Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
30
Okt '07

Penyebaran HIV Harus Diwaspadai


Penyebaran human immunodeficiency virus (HIV) harus lebih diwaspadai, mengingat saat ini diibaratkan fenomena gunung es, yang tampak kecil di permukaan, padahal jumlahnya sangat besar.

Hal ini dikatakan Konsultan Kesehatan Reproduksi dr Christoffel L Tobing SPOG-K dalam seminar bertajuk “Mereka Butuh Uluran Tangan, Perhatian dan Cinta,” yang diselenggarakan Cordia Caritas Medan bekerja sama dengan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Medan. “Sementara itu, penderita AIDS yang ada di Adam Malik saat ini berjumlah 39 orang dan 27 di antaranya berasal dari Medan. Namun kita perlu waspada, saat ini tidak hanya 39, namun kemungkinan telah mencapai 3.900,” terangnya Christoffel di sela acara seminar, Sabtu (27/10).

Christoffel mengungkapkan, saat ini diperkirakan ada sekitar 2.000 pekerja seks komersial (PSK) di Kota Medan dan hampir semua berpotensi menularkan HIV. Di samping itu, seluruh kabupaten/kota di Sumut tidak ada yang tidak terjangkit HIV. Hal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa harus lebih diwaspadai.

Masih banyaknya penderita yang menutup diri, membuat virus ini sangat mudah berpindah ke orang lain. Panjangnya waktu inkubasi virus, membuat penderita tidak menyadari adanya virus di dalam tubuhnya.

Sementara itu, Asisten Direktur Cordia Kepler Silaban MHum mengatakan, usia antara 20-29 tahun memiliki potensi sekitar 53% kelompok rawan yang tertular HIV, sedangkan usia 30-39 tahun sekitar 25% dan kelompok usia 40-50 tahun sekitar 7-8%.

Menurut data, Indonesia memiliki jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 130 ribu orang. Menurut data 2005, Sumut menempati urutan ke-6 dari sepuluh besar daerah di Indonesia yang memiliki jumlah penderita HIV/AIDS.

Selain PSK dan seks bebas, pengguna narkoba juga rentan terhadap penularan HIV yang biasanya terjadi lewat jarum suntik. Narkoba diakui telah menjadi krisis nasional dan akan semakin tragis dan menyedihkan bila tidak segera ditanggulangi.

Di samping memberikan informasi akurat terkait narkoba dan seks yang kesemuanya rentan terhadap infeksi HIV, dalam seminar ini juga diberikan arahan untuk mengurangi sikap diskriminatif dari masyarakat awam terhadap korban narkoba dan HIV. Sebab, tidak ada hal yang lebih penting selain mendidik dan menyiapkan kaum muda menghadapi realita penyalahgunaan narkoba dan AIDS. Banyak anak muda yang rentan terhadap HIV-AIDS karena kurangnya informasi.

Sumber : (Eva Simanjuntak) Harian Global, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Empat Tersangka Sabu Bebas
Artikel selanjutnya :
   » » Konser Paduan Suara Methodist 1 Medan Sukses