Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
27
Sep '07

Satu Tewas, 11 Luka Berat Korban Tabrakan Maut


Terjadi di Jalan Raya Dolok Pangaribuan

Satu orang tewas, 11 luka berat dan lainnya luka ringan korban tabrakan maut antara bus penumpang CV Karya Agung dengan truk roda sepuluh, di jalan raya kawasan Nagori Marihat Huta, Kecamatan Dolok Pangaribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/9).

Informasi yang diperoleh MedanBisnis menyebutkan, tabrakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat bus Karya Agung BK 7297 TL yang berisi 18 orang penumpang melaju kencang dari arah Pematang Siantar menuju Dolok Sanggul. Sebelumnya bus itu membawa penumpang dari Medan. Bersamaan dengan itu dari arah berlawanan sebuah truk BK 1388 TM tanpa muatan juga melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha menyalip sebuah mini bus.

Begitu bersisian dengan mini bus yang disalip, posisi truk dan bus Karya Agung telah berhadap-hadapan sehingga masing-masing sopir tak sempat untuk mengurangi kecepatan. Akibatnya tabrakan maut di lokasi dekat Tugu Perjuangan Nagori Marihat Huta itu tak terelakkan. Baik truk bus Karya Agung maupun truk terbalik di sisi jalan raya, sementara sopir dan kernet truk melarikan diri.

Dalam tabrakan maut itu seorang penumpang bus Karya Agung, Monang Purba (33), penduduk Dolok Sanggul, akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Djasamen Saragih Siantar. Di rumah sakit itu juga dirawat 11 penumpang bus Karya Agung yang menderita luka berat.

Ke-11 penumpang luka berat terdiri dari Yasmin br Hutasoit (65/ibunda korban tewas Monang Purba) bersama dua orang cucunya Daniel Purba (5) dan Maston Purba (3,5), Banjar Sitorus (57), Rahmat Sitinjak (l7) dan Rusti br Panjaitan (55) masing-masing penduduk Laguboti Tobasa, Reni br Siagian (45) penduduk Medan, Sopa Sitorusa (2l) penduduk Tanjung Periuk Jakarta Utara, Lamhot Sinaga (26) warga Lintong Nihuta Humbahas, dan Nurliana br Silaban (66) penduduk Siborong-borong, Taput. Sedangkan sopir Karya Agung, Tanggor Manurung (38), hanya mengalami luka ringan.

Yasmin br Sirait yang selain menderita luka berat bersama dua cucunya, juga kehilangan putra bungsunya, kepada wartawan di RS Djasamen Saragih mengungkapkan, dia bersama anak dan dua cucunya hendak pulang ke kampung mereka di Dolok Sanggul dari Lubuk Pakam, Deli Serdang. Saat peristiwa naas itu terjadi, mereka duduk di bangku paling belakang dan Yasmin di posisi kiri mengapit kedua cucunya, sementara anaknya Monang di posisi paling kanan.

Menurut Yasmin, saat itu dia sedang tertidur sehingga tidak menyadari akan terjadi tabrakan. “Tapi seingat saya sepanjang perjalanan bus memang melaju sangat kencang,” jelasnya.

Sumber : (Jannes silaban) MedanBisnis, Simalungun 


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Bus Karya Agung Ditabrak Truk di Simalungun, Seorang Tewas 16 Luka
Artikel selanjutnya :
   » » Bersidekap Terhadap Tantangan