Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
28
Sep '07

Jejak Raja-raja Batak Dalam Lagenda


KEBERADAAN etnis-etnis di Indonesia tidak terlepas dari lagenda yang selalu dituturkan dari mulut ke mulut serta menjadi cerita rakyat. Seperti hikayat Putri Hijau dari Tanah Deli atau Jaka Tingkir dari Jawa, etnis Batak (Toba) juga mempunyai hikayat yang hingga kini tetap hidup di tengah masyarakatnya.

Konon, perjalanan etnis Batak dimulai dari seorang raja yang mempunyai dua orang putra. Putra sulung diberi nama Lontungon dan kedua diberi nama Isumbaon. Setelah keduanya dewasa, mereka menghadap sang ayah yang juga raja di daerah itu. Kedua anaknya meminta ilmu sakti. Sang ayah menyanggupi, namun dengan syarat keduanya harus membangun tempat persembahan di atas bukit yang bernama Pusuk Buhit. Setelah itu, selama tujuh hari tujuh malam kedua anaknya tidak bisa ke tempat itu sebelum waktu yang ditentukan tiba. Setelah tujuh hari tujuh malam terlewati, sang Raja beserta kedua anaknya pergi ke Pusuk Buhit. Di sana, mereka menemukan dua buku yang disebut sebagai buku Laklak bertuliskan surat batak.

Sang Raja menyuruh si sulung mengambil buku itu, dan meminta apa yang mau dimintanya kepada sang pencipta. Saat itu, si sulung meminta kekuatan, kebesaran, rezeki, keturunan juga kepintaran, kerajaan, kesaktian dan tempat berkarya untuk semua orang. Permintaan si bungsu pun sama. Sang Raja mengubah nama si sulung menjadi Guru Tatea Bulan. Konon, Guru Tatea Bulan dengan lima putranya yakni Raja Geleng Gumeleng si sulung, Seribu Raja, Limbong Mulana, Segala Raja, si Lau Raja dan empat putrinya yakni si Boru Pareme kawin ke Seribu Raja (Ibotona) abang kandungnya. Bunga Haumasan kawin dengan Sumba. Atti Hasumasan kawin ke Saragi, dan Nan Tinjo konon jadi Palaua Malau.

Suatu hari, Seribu Raja menghadap ayahnya untuk memberitahukan mimpinya. Dalam mimpi itu ia mengatakan agar ayahnya mengantarkannya ke Pusuk Buhit. Di sana dia tampak menjadi seorang yang sakti dan kelak abang dan adik-adiknya tunduk dan menyembahnya. Ayahnya tertegun dan bertanya lagi. Tapi yang menjawab adalah Geleng Gumeleng, padahal yang bermimpi adalah Seribu Raja.Saat itu juga Geleng Gumeleng berkeinginan untuk bisa ke Pusuk Buhit.Ayahnya mendukung Geleng Gumeleng pergi ke Pusuk Buhit, tapi Seribu Raja tak mau mengalah. Sehingga terjadi pertengkaran dan Seribu Raja pergi meninggalkan ayahnya.

Di Pusuk Buhit, Sang ayah menempa Raja Geleng Gumeleng menjadi raja sakti yang namanya diubah Raja Uti. Sementara Seribu Raja yang melarikan diri ke hutan tidak mau lagi menemui ayahnya Guru Tatea Bulan. Raja Lontung Dalam penelusuran penulis di Samosir diceritakan pada suatu hari ketika Seribu Raja sedang beristirahat dalam pengembaraannya, lewatlah seorang gadis cantik yang sangat jelita bak bidadari dari kayangan dan menarik perhatian Seribu Raja. Karena tertariknya, Seribu Raja pun membuat pelet (mistik penangkap wanita) supaya wanita itu lengket. Pelet itu diletakkan di atas tanah yang akan dilewati gadis cantik jelita itu.

