Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
7
Nov '07

H Chairuman Harahap SH MH Mendaftar Sebagai Balon Gubsu di Partai Demokrat


H Chairuman Harahap SH MH yang saat ini menjabat sebagai Deputi Menko Polhukam mendaftarkan dirinya ke DPD Partai Demokrat sebagai bakal calon (Balon) Gubsu, Selasa (6/11). Dengan demikian, mantan Kajatisu ini menjadi pendaftar ke-8 Balon Gubsu di DPD PD Sumut.
Rombongan Chairuman diterima oleh Sekretaris pendaftaran Nurhasanah SSos, beserta fungsionaris DPD PD Sumut lainnya seperti Dra Hj Dartatik Damanik, M Yusuf Siregar SH, Ali Osman Siregar SH dan Diaisyah Ritonga.

Sebelumnya Chairuman sudah menjadi daftar Balon Gubsu dari PDIP. Partai Demokrat menjadi pilihannya selanjutnya karena dinilai PD adalah partai yang demokratis, nasionalis dan religius serta dapat memberi harapan ke depan. Menurutnya, bukan hanya Partai Demokrat yang menjadi harapan, tapi perlu membangun koalisi-koalisi dengan partai lain dalam membangun Sumatera Utara.

Dia mengistilahkan, warna apapun kucingnya apakah itu merah atau hitam yang penting kucing tersebut dapat menangkap tikus. Untuk itu menurutnya perlu kebersamaan dalam melaksanakan pembangunan. Sangat ideal dilakukan koalisi dalam menjalin kebersamaan tersebut, yang penting bagaimana Sumut ini bisa terbangun dan masyarakatnya sejahtera.

Ketika ditanya apakah programnya untuk membangun Sumut, Chairuman menawarkan bagaimana kesungguhannya berbuat untuk Sumut ke depan dengan hati nurani. Kebersamaan untuk maju sangat perlu, karena tanpa itu tidak mungkin kesejahteraan bisa terwujud.
Tantangan Sumut ke depan semakin besar seperti globalisasi. Untuk itu SDM harus dikembangkan. Jika tidak, Sumut akan mengalami penurunan dalam arti jauh tertinggal pembangunannya dibanding propinsi lain.

Dalam membangun daerah haruslah realistik, harus berdasarkan realita yang ada, bukan angan-angan belaka. “Kita tahu apa persoalan Sumut ini, untuk itu kita akan mencari jalan keluarnya,” ucap Chairuman.
Berikut nama-nama Balon Gubsu/Wagubsu yang sudah mendaftar di DPD Partai Demokrat Sumut. Balon Gubsu: Ir RE Siahaan (Walikota P Siantar), Maruahal Silalahi SH (Anggota DPR RI), Syamsul Arifin SE (Bupati Langkat), Laksamana TNI Heri W Marzuki (Asisten KASAL), Prof Dr Ir Djohar Arifin Husein (Akademisi), H Tengku Milwan (Bupati Labuhan Batu), Mayjen TNI Tri Tamtomo (mantan Pangdam I BB) dan H Chairuman Harahap SH MH (Deputi Menko Polhukam). Balon Wagubsu: Bangun Silaban SE (Ketua DPRD Humbahas), Suherdy (Ketua DPW Pujakesuma Sumut), Dra Hj Dartatik Damanik (Ketua DPC PD Sergai), Maruahal Silalahi SH (Anggota DPR RI), Drg Idamawati Nababan (Anggota DPRD Medan).

Sumber : (M24/i) Harian SIB, Medan


Ada 6 tanggapan untuk artikel “H Chairuman Harahap SH MH Mendaftar Sebagai Balon Gubsu di Partai Demokrat”

  1. Tanggapan Halomoan Silaban:

    Chairuman Harahap yang dipopulerkan oleh media massa sebagai bang Ruman tampaknya punya kans lebih besar untuk pilgubsu 2008. Alasannya, dengan mengesampingkan polling-polling lokal yang dikelola oleh orang-orang tak profesional di belakang para kandidat untuk memihak secara tidak sehat, bang Ruman ternyata dapat mengungguli yang lain sesuai survey yang dilakukan lembaga terpercaya LSI (Lembaga Survey Indonesia, bukan Lingkaran Survey Indonesia).

