Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
20
Des '07

PN [Pengadilan Negri] Kandaskan Gugatan Praperadilan Cut Yetti


Gugatan prapradilan tehadap kepolisian RI yang menangkap, menahan, dan menyita beberapa barang bukti milik Cut Yetti (44) penduduk kompleks Perumahan PIM Krueng Geukueh, Aceh Utara kandas di Pengadilan Negeri (PN) Medan, setelah hakim menolak seluruh gugatan tersangka kasus dugaan penggelapan 627 unit mobil rental, melalui persidangan Selasa (18/12).

Putusan hakim tunggal Nyonya Fetriyanti SH terhadap gugatan yang didaftarkan Cut Yetti ––Ditrektris CV Year´S Groups Trade & Engineering (YGT&E) yang berkantor di Jalan Merdeka Lhokseumawe pada 5 Desember lalu sebagai pemohon, sangat mengecewakan kuasa hukum pemohon, Hendrick Parlaungan Soambaton Napitupulu SH dan Bahota Silaban SH.

Cut Yetti sebagai pemohon mengajukan gugatan terhadap Kasat Reskrim Poltabes Medan sebagai termohon I, Kanit Ranmor Poltabes Medan sebagai tergugat II, Panit Ranmor Poltabes Medan sebagai tergugat III, dan Brigadir K Cokro Pranolo selaku penyidik/penyidik pembantu Poltabes Medan sebagai tergugat IV.

Dalam surat gugatannya, Cut Yetti keberatan ditangkap para termohon dan menahannya, serta menyita barang bukti yang tidak terkait dengan kasus ini, dan menjadikannya sebagai tersangka penipuan dan penggelapan 627 mobil yang direntalkannya kepada sejumlah pemakai mobil.

Para termohon mempercayakan sepenuhnya kepada Kompol Budiman SH untuk menjawab gugatan pemohon pada sidang yang berlangsung tiga hari di PN Medan, dan menyatakan penangkapan, penahanan Cut Yetti, termasuk penyitaan barang bukti sudah memenuhi unsur hukum.

Dalam amar putusan PN Medan yang dibacakan hakim tunggal Fetrayanti SH setelah mempertimbangkan barang bukti tertulis, keterangan empat saksi dari pemohon di persidangan, maka penangkapan dan penahanan Cut Yetti dinyatakan sah, sudah memenuhi bukti permulaan yang cukup (Pasal 17 KUHAP).

Demikian juga dengan barang bukti yang disita para termohon juga sudah sah menurut hukum, karena menurut hakim, barang bukti ini juga telah mendapat persetujuan dari PN Medan Nomor: 4135/SIC/Pidana/2007/PN Medan tanggal 5 Desember 2007. Barang bukti lain berupa sebuah mobil Toyota Harier BK 1 OW yang dipermasalahkan pemohon, merupakan bagian dari barang bukti yang akan dilakukan termohon penyelidikan lanjutan.

Apabila hasil penyidikan ternyata tak ada hubungannya dengan tindak pidana yang dipersangkakan kepada pemohon, para termohon akan mengembalikan mobil tersebut, dan telah didapat bukti yang cukup (sesuai pasal 21 ayat 1 KUHAP). Oleh karena itu, menolak seluruh gugatan prapradilan pemohon.

Keberatan
Usai persidangan, kuasa hukum pemohon Hendrick Parlaungan Soambaton Napitupulu SH merasa keberatan atas putusan hakim. Karena, dari pertimbangan hakim, hanya berdasarkan laporan. Ini kalau kami lihat terbalik, ditangkap dulu baru dilaporkan. Seharusnya bukti permulaan yang cukup dulu, baru

setelah ada bukti permulaan, dilakukan penangkapan terhadap CutYetti, katanya. Karena upaya keberatan bagi pemohon tidak ada, kata Hendrick, mereka terpaksa harus menunggu pokok perkara. Sesuai UU Pokok Kehakiman Nomor 4 Tahun 2004 dan Undang-Undang Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2004, pemohon prapradilan tidak bisa melakukan upaya keberatan dengan cara banding maupun kasasi. Karenaundang-undang melarang, ya terpaksalah kami menunggu pokok perkara, tegasnya.

Sumber : (lau) Serambi Online, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.