Tapi apa yang direncanakan Seribu Raja bukanlah menjadi kenyataan karena takdir berkata lain dan justru yang lewat dari tempat tersebut adalah adik perempuannya sendiri bernama Siboru Pareme yang datang mengantar makanan untuk Seribu Raja. Boru Pareme yang tadinya biasa-biasa saja, menjadi jatuh cinta kepada abangnya padahal dalam adat Batak hal itu sangat tabu. Tetapi karena pelet Seribu Raja, semua berubah hingga akhirnya mereka menjadi suami istri.
Ketika Guru Tatea Bulan mendengar kedua anaknya telah menikah, dia murka dan mengusir Seribu Raja. Sebelum pergi, Seribu Raja memberikan sebuah cincin kepada adik yang juga istrinya dan berpesan bila anaknya lahir diberi nama Si Raja Lontung.

Raja Borbor
Dalam pengembaraannya, Seribu Raja bertemu dengan seorang raja yang bergelar Raja Ni Homang. Tetapi dalam pertemuan itu terjadi pertarungan antara Seribu Raja dengan Raja Ni Homang. Kalau Seribu Raja kalah akan menjadi anak tangga ke rumah Raja Ni Homang dan bila Raja Ni Homang kalah, maka anak gadisnya akan diperistri oleh Seribu Raja.Pertarungan itu dimenangkan Seribu Raja. Tetapi sebelum dipersunting oleh Seribu Raja, sang putri raja itu ingin membuktikan kehebatan Seribu Raja. Maka gadis itu menyuruh Seribu Raja untuk mengambil daun pohon hatindi yang tumbuh di atas embun pati dengan syarat Seribu Raja harus tetap ada ditempatnya berdiri. Dan, bila sudah dapat dia bersedia menjadi istrinya.

Seribu Raja menyanggupi permintaan Boru Mangiring Laut. Dengan tiba-tiba tangan Seribu Raja dikibarkan ke atas kepalanya mengakibatkan angin di tempat itu menjadi kencang dan daun hartindi itu terbang ke tangannya. Bunga itu pun diberikannya kepada Boru Mangiring Laut. Setelah menikah, nama Boru Mangiring Laut diganti menjadi Huta Lollung, artinya kalah bertanding. Tak lama kemudian, boru Mangiring hamil namun Seribu Raja tidak menunggu kelahiran anaknya. Dia akan melanjutkan pengembaraannya.Dan, sebelum pergi dia memberikan sebuah cincin sakti. Pesan terakhir Seribu Raja, bila anaknya lahir diberi nama Raja Borbor.

Pertemuan Raja Lontung-Raja Borbor Konon, setelah dewasa Raja Lontung berangkat menelusuri hutan untuk mencari ayahnya Seribu Raja. Suatu hari Raja Lontung merasa sangat haus.Dia pun beristirahat barang sejenak. Di bawah pohon rindang, Raja Lontung mengambil pedangnya dan memotong salah satu akar pohon rotan untuk mengambil airnya. Tetapi bila dia mengangkat akar rotan itu ke mulutnya, tiba-tiba lepas karena ada yang menariknya dari sebelah. Begitulah yang terjadi sampai tiga kali.

Raja Lontung marah. Pasti ada orang yang mempermainkannya. Sekali lagi Raja Lontung menarik rotan itu kuat-kuat sehingga terjadi tarik menarik. Karena rasa kesal yang teramat sangat Raja Lontung berseru : “Jangan ganggu saya”.
Namun, akhirnya terjadi perkelahian dengan orang yang belum dikenal oleh Raja Lontung. Masing-masing mereka mengeluarkan ilmu sakti namun tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Akhirnya keduanya berkenalan. Lawan si Raja Lontung adalah Raja Borbor.Saaty itu mereka saling bertanya siapa ayah mereka sebenarnya. Keduanya terkejut sebab ayah mereka adalah Seribu Raja. Akhirnya mereka mencari Seribu Raja.

