Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
25
Nov '07

BPLH [Badan Pengendalian Lingkungan Hidup] Gudangkan Lima Alat ISHU


Lima indikator indeks standar pencemaran udara (ISHU) di Surabaya,bakal digudangkan. Rencana tersebut sudah diusulkan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).

Mereka meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk tidak lagi menggunakan alat dari Austria itu. Kepala BPLH Togar A Silaban mengatakan, sebagai gantinya, BPLH akan memunculkan informasi kondisi udara di Kota Surabaya dalam website milik Pemkot, www.surabaya.go.id.

Di Surabaya memiliki lima unit ISHU yang ditempatkan di kawasan Tugu Pahlawan, Jalan A Yani, Jalan Kertajaya, Jalan Mayjen Sungkono, dan persimpangan Jalan Gubeng Pojok. Dari 5 titik tersebut, ISHU di Jalan Mayjen Sungkono sudah tidak bisa difungsikan lagi.

Menurut Togar, alat serupa di tempat lainnya juga mulai rusak kendati tetap bisa difungsikan. Togar lebih memilih mengandangkan alat tersebut daripada memperbaikinya. Sebab, di Indonesia, hingga saat ini tidak ditemukan mekanik yang bisa memperbaiki alat ini.

Selain itu, biaya untuk perbaikan alat itu juga kelewat mahal.Untuk satu unit alat yang rusak, anggaran yang harus dikeluarkan mencapai kisaran Rp5 miliar. Alat ini semula merupakan bantuan pemerintah pusat yang diberikan pada 2002 lalu.Selain Surabaya, ada sembilan daerah lainnya yang mendapat bantuan alat ini, seperti Jakarta, Bandung, Balikpapan.

Alat ini berfungsi mengukur kondisi udara secara menyeluruh di Surabaya. Hasil pantauan diolah dari kantor BPLH, selanjutnya ditampilkan melalui ISHU.Kondisi udara yang ditampilkan merupakan kondisi udara rata-rata sehari sebelumnya. Bukan kondisi saat itu dan bukan kondisi udara di sekitar alat itu saja. Anggota Komisi A, Sjukur Amaludin, menyayangkan rencana tersebut.

Menurutnya, seharusnya Pemkot tetap mengoperasikan alat ini. Sebab, jika kondisi udara Kota Surabaya hanya ditampilkan dalam website, tidak banyak masyarakat yang akan mengetahuinya.Sebab,belum tentu semua warga Surabaya bisa mengakses internet. ”Kalau ditampilkan langsung, kanmasyarakat bisa langsung lihat. Kalau di internet, siapa yang lihat,”katanya.

Sumber : (abdul rochim) Koran Sindo, Surabaya


Ada 3 tanggapan untuk artikel “BPLH [Badan Pengendalian Lingkungan Hidup] Gudangkan Lima Alat ISHU”

  1. Tanggapan Togar Silaban:

    Begitulah kalau wartawan keburu-buru menulis. Sudah jelas kepanjangannnya indeks standar pencemaran udara adalah ISPU, kok bisanya disingkat ISHU.
    Jadi yang benar adalah ISPU bukan ISHU.

  2. Tanggapan Sigalingging, HP:

    Ide yang oke juga memunculkan kondisi udara melalui website. Efek baiknya adalah semua orang, badan, lembaga, dan negara dapat mengaksesnya.
    Namun, sasaran ke masyarakat awam (mungkin) masih belum tercapai. Karena yang bertanggungjawab secara regulasi memang pemerintah, namun masyarakat berkewajiban untuk tahu dan melakukan kerja sama yang sinergis dengan maksud pemerintah tsb.
    Kalau saya boleh tambahkan, bisakah kita menggunakan peralatan monitoring kualitas udara dengan teknik sampel laboratorium. Saya yakin di Surabaya atau Jakarta banyak yang memiliki dan sanggup mengerjakannya.
    Semoga,
    -hps,cawang jkt-

  3. Tanggapan Togar Silaban:

    Tanggapan #1 diatas salah juga saya menulisnya.
    “Sudah jelas kepanjangannnya …..
    Mestinya singkatan bukan kepanjangan(udah gitu n sampai 3).
    Alat monitoring kualitas udara di Surabaya itu mengambil sampel dan menganalisanya otomatis. Jadi alatnya ditempatkan di suatu stasiun pengamat, lalu alat itu secara periodik mengirimkan hasil samplingnya (data) melalui modem ke pusat control room. Disini data diintegrasikan dari beberapa stasiun untuk mendapatkan hasil keseluruhan kota. Kemudian hasil itulah yang ditampilkan pada “display” yang menggambarkan ISPU.
    Petugas hanya mengamati, apakah alat berfungsi atau tidak. Tidak ada sampling secara manual.
    Ada 10 kota di Indonesia yang punya alat itu, tapi sekarang tidak semua berfungsi.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Bupati Humbahas dan Pakpak Bharat Bahas Penetapan Tapal Batas di Delleng Semponon
Artikel selanjutnya :
   » » Horas Tano Batak