Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Nov '07

Diduga Memiliki Begu Ganjang, 6 Rumah Dirusak Warga Hingga Hancur di Karo


Bermula dari informasi ‘dukun’, 6 keluarga di Dusun Baturongkam Desa Petarum Kecamatan Lau Baleng, Karo dituduh memiliki Begu Ganjang, akibatnya 6 rumah korban dirusak warga hingga hancur, Senin (5/11), pukul 19.30 Wib.

Pantaun wartawan ke TKP, Rabu (7/11) ternyata benar 6 rumah masing-masing milik Rudolf Sinaga (71), Saat Martua Siregar (69) , Marasal Silaban (38), Osner Simare-mare (67), Naek Sinaga (67), dan Pahotan Panjaitan (70) seorang purnawirawan Polri hancur dirusak warga dengan melempari batu pada malam itu. Bahkan sebahagian barang milik korban seperti lemari, pakaian dan perabotan lainnya ada yang dibakar serta sebahagian hancur terkena lemparan.

Menurut informasi di lapangan, kejadian itu bermula dari adanya beberapa warga diduga terkena ilmu hitam atau kena begu ganjang hingga ada yang meninggal. Sehingga para tokoh masyarakat sepakat melakukan musyawarah untuk memanggil dukun (orang pintar-red) untuk mengusir roh-roh jahat dimaksud.

Lalu dukun berinisial MS dari Desa Lawe Desky Aceh Tenggara diundang untuk melakukan acara ritual untuk mengusir roh jahat dari desa itu, panitia pelaksana acara ritual tersebut terbentuk untuk mengumpulkan dana dari masyarakat sebesar Rp 35 ribu per kepala keluarga.

Ternyata akhir dari sebuah ritual itu, 6 keluarga di atas setelah ritul memecah telur diduga merekalah sang pemilik begu ganjang yang selama ini telah mengusik ketentraman masyarakat. Saat itu juga sang dukun dengan tegas mengatakan bila memang mereka memiliki begu ganjang maka dalam 3 hari paling lambat keluarga mereka akan mati, tegas sang datuk.

Dari data yang dikumpulkan dari sejumlah saksi korban, belum sampai 3 hari menurut pernyataan datuk, warga Dusun Batu Rongkam telah melakukan aksinya dengan melempari batu dan merusak ke enam rumah keluarga korban sampai hancur.

Seperti penuturan salah satu korban Rudolf Sinaga kepada wartawan di Mapolsek Mardingding, Jumat (9/11), perusakan itu diawali dari rumahnya malam itu sekitar pukul 19.30 Wib. Malam itu ia sendirian di rumah, dan lemparan batu datang membabi buta ke rumahnya. Sambil berteriak dan minta tolong, Rudolf berusaha keluar dari dalam rumah, ternyata warga yang jumlahnya lebih kurang 300 orang telah mengepung rumahnya.

Jelas Rudolf lagi sambil meneteskan air mata, ketika ia berusaha keluar dari pintu belakang ternyata warga juga telah menunggu dengan sigap sambil melayangkan pukulan ke sekujur tubuhnya beberapa kali dan berhasil menyelamatkan diri dari amukan dengan berjalan sepanjang 8 km ke Desa Perbulan, ujarnya sambil menunjukkan tanda-tanda memar di wajahnya.

Demikian juga penuturan Sitta br Tompul (50) istri dari korban Naik Sinaga bahwa ia tidak dapat menerima semua kejadian ini. “Ini betul-betul fitnah untuk menjatuhkan moral keluarga kami. Sampai saat ini, kami sekeluarga masih percaya kepada Tuhan Yesus yang patut disembah dalam keluarga kami,” tutur ibu yang dikenal sebagai Bendahara HKBP Baturongkam tersedu-sedu.

Hingga berita ini dilaporkan ke Redaksi Jumat (9/11), ke enam keluarga korban masih berkumpul di Mapolsek Mardingding di Lau Baleng untuk mencari perlindungan hukum, sebab informasi yang diperoleh dari warga bahwa ke enam keluarga korban belum diperbolehkan pulang ke Batu Rongkam. Hal itu juga dibenarkan korban Rudolf Sinaga bahwa mereka juga takberani pulang ke rumah mereka, sebab saat ini juga telah diberlakukan jaga malam di Batu Rongkam.

Kapolsek Mardingding AKP A Siregar yang ditemui wartawan, Kamis (8/11) membenarkan kejadian itu. Siregar menambahkan, bahwa kasus ini telah ditangani bahkan saat malam itu setelah menerima laporan pihaknya langsung ke TKP bersama Muspika untuk mengamankan serta mengarahkan massa untuk menghentikan aksi pengerusakan rumah korban, tegas Siregar singkat.

Sumber : (M39/y) Harian SIB, Lau Baleng


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Diduga Memiliki Begu Ganjang, 6 Rumah Dirusak Warga Hingga Hancur di Karo”

  1. Tanggapan gunawan:

    wah, hari gene masih ada begu ganjang??? Apa kata dunia???
    Ima halak batak on, umporsea do tu hata ni dukun sian hata ni Debata, boi do sahalak dukun mambahen kacau disada inganan.

    Ai di huta sisongonon ma na porlu masuk pandita na boi mambahen pangantusian taringot tu harajaon ni Debata.
    Ra mungkin alani sahit Demam Berdarah, manang Malaria, alai didok ma alani begu ganjang….

    Horas

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemkot Akui Bukan Prioritas
Artikel selanjutnya :
   » » Demokrat Tutup Pendaftaran Calon Gubsu/Wagubsu