Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
25
Okt '07

Dua Peracik Sabu-sabu dari Taiwan Diperiksa Intensif


Polisi akan memeriksa pemilik rumah di Jl Muara Karang Blok P7 Selatan No 18 Penjaringan, Jakarta Utara, terkait terbongkarnya pabrik sabu-sabu terbesar di Batam, Kepulauan Riau, baru-baru ini. Rumah milik Leo Nam Khiong alias Leo Medan (54) itu digunakan untuk menyimpan sabu-sabu dari Batam.

“Rumah tersebut memang sudah dikontrak orang lain. Tapi kita juga perlu mendengar keterangan dari pemilik rumah yang sampai saat ini belum jelas keberadaannya,” kata Kanit II Narkoba Bereskrim Mabes Polri Kombes Pol Siswandi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/10). Untuk mengamankan lokasi, rumah mewah itu kini diberi di police line dan dijaga ketat petugas.

Menurut polisi, di rumah tersebut Leo tinggal bersama kakak dan keponakannya, yaitu Gan Gim Kie (43), Rusdi (25), Stephen Leo (19), dan Steward Leo (11). Namun sejak setahun terakhir rumah ini telah dikontrakkan kepada A Way. Leo sendiri pernah tersangkut masalah tanah yang kasusnya ditangani Polres Jakbar.

Di rumah kontrakan itu polisi menemukan sabu-sabu yang disembunyikan di lemari es. Rumah itu dikontrakkan seharga Rp 30 juta per tahun. Sejumlah warga sekitar dan Hansip perumahan sering melihat A Way, tapi tidak begitu kenal karena jarang bergaul. Bahkan Ketua RT 11/8 Iyan Patra mengaku pemilik maupun penghuni rumah itu jarang melapor.

Rumah kontrakan itu menampung sabu-sabu dari Batam melalui kapal nelayan, untuk diedarkan di Jakarta. Dalam penggerebekan yang waktunya hampir bersamaan dengan di Batam, polisi menangkap Wang Chin I dan Tsai Tsai Cheng, ahli peracik dari Taiwan. A Way tidak ada di tempat ketika penggerebekan.

Sebagaimana diberitakan, Badan Narkotika Nasional (BNN), bekerja sama dengan badan nar-kotika Hong Kong, Singapura dan Taiwan, menggerebek empat lokasi di Kota Batam yang diduga menjadi tempat pabrik pembuatan sabu-sabu pada Sabtu (20/10) lalu.

Dalam penggerebekan tersebut polisi menyita 586 kilogram sabu-sabu senilai Rp 456 miliar. Keempat pabrik itu terkait dengan pabrik sabu-sabu di Pluit, Jakarta Utara, yang digerebek dalam waktu hampir bersamaan. Di lokasi tersebut polisi menemukan 23 kg sabu-sabu dan 19 kilogram sabu-sabu cair

Para tersangka yang kini ditahan di Mabes Polri adalah Wang Chin I dan Tsai Tsai Chen, keduanya WN Taiwan. Sedangkan empat lainnya yang merupakan WNI adalah Jaelani Usman, Darwin Silaban, Syaed Abu Bakar, dan A Peng. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pabrik itu telah beroperasi selama satu tahun.

Sumber : (Sadono) Suara Karya Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.