Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
24
Okt '07

Bahan Diangkut Kapal Nelayan


Pemodal Pabrik Sabu Masih Buron

Bahan sabu yang disita polisi dalam operasi penggerebekan di Batam dan Jakarta diselundupkan melalui kapal nelayan asal Taiwan yang beroperasi di perairan Indonesia. Pengamanan yang lemah di wilayah perairan Indonesia menjadi celah strategis bagi industri narkotika internasional.

Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto mengatakan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/10). “Kelihatannya, itu jalur yang lemah. Di Indonesia kan banyak pelabuhan nelayan, yang bisa saja tanpa pemeriksaan dokumen. Kapal tradisional asing biasanya juga tidak pakai izin untuk memasuki perairan Indonesia,” ucap Sisno.

Bahan sabu yang disita polisi itu sebagian belum dapat diidentifikasikan. Bahan itu misalnya 1.000 kilogram bubuk kimia tak dikenal dan dua macam cairan bahan kimia sebanyak 125 kilogram dan 330 galon. Bahan-bahan itu dikemas dalam bungkusan bertuliskan huruf China.

Sisno mengatakan, meski sindikat yang dibongkar berskala produksi besar, mereka cenderung memecah proses produksi di beberapa lokasi. Hal itu berbeda dengan pabrik ekstasi di Cikande, Kabupaten Tangerang, yang terpusat di satu lokasi. Menurut Sisno, dengan diproduksi secara sporadis, aktivitas lebih tersamar.

Seluruh proses produksi sabu dipecah dalam lima lokasi, yaitu empat di Batam dan satu di Pluit, Jakarta Utara. Empat lokasi di Batam digunakan sebagai tempat proses awal pengolahan sabu cair hingga pemasakan, pengeringan, sampai menjadi kristal sabu. Sementara rumah kontrakan di Pluit juga merupakan tempat pengolahan akhir sekaligus persinggahan sebelum didistribusikan di Indonesia.

Sisno menyebutkan, hingga kemarin polisi masih menyelidiki lebih jauh sindikat yang memakai sistem sel tersebut. “Pemodalnya kini sedang dicari,” katanya.

Keenam tersangka yang ditangkap adalah dua warga Taiwan, Wang Chin I (52) dan Tsai Tsai Cheng (53), serta empat warga negara Indonesia, yaitu Jaelani Usman (32), Darwin Silaban (25), Syaed Abu Bakar (54), dan Apeng (42) (Kompas, 23/10).

Dalam operasi penggerebekan sejak 20 Oktober lalu itu, polisi menyita sekitar 4,5 ton bahan kimia padat dan 568 liter cairan methamphetamine. Polisi memperkirakan nilai bahan-bahan itu Rp 454 miliar. Jika semua bahan telah menjadi sabu, nilainya diperkirakan dapat melampaui Rp 1 triliun. Itu merujuk pada harga sabu berkualitas Rp 900.000 per gram.

Sumber : (SF) Harian Kompas, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Bos SS Batam Warga Taiwan
Artikel selanjutnya :
   » » Penggerebekan Pabrik Sabu di Batam, Menyamar Karyawan Ponsel