    Elfanda, perwakilan LSI di Medan mengakui hal itu. Ia mengemukakan kepada pers baru-baru ini bahwa bang Ruman tidak begitu sulit mempopulerkan diri karena memang masih kuat ingatan masyarakat terhadapnya karena pernah menjabat dalam posisi penting di Sumatera Utara. Survey kami serius dan tidak diketahui, jangankan dibayar, oleh siapapun.

    Melihat perolehan persentase 23 %, Chairuman diyakini akan menang dengan mudah. Ada nama Rudolf yang memperoleh 19 persen, Abdillah dan Ali Umri 13 persen dan Syamsul Airin 5 persen serta Hery W Marzuki yang hanya mendapat 2 persen.

    Jika publik bertanya tentang angka-angka ini, maka jawabnya adalah bahwa dalam pilkada ini ada tiga tipe pemain. Pertama orang lama gaya lama (Syamsul termasuk kategori ini dengan sekedar meneruskan kebiasaan politik lama menabur uang dan mudah ditipu oleh orang-orang yang menjanjikan dukungan melalui pertemuan-pertemuan publik yang orang-orangnya seluruhnya dibayari ). Kedua orang baru gaya lama (Umri termasuk kategori ini dengan ciri permainan yang sekedar meneruskan kebiasaan lama dengan resep arogansi dibumbui tabur duit yang bagi masyarakat mayoritas dipandang sebagai penghinaan absolut terhadap kemiskinan absolut). Ketiga orang lama gaya baru (bang Ruman leading dalam kubu ini, dengan ciri tak mencemooah keburukan sistem lama tetapi mengembangkan model dan paradigma berpolitik baru berbasis pencerahan dan penumbuhan kesadaran arus bawah dengan tetap membuka komunikasi yang manis dengan elit).

    Jika bang Ruman berhasil, tentu itu ditentukan oleh dirinya sendiri dan tim yang berada di balik keberhasilan itu. Oleh karena itu figur pribadi dan tim sukses yang amanah menjadi kunci permainan.

    Tetapi bang Ruman harus waspada dan antisipatif terhadap para drakula demokrasi yang menghalalkan segala cara untuk menang. Hanya itu yang perlu bang Ruman perhatikan agar jangan kecolongan. Kan lucu bang Ruman didukung oleh masyoritas tetapi nanti orang lain yang dilantik jadi gubernur, seperti di daerah yang itu lho, bang Ruman tahu kan maksud saya?

    Itulah. Bravo bang Ruman

  2. Tanggapan Togar Silaban:

    Saya jadi teringat kejadian sekitar tahun 2001, waktu itu saya ketemu dengan seorang teman Philippina yang sedang ke Jakarta. Iseng-iseng saya tanya tentang Pilkada Langsung di Philippina ang sudah mulai sekitar tahun awal 80 an. Saya bilang: “Di Indonesia Gubernur itu dipilih oleh DPR antara 70-100 orang jadi rawan politik uang. Kalau pemilihan langsung, kan sangat sulit untuk politik uang”.
    Teman Philippina itu bilang, pada awalnya memang sulit untuk politik uang pada Pilkada langsung, tapi setelah 3-4 tahun otonomi, maka akan ketemu celah untuk politik tabur uang itu. Teman itu bilang, pemilihan langsung tidak lebih baik dari pemilihan perwakilan oleh DPR seperti dulu.

    Ternyata omongan teman Philippina itu sekarang sudah sangat marak terjadi di Indonesia, termasuk dalam PilGubsu ini. Sarat dengan politik uang.