(Bersambung)

Penulis : Abu Hasan Nasti
Sumber : Waspada Online


Ada 18 tanggapan untuk artikel “Jejak Raja-raja Batak Dalam Lagenda”

  1. Tanggapan Pahala Panjaitan:

    cerita legendanya bagus dan ingin membaca sambungannya

  2. Tanggapan Ater Budiman Sinaga:

    Horas………!
    Sejarah memang sering dibayangkan berdasarkan mitos dan lagenda, namun suatu kejadian bahkan peristiwa tidak akan mampu kita tinjau dari satu sisi saja. sangat menarik memang tulisan saudara tetapi menurut saya cerita anda bisa dikata gorikan cerita lapo tuak “maaf”. sepintas saya berbicara seperti itu bukan untuk mencelah tulisan saudara, tetapi saya sendiri kuurang menerima mitos atau lagenda-lagenda yang berasal dari daerah batak toba apalagi menyangukut sejarah dan awal dari raja-raja batak toba.
    seorang suku batak tau bahwa hampir keseluruhan anal laklaki itu dikatakan “Anak ni Raja” sebaliknya Perempuan dikatakan “Boru ni Raja” salah satu bukti bahwa lagenda mengenai Raja-raja di daerah Batak karena setiap indifidu adalah raja. Tapi kalau ada da yang bisa membuktikan adanya asal dari maupun lAGENDA yang menyatakan hal tersebut ada mungin akan bisa diterima di publik. beberapa kali saya ikut penelitian dari PUSSIS UNIMED (Pusat study sejarah dan ilmu-ilmu sosial) niversita snegeri medan mengenai sejarah batak termasuk mitos mengenai Awal dari orang batak, menurut mitosnya berasal dari Dolok Pusuk Buhit yang sering diungkapkan “madekdek sian langit mapultak Sian Bulu ” adalah merupakan pernyataan yang sangat sulit diterima. saya seorang lulusan mahasiswa pendidikan sejarah dari universitas Negeri Medan sangat senang jika ada yang mau mengirimlkan imformasi mengenai sejarah batak “dari kabupaten Humbang Hasundutan’dan itu sebagai persembahanku karena aku lahir dan besar di daerah tersebut. jika saudara tidak keberatan saya punya permohonan tolang kirimkan ke IMail sya imformasi tentang sejarah yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan.
    Terimah Kasih saya ucapkan haras……………..!

    ater Budiman Sinaga S.Pd.
    (Staf PUSSIS, Editor Penerbit Arsip Sumatara)

  3. Tanggapan Pahala Panjaitan:

    Dari Judul artikel inipun sudah dikatakan JEJAK RAJA-RAJA BATAK DALAM LEGENDA, otomatis pikiran kita bahwa cerita tersebut adalah sejenis dongeng yang tidak perlu dipercayai dan juga hal yang sama hampir semua etnis di Indonesia ini
    tidak lepas dari cerita legenda. tetapi legenda tersebut perlu juga kita baca (saya sering keperpustakaan membaca sejarah raja-raja/Etnis di Indonesia) untuk menambah wawasan dan tidak perlu ada kata-kata LAPO TUAK. Terima kasih.

  4. Tanggapan Juan br Silaban:

    Bagus, namanya juga dongeng tidak perlu untuk dipercayai sepenuhnya tapi cukup untuk diketahui saja terutama bagi warga Batak yang sudah lahir dan besar dikota. Mana sambungannya karena akan saya copy untuk diberikan kepada anak sebagai tambahan bacaannya (dari pada membaca komik ‘doraemon’ saja) ‘kan ini bisa menambah inspirasinya tentang sejarah masyarakat Batak. Thanks sambungan masih ditunggu.

  5. Tanggapan Dondee Siringoringo:

    Mantaps…
    saya senang sekali dengan Turiturian ato Legenda Batak,paling tidak ada gambaran adat istiadat/budaya batak untuk diceritakan ke sanak famili atau ke orang lain yang perduli dengan sejarah batak.ada beberapa cerita di website ini yang sering saya share ke orang tua ternyata tidak berbeda jauh dengan apa yang beliau ketahui. ditunggu sabungannya.
    tangapan sedikit buat lae sinaga diatas tentang “anak ni raja” dan “boru ni raja”, kalo dalam pengertian saya sediri sebutan itu adalah menandakan suku batak mempunyai derajat yang tinggi dengan suku2 lain dan bangga terlahir sebagai orang batak.

