Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
23
Okt '07

Singapura akan Analisis Bahan Narkoba di Batam


Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya

Lembaga Pemberantasan Narkoba (Drug and Enforcement Administration-DEA) Singapura menyatakan akan menganalisis bahan-bahan yang digunakan untuk produksi sabu di Batam.

Sementara Polda Kepri masih mengusut kemungkinan adanya pabrik sabu yang lain di Batam dan sekitarnya.

“Kamis pekan ini kami akan kembali ke Batam mengambil sampel bahan baku pembuatan sabu-sabu untuk dianalisis secara mendalam,” kata Kepala DEA Singapura Russel Holske kepada wartawan di Batam, Selasa (23/10).

Pihak DEA Singapura, kata Russel, otomatis terlibat dalam pengungkapan kasus produksi sabu-sabu di Batam karena jaringannya ke seluruh dunia.

Informasi awal yang diterima DEA Singapura adalah, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan sabu-sabu didatangkan dari China. Russel membenarkan besar kemungkinan Singapura dijadikan tempat transit bahan baku dan para pelaku.

“Sebab masuknya ke Batam menggunakan kapal laut, bukan pesawat terbang,” katanya.

Meski demikian, Russel mengatakan keterlibatan warga Singapura dalam kasus ini masih dalam penyelidikan. Besarnya modal yang ditanamkan dan sistem pengolahan yang sangat profesional, kata Russel, membuktikan jaringan penghasil obat terlarang itu merupakan satu mata rantai yang terorganisasi di banyak negara.

Pabrik di lokasi lain
Sementara itu, hingga kini Polda Kepri masih melakukan pengusutan terhadap kemungkinan adanya pabrik lain di Batam dan sekitarnya. Tim Mabes Polri, Selasa (23/10) masih berada di Batam untuk melanjutkan pengusutan bersama Polda Kepri dan Poltabes Batam-Rempang-Galang (Barelang).

“Penyidikan kasus pabrik sabu di Batam berada langsung di bawah tim khusus dari mabes Polri. Mereka masih bekerja di Batam untuk menyelidiki kemungkinan adanya pabrik lain dan tersangka baru,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sutarman kepada Media Indonesia

Keenam tersangka dalam kasus penemuan pabrik sabu itu, yakni Wang Chin-I (52) dan Tsai Tsai Cheng (53) masing-masing WN Taiwan dan Zaelani Usman (28), Darwin Silaban (25), Syaed Abubakar (54) dan Apeng (42), Selasa ini (23/10) dibawa ke Jakarta.

“Mereka (para tersangka) akan diperiksa di Mabes Polri Jakarta, karena TKP-nya bukan hanya di Batam, melainkan di Jakarta dan Surabaya,” tutur Sutarman.

Ia juga mengatakan terungkapnya empat lokasi pembuatan sabu-sabu di Batam merupakan bukti bahwa Kepri pada umumnya dan Batam khususnya adalah lokasi strategis bagi produksi dan peredaran narkoba.

“Informasi ini telah lama sekali diselidiki. Seluruh tim dari dalam dan luar negeri bergerak untuk melakukan pengejaran dan menindaklanjutinya. Dan terbukti di Batam memang tempat yang strategis untuk memproduksi sabu,” ujarnya.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, mengaku kaget dengan terbongkarnya empat titik pabrik narkoba di Kota Batam.

“Kita merasa prihatin dengan kejadian ini. Tapi kita juga salut dengan aparat kepolisian bisa membongkar kasus ini,” ujar Ismeth.

Koordinasi pemerintah dengan aparat kepolisian dan aparat keamanan lainnya, kata Ismeth, akan lebih ditingkatakan lagi.

“Pelabuhan dan tempat-tempat penyimpanan barang akan dijaga ketat melalui pengawasan yang lebih baik di pintu-pintu masuk dan keluar di Pulau Batam,” katanya.

Satpam di gudang dan permukiman penduduk, tuturnya, akan dibekali selebaran maupun pengetahuan mengenai barang-barang terlarang itu.

“Pokoknya, jangan sampai kita kecolongan lagi,” tegas Ismeth.

Sebelumnya, Polri mengungkap empat pabrik sabu-sabu di Batam pada Minggu (21/10). Polri yang dibantu DEA Hongkong dan Singapura menangkap 6 tersangka dan menyita bahan bahan jadi sabu senilai Rp454 miliar.

Empat lokasi pabrik ekstasi terbesar di Indonesia itu berada di kompleks pergudangan Taman Niaga Blok E No.3 di Kawasan Industri Panbil Mukakuning, kompleks pergudangan Hijrah Karya Mandiri Blok C nomor 5 Batam Center, kompleks Perumahan Duta Mas Cluster II nomor 57 Batam Center, dan kompleks Pertokoan HUP SENG Blok C nomor 8 Batam Center.

Sumber : (Emerson Tarihoran- ON/Ol-03) Media Indonesia, Batam

[SB] Tags : , ,



Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Singapura akan Analisis Bahan Narkoba di Batam”

  1. Tanggapan batas harianto sidabutar:

    Saya kadang beranggapan bahwa peredaran narkotika dan psikotropika sampai kapanpun tidak akan pernah berhenti, karena banyak orang yang berkepentingan di dalamnya. Tapi akhir2 ini anggapan saya tersebut mulai sedikit terkikis dengan kinerja kepolisian dan BNN yang mengungkap beberapa gembong narkotika yang cukup besar.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Jakarta Jadi Tempat Distribusi Narkoba
Artikel selanjutnya :
   » » Terungkap Pabrik Sabu Omzet Rp 90 M Sebulan