    Tidak ada yang gratis, “No free luch”, kalau seorang calon mau mengeluarkan uang untuk dipilih, maka seandainya dia terpilih sudah tentu ia akan mengembalikan “modal”nya plus bunga dalam tempo sesingkat-singkatnya.
    Maka rakyat lagi yang jadi sapi perahannya, korbannya.
    Masak sistem ini akan terus menerus dilakukan??.

  3. Tanggapan roni Pangemanan:

    SELAMAT BANG RUMAN!!
    Bang pilih lah wakil anda seorang birokrat tulen yang mengerti betul seluk beluk pemeruntahan daerah.

    Seperti: DZAILI AZWAR (sekdakab serdang bedagai), atau Afifuddin Lubis (sekdakot medan), RE. Nainggolan (Ka. Bappeda Sumut)

    calon-calon seperti inilah yang menurut kami dapat bekerjasama dengan bang ruman jika tyerpilih menjadi gubernur nanti!!

    Saya dengar di polling salah satu harian sumut, nama bang ruman sempat nongol di posisi 6 bersama dzaili azwar, sekdakab sergei. Ini hal yang luar biasa, berarti ada sekelompok masyarakat yang menginginkan abang untuk berpaket dengan beliau. APalagi beliau sudah berpengalaman di bidang birokrasi.

    Tapi saya harap bang ruman siapapun wakilnya dapat memenangkan pertarungan pilkada sumut!!!

  4. Tanggapan sofiyar:

    Selamat bang Ruman, selamat apanya ya?ooh mungkin selamat atas penanganan kasus-kasus dalam bidang hukum yang ditanganinya selama beliau menjabat sebagai KAJATISU, (sekedar menanganinya saja saya sudah memberi selamat apalagi kalau beliau benar-benar menuntaskannya), mungkin bang Ruman sangat pantas sekali menjabat GUBSU, karena beliau sangat pengalaman di dunia birokrat? oh maaf beliau nelum pernah menjabat sebagai birokrat, jadi apa yang diandalkan beliau untuk menjadi GUBSU ya? selaku rakyat awamkan kita pantas menanyakan hal tersebut

  5. Tanggapan hendra help yansen:

    semoga sukses buat bang Ruman menjadi gubsu, tapi say asebgai masyarkat awam ingin meminta sedikit janji untuk kemajuan SUMUT kedepan. maju bang Menjuah-juah

  6. Tanggapan sabar sihite:

    salam untuk bang ruman
    bang ruman merupakan tokoh penting di sumut.selain di kenal sebagai penegak hukum, bang ruman juga orang nasionalis terlihat dari sepak terjangnya pada masa mahasiswa di UNPAD dan juga ketika bekarya sebagai penegak hukum khususnya di sumatera utara. Wajar sekali bila Bang ruman hasil survey LSI mendapatkan posisi teratas sebagai calon gubernur sumut.
    Namun popularitas bang ruman menurut saya tidak cukup dalam rangka membangun sumut, yang terpenting bagai mana bang ruman mempunyai konsep pembangunan di kawasaan pantai barat dan pantai timur sumatera utara yang kita lihat banyak ketimpangan baik dari segi sosial, ekonomi dan politik.
    sebagai calon gubernur sumatera utara yang menjadi gubernur sumut bukan hanya calon, menurut saya bang ruman harus menggaet pasangan calon dari etnis jawa asal sumut karena etnis ini merupakan etnis terbesar di sumut. pada konteks birokrasi bang ruman harus juga bisa menggaet birokrat asal kawasan danau toba sebagai sekda, karena ini pemegang mesin birokrasi saat ini.
    Pada wilayah tim kampanye bang rumah harus mampu mengkombinasikan atara tim kampanye dari parpol dan juga dari NGO yang mengakar di sumut.

    Maju terus bang jangan hiraukan rudolf pardede
    dari sabar sihite

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Jemaat Methodist Ingin Berjuang Bersama Syamsul Arifin Jadi Gubsu
Artikel selanjutnya :
   » » Chairuman Mendaftar Ke Partai Demokrat