Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Nov '07

GAMKI Gelar Kongres VIII


Syamsul Arifin: Jadilah Teladan bagi Masyarakat

Ketua Umum PB Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) H Syamsul Arifin Silaban SE, mengharapkan kader Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal membangun nasionalisme dan pluralisme. Dengan bagitu, persatuan dan kesatuan bangsa dapat diwujudkan.

Demikian disampaikan putra Melayu sahabat semua suku itu di hadapan ratusan peserta Kongres VIII GAMKI, di Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknik (P3GT) Jalan Setia Budi Medan.
Hadir dalam acara tersebut, anggota DPR RI Yasona Laoly, narasumber Sekdaprovsu Drs H Muhyan Tambuse, Pdt Dr Jontor Situmorang MTh, dan Drs Edward Simanjuntak MM serta ratusan pengurus GAMKI se Indonesia.

“GAMKI harus jadi ujung tombak dalam membangun pluralisme khususnya di Sumut. Sebagai generasi muda GAMKI harus bisa menjadi garda terdepan membangun kebersamaan. Tanpa kebersamaan bangsa ini tidak akan bisa dibangun sesuai dengan cita-cita kita,” ujar tokoh masyarakat bermarga Silaban ini.

Tinggalkan Ego
Untuk membangun kebersamaan itu, jelas Syamsul Arifin, masing-masing harus meninggalkan ego pribadinya. Menurutnya, ego pribadi selalu muncul di saat dihadapkan pada persoalan.
“Masing-masing kita akan mengatakan kitalah yang terbaik. Kalau sudah bicara ego sudah susah untuk menyatukan persepsi. Makanya, ini tugas GAMKI untuk bisa jadi ujung tombak membangun kebersamaan,” ujar tokoh adat Melayu bergelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah.

Di bangian lain, Syamsul dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta Kongres VIII agar selalu jadi Daniel bukan Yudas. Pasalnya, Yudas merupakan simbol pengkhianat, di manapun dia akan tetap berkhianat termasuk pada pemimpinnya. Sedangkan Daniel, jelas mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut ini, merupakan lambang iman.

Syamsul dalam kesempatan itu mengingatkan kepada kader GAMKI untuk bisa mengatur pola hidup dan organisasi agar bisa termenej dengan baik. Begitu juga menyusun rencana hidup dan organisasi supaya yang telah dilakukan tidak sia-sia.

Pluralisme
Sekdaprovsu Drs H Muhyan Tambuse mengatakan, untuk membangun pluralisme tidak bisa dilakukan dengan ajakan saja, tapi harus sama dengan perbuatan.
“Jadi, perbuatan dan perkataan harus sama. Kalau itu sudah dilakukan maka masyarakat akan meneladani apa yang kita sampaikan,” ujarnya.

Dikatakan orang nomor dua di Sumut ini, membangun keteladanan juga harus dibuktikan dengan karya nyata yang dilakukan GAMKI. “Meski apa yang kita kerjakan itu kecil-kecil, tapi manfaatnya harus bagi semua orang,” jelasnya.
Senioren GAMKI Sumut Drs Edward Simanjuntak MM dalam kesempatan itu mengajak merefleksikan tentang arti kebersamaan atau kebhinnekaan dan ke Indonesiaan. Menurutnya, kebersamaan itu harus betul-betul memahami arti perbedaan.
Pdt Dr Jontor Situmorang MTh menyampaikan tentang kesiapan angkatan muda dalam kepemimpinan multikultural itu ditentukan kemampuan dan keinginannya untuk melaksanakan tugas mulia mensejahterakan bangsa.

Sumber : (rel/sug) Harian Analisa, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.