Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
20
Nov '07

Rekannya Ditahan, Ratusan Warga Datangi Polres


Terkait isu begu ganjang dan perusakan rumah penduduk di Desa Mbalbal Petarum Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo, ratusan warganya mendatangi Mapolres Karo, Senin (19/11) di Jalan Veteran Kabanjahe. Kedatangan massa disambut oleh Kapolres Karo AKBP Tumpal Manik SH dengan baik dan memperkenankan seluruh warga berkumpul di halaman Polres dengan tertib.

Mangasih Tampubolon (37 tahun) mewakili warga menjelaskan maksud kedatangan mereka menemui Kapolres Karo. Sebelumnya 10 orang rekan mereka dipanggil pihak kepolisian pada Jumat (16/11) terkait perusakan rumah warga di Dusun Baturongkam Desa Mbalbal Petarum pada hari Senin (5/11) lalu. Mereka meminta rekan-rekannya dilepaskan dari jeratan hukum.

Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Bayu Adji SIK dan sejumlah perwira kepada warga menjelaskan bahwa negara kita ini adalah negara hukum. Jadi bagi siapa saja yang melanggar hukum di NKRI akan ditindak tegas. “Siapa saja yang ikut melakukan perusakan rumah warga yang terjadi pada Senin lalu di Dusun Baturongkam, saya minta supaya angkat tangan,” tegas Kapolres.

Dengan polosnya, sejumlah warga langsung serentak angkat tangan. Saat itu juga personel dari Polres Karo langsung “mengamankan” warga yang angkat tangan tersebut ke ruang pemeriksaan untuk diperiksa. Kepada warga Kapolres juga memberikan arahan agar jangan percaya terhadap isu begu ganjang yang dapat membuat warga saling curiga dan terpecah belah.

“Jadi siapa saja yang melakukan tindak kekerasan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan nanti dianggap, ramai-ramai datang ke Polres Karo ini tidak diproses, kalau terbukti bersalah, satu kampung pun tetap kita proses,” tegasnya.

Menurut pembicaraan sejumlah warga yang mendatangi Mapolres Karo tersebut, sesuai informasi dukun Boru Sinaga yang ada di desa mereka bahwa di Dusun Baturongkam ada enam orang memiliki ilmu hitam. “Hal itu yang menyebabkan kejadian aneh-aneh sering menerpa dusun kami,” kata warga.

Dikatakannya, keenam orang tersebut, di antaranya, marga Sinaga, Mare-mare, Silaban, Siregar dan Panjaitan. Mereka meyakini apa yang dikatakan Boru Sinaga karena sudah ada korban mati dengan tidak wajar. Dengan cepat isu kematian tak wajar itu menyebar dan menjadi buah bibir warga. Tepatnya pada Senin (5/11) malam, masyarakat melakukan perusakan rumah terhadap warga yang diduga memiliki “begu ganjang”. Mereka merubuhkan rumah hingga rata dengan tanah.

Kapolres Karo AKBP Tumpal Manik SH ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, sebanyak 34 warga telah dinyatakan jadi tersangka dalam kasus perusakan rumah yang terjadi di Dusun Baturongkam. “Kesemuanya sudah ditahan di sel Mapolres Karo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sumber : (Daniel Manik) Harian Global | Kabanjahe


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.