Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
28
Okt '07

HUT 146 HKBP - Presiden SBY dan Ibu Negara Diulosi


Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menerima ulos dalam acara Pesta Parolopolopon 67 tahun HKBP Manjujung Baringinna (Mandiri) & HUT ke 146 HKBP, di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu (28/10/2007). Ulos yang diserahkan Ephorus HKBP Pendeta Dr.Bonar Napitupulu, itu sebagai penghargaan tertinggi serta simbol penerimaan menjadi keluarga oleh masyarakat HKBP.

Saat menyampirkan ulos ke bahu Presiden dan Ibu Ani, Bonar Napitupulu mengatakan bahwa pemberian ulos kepada seseorang merupakan penghargaan tertinggi dalam kultur Batak. “Ulos merupakan lambang penerimaan menjadi keluarga. Bapak SBY dan Ibu Ani menjadi bapak dan ibu kami. Ulos juga sebagai lambang kasih, bahwa HKBP mengasihi Bapak dan Ibu dan menyertakan doa agar Bapak dan Ibu selalu disertai Tuhan dalam pekerjaannya,” kata Pendeta Bonar.

SBY dan Ibu Ani menyambut dengan senyum ketika ulos disampirkan.”Terimaksih atas penghargaan ini, akan kami pertanggungjawabkan,” kata Presiden.

Ephorus HKBP Pendeta Bonar Napitupulu dalam sambutannya memuji Presiden Yudhoyono sebagai pemimpin yang ganteng di antara para pemimpin negara lainnya. “Jadi, Ny Ani, Presiden yang ganteng itu bukan hanya kebanggaan ibu saja. Itu juga menjadi kebanggaan kami, warga HKBP,” kaata Ephorus.

Acara ini dihadiri sekitar 80.000 warga jemaat HKBP dari seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta perwakilan dari Jabar, Jatim, Sumut, Jambi dan Sumsel, dari total 5 juta warga jemaat HKBP secara nasional. Acara didahului dengan ibadah raya pada pagi hari.

Hadir juga pada acara itu di antaranya Menteri Agama Maftuh Basyuni, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Gubernur DKI Fauzi Bowo, mantan Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Akbar Tandjung dan Nina Tandjung, dan mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Letjen (Purn) Luhut Pandjaitan.

Hidup Saling Mengasihi
Presiden SBY dan Ibu Ani tiba di tempat acara pukul 13.30, mengenakan batik warna merah, dan Ibu Ani mengenakan kebaya merah. Didampingi Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, termasuk warga jemaat Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP, untuk hidup bersama dalam setiap perbedaan, tetapi tetap dalam persatuan, kasih-mengasihi, hormat-menghormati, dan saling berdamai, tanpa diskriminasi.

Menurut Presiden, meskipun hidup berbeda dalam agama, suku, ras, daerah, dan identitas lainnya, bangsa Indonesia tetaplah satu bangsa. “Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mari juga kita hidup dalam perbedaan, tetapi tetap dalam persatuan. Saling mengasihi, saling menghormati, damai, dan tanpa diskriminasi,” seru presiden.

Presiden mengajak segenap komponen bangsa untuk mencegah perselisihan dan kekerasan, dengan mengedepankan kerukunan dan perdamaian.

Presiden mengatakan bahwa peraturan dibuat untuk mengatur, tapi bila masih ada kekurangan, Presiden mengajak jemaat HKBP untuk bersama-sama memperbaikinya. Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, dan mengingatkan agar kemajemukan ini jangan sampai menjadi perpecahan.

Seusai berpidato, Presiden dan Ny Ani Yudhoyono mendapatkan ulos sebagai wujud kasih warga jemaat HKBP kepada Presiden dan Ny Ani Yudhoyono. Kemudian Presiden berkesempatan menyaksikan pentas musik drama anak bajarbajar, anak jitujitu. Setelah itu, Presiden dan Ibu Ani serta rombongan meninggalkan tempat acara pada pukul 15.00 WIB.

Sumber : (e-ti/doan) Tokoh Indonesia


Ada 2 tanggapan untuk artikel “HUT 146 HKBP - Presiden SBY dan Ibu Negara Diulosi”

  1. Tanggapan Duma Heroika:

    Tanggapan mengenai pesta HKBP, kami turut senang walaupun tidak ikut dalam acara tersebut, lain kali mungkin lebih bagus diadakan di Medan (Tarutung)

  2. Tanggapan Hotman:

    Sangat bangga RI 1 hadir pada pesta ini. Tapi yang paling penting HKBP jangan coba-coba ikut dalam pentas politik seperti yang dilakukan beberapa petinggi HKBP sebelumnya yang berkeinginan meng-kuningkan HKBP (ingat latarbelakang pecahnya HKBP 1992).

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » H Tengku Milwan Ramaikan Bursa Balon Gubsu
Artikel selanjutnya :
   » » 30 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Tapteng Dimutasi