Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Nov '07

Sofyan Tan Mendaftar Balon Wagubsu


Pemerintahan SBY telah membuktikan komitmen pluralisme dengan lahirnya Undang-undang No 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan. Karenanya, kini masyarakat keturunan Tionghoa memiliki hak yang sama dengan warga lainnya.

“Ini sejalan dengan UUD 45 yang menyatakan setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama di pemerintahan,” kata dr Sofyan Tan saat mendaftarkan diri ke Partai Demokrat (PD) Sumatera Utara, Kamis (8/11).

Sofyan Tan mendaftarkan diri sebagai calon wakil Gubsu ke partai yang ketua dewan pembinanya adalah Presiden SBY. Selain ingin melihat konsistensi partai dalam mendorong keberagaman, sekaligus ingin membuktikan PD bisa mencalonkan warga keturunan Tionghoa. “Kita menerima tantangan dari UU Kewarganegaraan yang dilahirkan pemerintahan SBY. Sudah saatnya Partai Demokrat membuktikannya,” tandas Sofyan Tan. Ia menilai PD Sumut mampu menyeleksi dan memilih calon yang benar-benar dikehendaki rakyat untuk diusung dalam Pigubsu 2008.

Saat mendaftar Sofyan Tan didampingi Ketua PSMTI Sumut Eddy Juandi, Ketua PMTSI Medan Karya Elly SH, Ketua Sahabat Center Brilian Moktar SE, Sahabat Center Pematangsiantar Berry CWT, Direktur Walhi Sumut Job R Purba, Direktur Bitra Indonesia Safaruddin Siregar serta sejumlah pendukung dari beragam etnis.

Saat ditanya wartawan alasan Sofyan Tan maju dalam Pilgubsu ini, ia mengatakan selain ingin membuktikan UU Kewarganegaraan, juga karena munculnya kegelisahan dalam dirinya sebagai orang muda melihat masih banyaknya kemiskinan dan kebodohan. “Saya realistis belum ingin mencalonkan diri sebagai Gubsu, karena mau memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara dengan melayani masyarakat,” ujar Direktur Yayasan Ekosistem Lestari ini.

Selama ini warga keturunan Tionghoa selalu dilayani, maka sudah saatnya mereka yang melayani. Karena itu jika terpilih sebagai Wagubsu, Sofyan Tan akan mendukung kerja-kerja Gubsu dengan menjalankan 6 program yakni pendidikan, UKM termasuk di dalamnya pertanian, pariwisata, peternakan dan perikanan, lingkungan hidup, kesehatan, menggalang investor dan sosial.

Sofyan Tan mengaku sangat paham dengan pendidikan karena memiliki pengalaman 27 tahun dalam dunia pendidikan. Pelaku UKM didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, sehingga jumlah pengangguran yang sudah mencapai 854 ribu bisa terkurangi, termasuk meningkatkan kualitas dan kemampuannya. Masalah lingkungan hidup juga sangat penting. Saat ini hutan di Sumut hanya tinggal 2,1 juta hektar dan berharap tidak ada lagi kerusakan hutan sehingga dapat memberikan kontribusi bagi masa depan.

Masyarakat harus sehat untuk bisa produktif, karenanya bagi rakyat miskin harus diberikan kesehatan gratis. Kemudian mencari investor untuk membangun Sumut, tentu saja harus dengan kondisi yang aman. “Untuk urusan bencana alam atau sosial juga sudah saya kerjakan selama ini,” tandas Sofyan Tan yang memprakarsai pembangunan rumah sakit di Kabupaten Nagan Raya NAD senilai Rp 30 miliar.

Visi mendasar dalam membangun Sumut, menurut Sofyan Tan adalah membangun dari desa. Kalau desa bisa tumbuh, perekonomian baik maka tidak ada lagi yang mencari kerja ke kota sehingga tingkat pengangguran semakin ditekan. “Kalau tingkat pengangguran tinggi tentu akan menimbulkan banyak masalah,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda ini.

Namun menurut Sofyan Tan, dirinya bukanlah milik segolongan etnis semata, karena sejak lama telah menjadi milik Sumut bahkan Indonesia. Pengalamannya memimpin berbagai organisasi baik tingkat lokal maupun nasional menunjukkan bahwa ia adalah milik semua suku, etnis, agama ataupun golongan. “Ini sesuai dengan slogan saya, ‘Hidup Damai dalam Keberagaman’,” kata Pemuda Pelopor tahun 1990 ini.

