Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
28
Sep '07

OP [Operasi Pasar] Minah di Tanjabar Terancam Dihapuskan


Rencana penghapusan jatah operasi pasar (OP) minyak tanah (Minah ) untuk Kabupaten Tanjungjabung Barat oleh Pertamina Pemasaran Jambi, dinilai banyak pihak sebagai indikasi tidak seriusnya Pemkab Tanjab Barat dalam memperjuangkan salah kebutuhan pokok masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu didaerah itu. Padahal, pihak Pertamina telah menyediakan stock sebesar 50 KL dengan harga subsidi yang siap didrop ke 10 titik distribusi.

Sebagaimana diberitakan koran ini kemarin, alasan penghapusan itu terkesan cukup sepele. Penyebabnya hanya gara-gara pihak Pertamina terlambat menerima surat Pemkab Tanjungjabung Barat yang  berisikan permintaan data lokasi penyalurannya. Dengan kata lain, jika aparat terkait proaktif dan lebih tanggap, tentu pembatalan itu tidak akan terjadi.

Sesuai kesepakatan, semestinya surat tersebut sudah diterima pihak Pertamina Jambi Rabu (26/9) siang. Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, data yang ditunggu-tunggu Pertamina belum sampai juga. Sedangkan surat yang telah dikirimkan oleh pemkab sebelumnya ternyata mengambang. Lokasi  tidak jelas, karena hanya menyebutkan nama kecamatan.

Kabag Ekonomi Tanjab Barat melalui salah seorang stafnya Silaban SE  ketika dikonfirmasi mengenai penghapusan jatah OP Minah  itu tampak agak  terkejut. “Masak iya. Hari Rabu itu saya juga mengontak pak Ardian, Wira Penjualan Pertamina Jambi. Beliau mengatakan, OP Minah di Tanjungjabung Barat tetap dilaksanakan. Namun, beliau memang minta dikirimkan data lengkap lokasi. Data itu juga sudah kita faks ke Jambi,’’ujar Silaban kemarin.

Dia mengemukakan,  untuk Tanjungjabung Barat,  OP Minah  dilaksanakan  diseluruh kecamatan. Titik distribusi ditetapkan berdasarkan pertimbangan kepadatan jumlah penduduk. “Di kecamatan Tungkal Ulu dilaksanakan sebanyak tiga kali, masing-masing di Pasar Pelabuhan Dagang, Pasar Sri Agung dan Pasar Tebing Tinggi,’’jelasnya.

Sementara untuk Kecamatan Merlung di fokuskan di Pasar Merlung dan Pasar Lampisi. Kecamatan Betara di Pasar Serdang Jaya dan Pasar Pematang Lumut. Kecamatan Pengabuan di Pasar Teluk Nilau. Sedangkan titik distribusi di Kecamatan Tungkal Ilir yaitu Pasar Tanggo Rajo Ilir dan Pasar Parit III. “Tadi saya kembali menghubungi Pak Ardian terkait dengan pemberitaan itu. Beliau mengatakan,  surat pemkab Tanjab Barat tentang permintaan operasi pasar itu akan ditindaklanjuti,’’tandas Silaban.

Ditemui secara terpisah, Ketua YLKI Tanjab Barat H Dede Kurniawan sangat menyayangkan jika nantinya OP Minah ditiadakan oleh Pertamina. Menurut Dede,   meski kesalahan ( karena terlambat menyampaikan data lokasi,red) ada pada pemkab Tanjab Barat, hendaknya pihak Pertamina Jambi tidak secara spontan menghapus kebijakan OP untuk daerah itu. “ Yang perlu dipikirkan Pertamina adalah kepentingan masyarakat. Toh lebaran juga masih beberapa Minggu lagi,’’harapnya.

Sumber : (ria) Jambi Ekspres, Kuala Tungkal


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 17 Anggota DPRD segera kasasi
Artikel selanjutnya :
   » » Masyarakat Humbang Hasundutan Tuntut Bupati Mundur