Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
2
Okt '07

Perlu Posko Pengaduan Perusahaan tak Bayar THR


Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) perlu membuka posko pengaduan bagi pekerja setidaknya satu bulan sebelum batas waktu penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mengantisipasi bila terjadi demo karena penundaan atau perusahaan tidak mampu membayar.
“Buruh atau pekerja sudah bisa memprediksi terjadinya masalah pemberian THR, karena mereka tahu kondisi perusahaan tempat mereka bekerja. Sehingga jauh hari, sudah dapat dicarikan solusi bagi kedua belah pihak,” kata Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban, di Jakarta, Senin (2/10).

Ia mengatakan posko pengaduan tersebut bermanfaat untuk mengetahui masalah yang dihadapi perusahaan sehingga tidak dapat memberikan atau menunda THR tanpa alasan yang jelas. Dengan demikian, dapat diperoleh kesepakatan antara buruh dan perusahaan tempat mereka bekerja, katanya.

Selain itu, Rekson mengatakan adanya posko pengaduan lebih efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut dibandingkan dengan upaya hukum.

“Menyelesaikan masalah THR melalui jalur hukum memakan waktu karena masih harus mengajukan tuntutan dan harus menunggu proses peradilan. Apalagi pengadilan baru aktif setelah lebaran,” katanya.

Menurutnya, meskipun kasus tersebut dimenangkan oleh buruh, tetapi pembayaran THR tetap tertunda , padahal THR seharusnya dibayarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional, Bambang Wirayoso mengatakan aksi demo pekerja menuntut THR terjadi karena tidak tercapai kesepakatan antara pekerja dan pengusaha dan upaya hukum tidak efektif karena menbutuhkan waktu cukup lama.

“Aksi demo dipicu karena pekerja ingin masalah THR mereka segera diselesaikan, sedangkan peradilan tidak dapat memproses dengan cepat,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan perlu adanya pembicaraan antara pekerja dengan manajemen perusahaan mengenai pembayaran THR jauh-jauh hari sebelum batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah yaitu dua minggu sebelum atau selambat-lambatnya satu minggu sebelum hari Raya Idul Fitri.

“Kami telah mengirimkan surat kepada Serikat Pekerja anggota untuk melakukan negosiasi atau pembicaraan dengan perusahaan tentang pembayaran THR. Sehingga bila ada persoalan dapat segera diketahui dan diselesaikan,” katanya.

Ia mengatakan jika terjadi kendala dalam pembayaran, maka perusahaan harus segera mengumumkan kepada pekerjanya dan melakukan pembicaraan sehingga pekerja memperoleh kepastian.

Sumber : (rol/broto) Kemenko Kesra & KSBSI


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Perlu Posko Pengaduan Perusahaan tak Bayar THR”

  1. Tanggapan watik:

    saya ingin mengutarakan permasalahan yang terjadi di perusahaan body and soul (bali).perusahaan ini bergerak di bidang garmen dan mempunyai banyak outlet di bali,jakarta,surabaya ,yogya serta di luar jawa.perusahaan ini di miliki orang asing australia yang memakai orang lokal supaya perusahaannya bisa berjalan di indonesia.perusahan ini memakai cv padahal pendapatan pertoko sudah sama dengan pt.menggaji karyawan toko di bawah umr gaji pokok rp 255.000 dan uang makan 8000.thr tidak diberikan pada waktu hari raya tapi pada akhir tahun aja hanya gaji pokok aja (255.000).membuat peraturan sendiri tgl 19 desember 2007 - 2 januari 2008.karyawan tidak boleh libur.kebanyakan karyawan bodyandsoul di bali adalah hindu..sehingga untuk libur non-hindu di persulit bahkan tidak di kasih libur (entah kristen/muslim).melakukan banyak kecurangan dalam membayar pajak penghasilan. padahal setiap toko menghasilkan 300 juta-800 juta. tapi pertoko di bikin pajak penghasilan hanya 30 juta perbulan.kami tidak bisa berbuat apa2 karena apabila di periksa oleh pihak berwajib selalu menyogok aparatnya sehingga selalu lolos dalam masalah.
    saya mohon pihak depnaker and pajak memeriksa perusahaan tersebut .ownernya orang asing tapi menipu pemerintah indonesia.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pembunuh Toke Sawit Ditangkap
Artikel selanjutnya :
   » » Saksi: Terdakwa Penyerobot Tanah PT SJAJ Merupakan Korban Kades dan Penjual