  6. Tanggapan richart:

    minta sambungannya donk soalnya perlu untuk pengetahuan generasi batak lainnya

  7. Tanggapan kristian:

    Mengenai tanggapan diatas, setelah saya baca saya hanya mau nambahin aja, sebelum menuliskan mengenai tulisan mengenai sejarah batak harus benar2X dari sumbernya dan/atau berdasar karena cerita itu banyak yang baca.
    Apalagi banyak yang merantau dan banyak yang tidak mengerti bagaimana sebenarnya cerita adat2X batak, dan mungkin cerita yang dibaca disini akan banyak diceritakan buat orang yang mungkin bukan orang batak, seperti kita yang ada di jawa.
    Jadi sangat diharapkan tulisan dan cerita yang ada disini bisa benar dan sama dengan sejarah batak yang sebenarnya.
    Dan saya sangat senang bisa dapat situs ini, dan khususnya saya sangat mendukung.
    Semoga dengan situs ini orang batak yang ada dimana aja bisa berkomunikasi. terima kasih.

  8. Tanggapan agus_saragih:

    Saya bisa memahami mengapa kawan2 mendesak untuk penulis harus menjelaskan refferensi ceritanya. Menurut saya itu di akibatkan karna kita semua pengen bener-bener tahu sebenarnya bagaimana silsilah adat-istiadat serta tutur kita orang-orang batak.

    Namun hal yang menarik untuk saya adalah :
    - saya bukan seorang ahli sejarah atau pernah belajar tentang sejarah, namun saya gemar sekali membaca hal-hal seperti ini.

    - Saya sering bertanya kepada orang2 tua tentang sejarah batak. Pertanyaan saya … KOK JAWABAN DARI MEREKA SAMA YA DENGAN APA YANG DITUTURKAN PENULIS..?

    APA KARNA REFFERENSI MEREKA SAMA ..?
    ATAU MEREKA JANJIAN DULU …?
    JIKA MAYORITAS ORANG BATAK MENERIMA, SAYA IKUT TERIMA DEH..

    hihihiih

    gimana sih …
    habis aku ngak tahu apa2…

    hihiihihi

    salam
    agus_saragih

  9. Tanggapan D. Banjarnahor:

    Benar bahwa hal itu adalah mitos ketika dimaknai sebagai tidak sebagai kelaziman Ilmiah yang tidak didukung referensi apalagi data.
    tetapi yang positif buat saya sebagai orang batak yang tidak mengenal budaya batak dari “LAPO TUAK” bahkan belum mengenal budaya batak hingga umur 25 tahun, mitos tersebut juga sangat berguna. Paling tidak secara Positivistik, suatu mitos yang dianggap oleh mayoritas “KEBENARAN” juga bisa menjadi “KEBENARAN”. jadi saya tidak mau melawan “KEBENARAN” yang ada. tetapi seperti yang sudah kita tahu bersama kenapa sedikit sekali sejarah batak yang dipublikasikan, apa karena tidak pernah diteliti atau takut tidak laku sehingga tidak diterbitkan. Sebagai orang yang sedang “SADAR” untuk kembali belajar budaya batak, saya kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan atau buku2 untuk saya pelajari. Sangat disayangkan beberapa kajian sejarah adat batak saya pelajari dari terbitan suatu Gereja yang saya tidak sepenuhnya ilmiah karena ada kepentingan lain dari penerbitan itu. seorang teman saya,satrawan, yang juga orang batak dari Jogja (dia juga malu berdebat soal budaya batak kerena tidak lancar berbahasa batak) mengatakan beberapa sumber sejarah yunani pernah menyebut Barus sebagai pelabuhan yang besar, dan beberapa buku asing sebelum abad pertengahan juga menyebutkan beberapa tempat di tanah batak.
    bisakah saya diberikan referensi bacaaan mengenai sejarah, kebudayaan, religi batak, saya tidak kesulitan dalam bahasa inggris.

    sebelumnya saya ucapkan
    mauliate

  10. Tanggapan ama doli sibarani:

    BAGUS………………………………
    saya katakan bagus, karena masih ada putra batak yang masih mau peduli sama sukunya. Saya ter tegun…………..
    bukan karena saya takjup tapi karena ada sedikit rasa emosi.
    ya……… emoosi.
    sepertinya cerita {turi-turian} yang di sodorkan oleh penlis telah mengalami perombakan ataupun penambahan yang sangat mencolok.
    dan untuk kebenaran atas semua itu: “SAYA AMA DOLI SIBARANI……….. BERSEDIA MELULUSKAN CERITA DIATAS”.

