Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
7
Nov '07

Sulit Cari Bukti Pelaku Pencemaran Kali Surabaya


Pemkot Surabaya sulit mencari bukti pelaku pencemaran Kali Surabaya, karena banyak kendalanya.

TOGAR ARIFIN SILABAN Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Surabaya pada TEGUH reporter Suara Surabaya, Rabu (07/11) mengatakan, banyak kendala yang menyebabkan Pemkot sulit mencari pelaku pencemar Kali Surabaya.

Menurut TOGAR, diantara kesulitan itu faktor teknis yang sering dialami Pemkot dalam menemukan bukti otentik pencemaran. nDari pengalamannya memantau pencemar kali di Surabaya, dia sangat sering menemui kendala di lapangan.

Menurut TOGAR ARIFIN SILABAN, meski di Surabaya ada beberapa warga yang mengklaim dirinya sebagai Jogo Kali atau penjaga Kali Surabaya keberadaan mereka tidak menjamin terbebasnya Kali Surabaya dari pencemaran.

Kata TOGAR, bukan berarti warga penjaga kali tidak membuang limbah ke sungai, tapi hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke sungai.

Sampai sekarang kata TOGAR, Pemkot Surabaya mengawasi belasan perusahaan di sepanjang Kali Surabaya yang masuk wilayah Surabaya, karena diduga rawan melakukan pencemaran di Kali Surabaya.

Meski beberapa perusahaan yang diawasi itu punya IPAL, Pemkot tetap tidak mau kecolongan, karena mereka diduga juga punya beberapa saluran-saluran siluman untuk membuang limbah sisa industri ke Kali Surabaya tanpa diolah.

Sumber : (Iping Supingah) Suara Surabaya


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Sulit Cari Bukti Pelaku Pencemaran Kali Surabaya”

  1. Tanggapan Abdul Haris:

    Dari industri limbahnya cenderung mengandung karakteristik kimia yang khas dan dibuang dalam jumlah yang banyak dan konsisten. Nah untuk mengetahui apakah suatu industri diduga membuang limbah yang belum diolah dengan menggunakan saluran siluman, salah satu caranya adalah dengan menggunakan mass balance penggunaan bahan baku, air yang digunakan untuk proses, konsentrasi zat kimia dalam limbah yang dibuang, dan volume limbah yang dibuang perhari. Bila ternyata jumlah air yang digunakan jauh lebih besar daripada volume limbah yang dibuang (biasanya 70 sd 80 persen air yang digunakan dibuang dalam bentuk limbah), maka bisa dipastikan industri tersebut telah membuangnya melalui saluran siluman. tinggal dicari dimana saluran siluman itu. saya rasa cara ini tidak sulit diterapka, tinggal mau apa tidak melakukannya. itu tugas Anda untuk melakukannya.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Chairuman Mendaftar Ke Partai Demokrat
Artikel selanjutnya :
   » » Pencemaran Kali Surabaya, Sumber Pencemaran Diduga Dari Mojokerto