Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
3
Okt '07

Ratusan Pedagang Unjukrasa Ke DPRD Dairi


Sekitar 300 pedagang pasar induk Sidikalang Kab. Dairi, yang menamakan dirinya sebagai Himpunan Padagang Pasar Sidikalang (HPPS) mengadakan unjuk rasa ke DPRD Dairi, Selasa (2/10).

Mereka berkumpul di pasar induk dan jalan kaki menuju gedung dewan, dengan membawa beberapa poster dan spanduk ukuran besar bertuliskan, ’Pembangunan Pasar Ditinjau/diundurkan’, ’Harga mencekik leher agar diturunkan’ dan lainya. Unjukrasa berkaitan rencana pemerintah membangun pasar induk tradisional Sidikalang menjadi pasar modern, dengan dana Rp18 miliar. Di antaranya Rp12 miliar dana pinjaman dan Rp6 miliar dana pendamping bersumber dari APBD Dairi. Direncanakan pembangunan di mulai tahun ini. Sedangkan harga tempat (lost) setelah pembangunan, mulai dari Rp6 juta hingga Rp48 juta.

Pengunjukrasa di halaman gedung DPRD langsung berorasi agar pelaksanaan pembangunan ditunda serta harga lost (tempat jualan) yang dinilai mencekik leher diturunkan. Tak lama berorasi, sembilan utusan pengunjuk rasa diterima DPRD di antaranya, J. Toni Sidabutar, R. Panjaitan, H. Sihombing, Lamhot Sabar Siahaan, Nampen Dabutar, Jonner Sitohang dan Haposan  Marpaung.

Utusan pengunjuk rasa diterima Ketua DPRD, Leonard Samosir serta anggota Abdul Angkat, Ir. Arson Sihombing, Bernat Meka, Parlindungan Silaban, Pardomuan Simanjutak, SH serta di hadiri Kadis Pasar, Drs. Wesly Manullang, Kadis PU, Ir. Tagor Sinurat dan Asisten III, Ir. Agus Bukka. Dalam pertemuan itu utusan pengunjukrasa meminta pelaksanaan pembangunan pasar ditunda hingga awal 2008. Dengan alasan antara Oktober-Desember 2007 merupakan pekan besar berkaitan hari Natal dan Tahun Baru. Penghasilan cukup lumayan dan jangan sampai terganggu. Begitu juga dengan harga lost dinilai terlalu mahal bahkan dianggap mencekik leher.

Kadis PU, Ir. Tagor Sinurat mengatakan, pelaksanaan pembangunan fisik pasar tersebut akan dimulai awal 2008. Sebab mulai Oktober hingga Desember 2007 masih proses tender. Sedangkan masalah harga sesuai tuntutan pengunjuk rasa, anggota DPRD, Ir. Arson Sihombing mengambil solusi agar dana pendamping dari APBD Dairi Rp6 miliar dapat ditambah sehingga mengurangi harga lost. Ketua DPRD Leonard Samosir mengatakan, masalah harga akan dibicarakan dengan pihak eksekutif (Pemkab). Pertemuan akan diadakan kembali dua hari setelah lebaran. Sekarang masih bulan suci ramadhan. Akhirnya pengunjukrasa pulang dengan tertib.

Sumber : (c08) Waspada Online, Sidikalang


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Ratusan Pedagang Unjukrasa Ke DPRD Dairi”

  1. Tanggapan william joe:

    saya rasa pasar induk sidikalang tidak perlu dibangun secara keseluruha tetapi hanya cukup direnovasi saja. melihat pendapatan para pedagang di pasar induk sidikalang yang masih didominasi oleh pedagang kecil. ini sebagai beban berat bagi mereka. tidak menutup kemungkinan para pedagang tersebut akan “mati” dan akan timbul pengangguran yang besar. belum lagi melunasi hutang kepada “lintah darat” hal ini akan menjadi tugas berat pemda dalam mengatasi kemiskinan.
    kalaupun pasar induk sidikalang dibangun maka saya pribadi menyarnkn agar harga lost di perkeci. harga ini sangat “menyekik leher” masyarakat dairi. kami ingin keadilan , kami tak ingin pembangunan pasar ini sebagai ajang pengumpul dana dalam menghadapi PILKADA 2008.

  2. Tanggapan Harmon Pandiangan,:

    mengenai pasar induk sidikalang yang rencananya akan dibangun menjadi pasar modern dengan biaya 18M saya rasa itu merupakan program yang bagus melihat kondisi pasar yang semraut setiap hari terlebih hari rabu dan sabtu tetapi alangkah baiknya jika rencana tersebut diperhitungkan lebih matang lagi dan tidak mematikan para pedagang yang ada.harga lost yang ditetapkan oleh pemda sangatlah tinggi ini perlu dikaji ulang.cara untuk membangun pasar tersebut saya rasa boleh dilakukan dengan bertahap dengan memperhitungkan aspek2 disekitar dengan catatan jangan lakukan pembodohan terhadap masyarakat.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.