  11. Tanggapan Bonar Siahaan:

    Sebenarnya cerita diatas adalah legenda,tak penting kita berpolemik untuk menanggapinya. Namun bila kita punya cerita (turi-turian) mari kita tampilkan untuk publik agar kawan-kawan bisa membaca dan mungkin sebagai hiburan dikala hatinya sedang galau. Tapi ada juga legenda bila kita amati dengan seksama bisa jadi bahan penelitian bagi yang ingin mempelajarinya.

    Ada orang Yunani yang bernama Galileo mempertahankan pendiriannya,bahwa Bumi yang mengelilingi Mata hari walaupun pada zaman itu Kerajaan Yunani berpendapat bahwa
    mata hari yang mengelilingi bumi. Sampai ahirnya sang Galileo mati di penjara demi ilmu yang telah dia pelajari.
    Sekarang,siapa yang tidak mengakui kebenaran yang Galileo
    ungkapkan?

  12. Tanggapan Saut P. Silaban:

    Horas Tu angka dongan sudena,
    Betul Kata Lae Bonar siahaan, Kita tidak perlu berpolemik, namanya saja Legenda, Artinya Cerita….
    Kalau harus didukung bukti otentik, namanya bukan Legenda, tapi sudah kajian Ilmiah, dan pasti udah nggak enak dibaca. Cerita Legenda enak dibaca, karena merupakan campuran imajinasi dan cerita turun temurun.
    Mungkin cerita legenda tersebut terbagi dalam beberapa versi, bukan lalu kita harus memilih versi mana yang paling benar, kita amini masing masing versi tersebut kita pakai sebagai bekal pengetahuan saja.
    Kalau anda menuntut otentisitas dari legenda yang ada, maka seharusnya pula anda berusaha sendiri, lalu kalau sudah anda usahakan anda publikasikan kepada teman teman yang lain supaya kami pun bisa mengerti. Jangan hanya menunggu orang lain , but do something….!
    Saya juga heran, ditawarkan cerita yang menarik malah menuntut otentisitas…
    Kalau kata orang Bule ” Just Read it”….

    Salam

  13. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Saya ada tau yang mirip seperti diceritakan pada judul “Jejak Raja-raja Batak dalam Legenda” ada beda sedikit tetapi intinya sama. Legenda-legenda ini saya pelajari secara serius dan seriusnya bukan saya dapat dari “kedai tuak”, walaupun ‘tuak’ itu adalah penganan sakral dalam suatu prosesi adat istiadat Bangsa Batak. Kebetulan saya sedang membaca sebuah cerita peristiwa “Air Bah Nabi Nuh” di kedai tuak.

    Saya menelusuri tarombo Adam sampai Nuh yang berdurasi 1500 tahunan, persisnya 1559 tahun dan Nuh generasi ke-10 dari Adam. Kemudian dari Nuh sampai Abraham tarombonya juga 10 generasi berdurasi 490 tahun, Abraham menjadi generasi ke-20 dari Adam. Kemudian dari Abraham sampai Yesus sebanyak 40 generasi dengan durasi 2000 tahun, sehingga Yesus menjadi generasi ke-60 dari Adam. Abraham itu orang Siria, bukan jahudi. Nggak percaya! Cari sendiri tarombonya, pasti ada sama anda. Sementara Adam mungkin orang Batak? Dan coba pula telusuri bibit-bebet-bobot tarombo bangsa ini?

    Dalam Kitab Talmud dan Torah, peristiwa Airbah Nuh adalah legenda. Skripsi tertua yang ditemukan adalah di Mesopotamia dalam bentuk ‘cuneform = sejenis tablet tanah liat” sekitar 400 tahun lebih tua dari skripsi yang menceritakan ‘Peristiwa Airbah’. Dalam skripsi bangsa Sumer di Mesopotamia itu (Irak) terdapat cerita berupa legenda Gilgamesh sebagai raja dan pahlawan, dan ceritanya persis sama dengan cerita ‘Airbah Nuh’ Cuma aktornya bukan Nuh tetapi bernama ‘Utnaphistim’. Saya coba ambil kesimpulan bahwa cerita Airbah yang di Talmud dan Torah Jahudi tentu dari peradaban Sumer, yang disebut Gilgamesh dengan actor Utnaphistim-nya. Ternyata cerita Peristiwa Airbah Nuh ini menjadi anutan kepercayaan yang diyakini kebenarannya 100 persen oleh penganut agama besar, dan barangsiapa yang tidak percaya dan tidak meyakini 100 persen peristiwa ini tentu tidak mengakui Kitab Sucinya!.

