Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
27
Okt '07

Ketua DPRD Nur Syafriadi: Tingkatkan Peran Masyarakat Tangkal Pabrik Narkotika


Untuk menangkal pendirian pabrik narkotika dan obat-obat terlarang di daerah Kepulauan Riau, Ketua DPRD Nur Syafriadi mengharapkan kerja sama polisi dengan masyarakat ditingkatkan.

Hal itu disampaikan Nur Syafriadi ketika dihubungi SH di Jakarta, Kamis (25/10) sore. Jika ada kegiatan terselubung atau yang mencurigakan di lingkungan masing-masing, andil masyarakat untuk melaporkannya ke pihak kepolisian agar dapat segera diselidiki kegiatan apa yang berlangsung dalam rumah, toko atau pada lokasi lainnya.

Demikian halnya perangkat RT dan RW bahkan aparat kelurahan, mesti lebih aktif memonitor kegiatan warga maupun pendatang yang mengontrak tempat dengan berbagai kegiatannya. Dengan demikian, orang-orang tak bertanggung jawab melakukan kegiatan yang melanggar hukum, termasuk soal pembuatan pabrik sabu-sabu atau ekstasi di lingkungan penduduk, bisa ditangkal.

Dia mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi (penghargaan) terhadap Polri khususnya tim Mabes Polri karena berhasil membongkar empat pabrik sabu-sabu di Batam dan satu lagi di Muarakarang, Pluit Jakarta Utara, beberapa hari lalu.

Ia tidak bisa membayangkan banyaknya generasi muda bangsa yang rusak sebagai pengguna, jika hasil produksi 568 kg bahan sabu-sabu yang diamankan Mabes Polri sempat beredar ke pasaran dalam negeri maupun luar negeri.
Politisi muda asal Partai Golkar itu pun setuju bila pengadilan nantinya menjatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi tujuh tersangka pelaku, sindikat internasional, yang berhasil diringkus tim Mabes Polri.

Menanggapi sempat maraknya pabrik narkotika di daerah Kepri terutama Kota Batam dan Karimun, Nur Syafriadi mengatakan tanggung jawab Kamtibmas tidak semuanya di pundak kepolisian, tapi juga masyarakat. Justru itu dia mengimbau peran serta warga dengan perangkat RT/RW bahkan lurah, peka terhadap keadaan di lingkungan masing-masing. “Berikanlah informasi kepada polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan, sehingga dapat ditindaklanjuti secara hukum. Kerja sama semua elemen masyarakat perlu ditingkatkan lagi,” pinta Nur Syafriadi.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ismeth Abdullah belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi mengenai masalah ini. Namun, menurut salah satu staf di kantor sekretariat daerah di Tanjungpinang, Kamis (25/10) petang, Gubernur belum dapat dihubungi karena sedang mengikuti pendidikan di Lemhanas Jakarta. Begitu juga Kabiro Humas dan Protokol Drs Dimyath memilih berdiam diri saat dikontak via telepon. Ia turut ke Jakarta mendampingi Gubernur Kepri.

Polda Kecolongan
Kapolda Kepri Brigjen Sutarman sampai saat ini belum memberikan penjelasan kepada pers, menjawab tudingan beberapa kalangan bahwa Polda Kepri telah kecolongan atas pendirian empat pabrik sabu-sabu di Batam. Apalagi salah satu pabrik yang berlokasi di kompleks pertokoan Hop Seng dekat jalan besar, hanya berjarak sekitar 150 meter dari Markas Polda Kepri di Batam Center.

Sementara itu, DEA Hong Kong (badan antinarkotika) bersama MJIB Taiwan dan DEA Singapura sudah memberikan informasi tentang keberadaan empat pabrik di Batam kepada Mabes Polri dengan BNN tiga bulan lalu.

Kemudian dalam operasi penyergapan ke empat lokasi pabrik, Sabtu (20/10) menjelang tengah malam, Mabes Polri tidak mengikutsertakan aparat Polda Kepri. Enam tersangka justru diringkus dari dua ruko (No 5 dan 6) di kompleks pertokoan Hop Seng. Dua di antaranya berkewarganegaraan Taiwan, Wang Chin I (52) bersama Tsai-tsai Cheng (54).

Menurut Kapolri Jenderal Sutanto pada wartawan, keduanya ahli ramu sabu-sabu dan koordinator pabrik di Batam dengan Jakarta. Lima lagi warga Indonesia, A Peng asal Jakarta, Jaelani Usman dan Sayed Abubakar asal Aceh serta Darwin Silaban asal Huraso-Tapanuli Selatan-Sumut.

Sumber : (Parlyn Manungkalit) Sinar Harapan, Riau


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Giliran Toko Keramik Digeledah
Artikel selanjutnya :
   » » Lima Kawanan Perampok Ditangkap