Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
30
Nov '07

Sebagian Besar Jenis Ulos Batak Punah



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Sebagian besar ulos (kain tenun) Batak punah, karena tak di produksi lagi, seperti ulos raja, ulos ragi botik, ulos gobar, ulos saput (ulos yang digunakan pembungkus jenazah), dan ulos sibolang.

“Ulos merupakan heritage (warisan) budaya Batak. Kalau ulos ini punah dan tidak ada lagi yang memproduksinya, maka Batak akan kehilangan ulos salah satu warisan dari nenek moyangnya,” kata perancang busana nasional, Merdi Sihombing, di Medan, Jumat.

Menurut dia, jenis-jenis ulos yang tak diproduksi itu antara lain jenis ulos Batak yang zaman dulu biasanya digunakan kalangan bangsawan.

Ada juga ulos Batak yang zaman dulu digunakan sebagai pakaian sehari-hari, namun karena zaman sekarang sudah banyak pakaian tekstil ulos tersebut tak digunakan lagi.

“Karena tak ada pengguna dan pasar penjualan ulos bangsawan dan ulos pakaian sehari-hari itu, akibatnya penenun tak lagi memproduksinya,” katanya.

Untuk mengetahui keberadaan ulos sebagai warisan Batak, Merdi melakukan survei ulos mulai dari Tapanuli Selatan (Sipirok), Tapanuli Utara (Tarutung, Muara, Meat, Toba Samosir (Panamean, Lagu Boti) dan Samosir (Lumban Suhisuhi, Mogang, Palipi).

“Penenun di daerah-daerah sentra produksi ulos itu saat ini hanya memproduksi ulos yang lazim digunakan untuk acara adat, antara lain sadum, ragi dup, songket Batak, dan ragi bolean. Jenis ulos Batak lainnya tidak mereka tenun lagi karena tidak laku di pasaran,” kata Merdi.

Merdi berupaya memproduksi jenis-jenis ulos Batak yang saat ini sudah langka. Ia membantu para penenun di daerah-daerah sentra produksi ulos Batak dengan memberikan bahan tenun dan peralatan yang ramah lingkungan.

“Bahan-bahan seperti benang dan pewarna yang saya berikan tidak mengandung zat kimia berbahaya. Semua bahan benang dan zat pewarna itu alami dari tumbuh-tumbuhan yang tidak membahayakan. Semuanya frendly environmental,” kata Merdi.

Hasil tenunan jenis-jenis ulos Batak itu nantinya, kata dia, akan dijadikan bahan fashion.

“Tentu jenis ulos yang akan digunakan untuk fashion akan dipilih. Jenis yang cocok jenis ulos yang pada zaman dulu dipakai untuk sehari-hari, jadi bukan ulos yang disakralkan pada acara-acara adat. Motif dan corak ulos Batak itu tetap, hanya ukuran dan lay-out yang disesuaikan untuk kepentingan fashion,” katanya.

Produksi ulos Batak untuk keperluan fashion ini nantinya dapat meningkatkan pendapatan penenun.

“Kalau selama ini harga ulos berkualitas baik hanya Rp300 ribu, nantinya setelah digunakan untuk fashion, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Saya optimis ulos Batak bisa mewarnai fashion nasional dan internasional, karena tren fashion sekarang ini melirik budaya-budaya negara ketiga (berkembang) dan warisan pakaian tradisional,” ujarnya menambahkan.

Sumber : (*) Antara News, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Sebagian Besar Jenis Ulos Batak Punah”

  1. Tanggapan lenatanggang:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    horas ito, kata punah mungkin benar kata yang cocok untuk ini.walaupun masih ada beberapa keluarga batak yang masih menyimpan salah satu dari ulos-ulos diatas, namun untuk memproduksi kembali bahan yang digunakan untuk ulos -ulos ini yakni bahan-bahan alami dari tanah batak sendiri seepertinya sudah tak mungkin lagi. apalagi membuat yang sama persis seperti ulos-ulos jaman dahulu, yang katanya perlu “maniti ari” untuk membuat sehelai ulos adat. yang juga membuat saya sangat berduka adalah saat saya bertemu dengan seorang budayan dari belanda yang hendak meneliti ulos-ulos yang salah satunya ito sebutkan diatas, ulos gobar. yang pada akhirnya ada seorang teman boru silalahi ruma sondi dari rahut bosi, yang saat ini tinggal ditepian danau toba silalahi yang ayahnya yang dahulu pernah menulis lengkap tentang ulos dan budaya batak. tapi buku yang pernah ditulis beliaupun belum pernah dipublikasikan ataupun dicetak padahal buku bisa diterbitkan untuk jadi pembelajaran kaum muda yang mungkin saat ini mulai melirik warisan ini. walaupun mungkin alasannya lebih cenderung ke nilai ekonomis, tak menjadi masalah , ya sambil menyelam minum air. uang dapat, budaya terangkat. terimakasih buat ito merdi sihombing yang tidak hanya mengangkat kain batik sebagai salah satu dari karya-karya spektakulernya. salut.

  2. Tanggapan andre:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Sayang sekali ulos kita ada yang punah dari peredaran masyarakat jaman sekarang ini ya…

    Apakah memang tidak bisa dicari kembali dan dilestarikan ???

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » 2 PLTA di Humbahas Telah Beroperasi, 1 Lagi Sedang Dikerjakan Swasta

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Baru Dibangun, Atap SD Negeri di Bilah Hilir Bocor, Dinding Retak-retak