    Aksara Bangsa Batak, menurut penelitiannya sudah ada sekitar 700 tahun Sebelum Masehi dan persamaannya masih bersaudara dengan tulisan Aramaic yang dipakai Yesus, dan Rejang (disekitar danau ranau-batas Lampung), jadi sama sekali bukan berasal dari tulisan Kawi di Jawa yang berasal dari Sanskerta. Buku2 Bangsa Batak sudah dibakar habis oleh Paderi, sebagaian dibawa para bule, dan sebagian lagi dibakar oleh insan batak moderen, sehingga cerita diatas dianggap 100 hanya untuk porsi ‘kedai tuak’ padahal kalau dibuktikan cerita itu ada tertulis dalam aksara Bangsa Batak, apa anda dan saya mau baca dan bisa fahami???

    Orang Bangsa Batak itu sebenarnya kurang pandai berimajinasi bohong karena tarombonya sendiri bisa dia ceritakan sampai 20 generasi kebelakang dan memang bisa persis sama seperti yang tertulis. Nggak percaya coba Tanya kepada orang Batak yang sudah Ompu (Mpu). Ada asap tentu karena ada api, ada legenda tentu ada kebenarannya.

    Kalau ada yang katakan “madekdek sian langit mapultak Sian Bulu ” adalah merupakan pernyataan yang sangat sulit diterima, maka saya lebih sulit lagi menerima bahwa saya ini ternyata dibentuk dari debu tanah lalu dihembuskan nafas lalu… ‘hidup’ apalagi kalau yang membentuk itu seorang pembuat tembikar!

  14. Tanggapan fandi vincentius silaban:

    Kisah tersebut sangat bagus………….
    jarang-jarang ada orang yang peduli dan bangga akan sukunya.

    harapan aku dalam cerita tersebut adalah agar banyak yang peduli dan bangga akan sukunya terutama yang mempunyai suku batak. janganlah seperti sekarang ini terutama di riau, banyak orang yang malu akan sukunya sendiri. dikarnakan di riau banyak suku malayu. itulah yang membuat mereka menjadi gengsi dengan sukunya

  15. Tanggapan andre:

    The good story for the legend…
    Tapi ceritanya kurang lengkap… kalo bisa diperbaharui dan dilengkapi biar lebih konkrit dan informasinya lebih mendalam…
    Sukses terus dan jaya selalu… Silaban.Net

  16. Tanggapan oya:

    Minta disambungkan ceritanya…

  17. Tanggapan H.P.PANJAITAN:

    Horas,

    Cerita diatas belum selesai masih bersambung,apakah ada yang mau menyambung ,atau ada yang mau cerita versi lain?
    Kalau ada ,saya ucapkan terimakasih.

  18. Tanggapan Togor Malau, SE:

    horas madihita sasude, good story legend. Hidup adalah apabila seseorang tahu mengenai asal usulnya dan adat istiadatnya. Songon pidong di tonga langit ingkon mulak do tu asarna artinya Janganlah hidup sok high tech tapi tidak tahu siapa dirinya. Mauleate ma di lae silaban brother naolo mangalean tikki mambaen website khusus cerita legenda batak yang berfungsi untuk anak sekarang dan cerita batak sebagai alat kontrol hidup bagi generasi batak sekarang. Maju trus, dan tolong aksara batak dipublikasikan supaya anak skrng tahu aksara batak dan tidak hilang begitu saja. tarlumobi manjaha bukku laklak.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Dita Presiden, Buruh Bentuk Kabinet Bayangan

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » DPRD Terima LKPj Bupati Humbahas 2006, Saldo Rp 48 M Lebih