasu.
16.45 Ramli bersama dua petugas tersebut keluar dari ruangan, turun dari lantai dua menuju mobil dinas wakil walikota jenis Toyota Prado BK 2 U. Sambil melambaikan tangan, Ramli masuk mobil duduk di belakang.
16.50 Sekdako Afifuddin Lubis didampingi Kabag Hukum dan Kabag Tata Usaha mengantarkan empat petugas lain menuju mobil van.
17.45 - Ramli tiba di Bandara Polonia menumpang mobil Toyota Prado BK 1227 NR.
- Enam petugas yang diduga penyidik KPK serta beberapa intel Poldasu membawa Ramli check in di Terminal Keberangkatan Internasional untuk menumpang pesawat Lion Air JT 387.
- Ramli dan penyidik KPK Masuk ke ruangan Toba Lounge di lantai dua terminal keberangkatan internasional
19.00 Pesawat Lion Air JT 387 seharusnya berangkat didelay
20.55 Ramli dan penyidik KPK akhirnya terbang menuju Jakarta pukul 20.55 WIB.
Sumber : Sumut Pos Online, Medan
[SB] Tags : Israel Silaban SH, Sumut Pos OnlineArtikel sebelumnya :
» » Uji hukum apakah tetap jaring laba-laba…
Artikel selanjutnya :
» » Viky Sianipar, Batak’s Music Still Alive!



Silahkan memberikan tanggapan !