Sementara, Ketua Tim 9 PD Sumut Drs Tahan M Panggabean didampingi Nurhasanah SSos mengatakan, Partai Demokrat adalah partai plural yang terbuka bagi siapa saja. Ia bangga atas kepercayaan dr Sofyan Tan mendaftarkan diri ke partainya.

“Sofyan Tan adalah salah satu putra terbaik Indonesia, sehingga kami merasa bangga menerimanya,” katanya. Bahkan, menurutnya, pendaftaran Sofyan Tan merupakan yang terbaik dan terlengkap menyerahkan berkas-berkasnya.

Untuk menentukan calon dalam Pilgubsu, PD telah menandatangani kerja sama dengan FISIP UI agar melaksanakan polling yang akan menentukan siapa calon yang cocok diusung PD. “Hasil polling akan besar memengaruhi keputusan Partai Demokrat nantinya,” ujarnya.

Beberapa kriteria yang akan dipolling antara lain popularitas dan seberapa besar rakyat menginginkannya. Hingga Kamis (8/11), sudah delapan Cagubsu yang mendaftar ke PD. Mereka adalah RE Siahaan (Walikota Pematangsiantar), Maruahal Silalahi (anggota DPR RI), Syamsul Arifin (Bupati Langkat), Johar Arifin (akademisi), Laksamana Heri W Marzuki (Asisten Kasal), HT Milwan (Bupati Labuhanbatu), Mayjend Tri Tamtomo (mantan Pangdam I/BB) dan Chairuman Harahap (Deputi Menkopolhukam).

Sedang 7 Cawagubsu, yakni Sofyan Tan (akademisi), Bangun Silaban (Ketua DPRD Humbahas), Suherdy (Ketua DPW Pujakesuma Sumut), R Dartatik Damanik (mantan Wakil Bupati Simalungun), Maruahal Silalahi (anggota DPR), Idamawaty Nababan (anggota DPRD Medan) dan Brigjen Pol Radjiman Tarigan (Wakapolda Metro Jaya).

Sumber : (Robert Huang ) Harian Global, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Sofyan Tan Mendaftar Balon Wagubsu”

  1. Tanggapan gunawan:

    Sofyan Tan ini termasuk keturunan tionghoa yang aktif di medan dan tidak kelihatan eksklusifismenya. Beliau sudah dari dulu merasa bagian dari NKRI.

    Tapi seandainya Sofyan Tan terpilih menjadi Gubsu, apakah dia bisa mempertahankan citra dia selama ini, karena seperti yang diketahui bahwa hampir semua keturunan tionghoa di medan sangat tertutup, tinggal dilingkungan komunitas mereka sendiri, tidak sungkan berbahasa mandarin dan hokkian ditempat-tempat umum, serta hidup dengan kemewahan.

    Demikian pendapat saya.

  2. Tanggapan sabar tambunan:

    Hallo semuanya,

    Mengenai apakah dia bisa mempertahankan citranya kalau sudah terpilih, itu khan pertanyaan spekulatif. Harusnya begini, tanya saja dia apakah mau dan sanggup beliau untuk membuat masyarakat tionghoa medan supaya lebih terbuka. Apa cara dia untuk mengatasi soal ini.?

    Di Kalimantan Barat telah terpilih Gubernurnya orang Tionghoa, Bpk Cornelius Lay. Ini membuktikan masyarakat Kalimantan Barat sudah lepas dari isu2 primodial dalam berdemokrasi. Yang utama adalah pemimpin yang jujur, bekerja keras, dan berani. Selamat, semoga sukses!! Sekarang bagaimana dengan masyarakat Sumut ???

    Supaya peluangnya Bpk Sofyan Tan lebih besar untuk menang, beliau sebaiknya menggandeng calon Wakil-nya dari orang Jawa yang Islam dan moderat serta berkwalitas. Orang Jawa yang ternyata merupakan penduduk mayoritas di Sumut haruslah mulai berani tampil untuk memimpin. Horas Pujakusuma !!! Iyaa..khan??

    Masyarakat Sumut amat Heterogen, layaknya kota Jakarta. Ini semacam laboratorium (tempat praktek) demokrasi dan pluralisme yang ideal. Dari tempat ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah2 lain. Menarik untuk diamati perkembangannya.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Demokrat Tutup Pendaftaran Calon Gubsu/Wagubsu
Artikel selanjutnya :
   » » Tiga Provinsi Bersaing Raih Medali