Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
19
Sep '07

Pemkot Surabaya Akan Sebar 200 Ribu Unit Takakura


Pemkot Surabaya menyebarkan 200 ribu unit keranjang pengolah sampah Takakura, ke warga Surabaya.

Diharapkan mulai tahun depan keranjang pengolah sampah rumah tangga ini, sudah tersebar di beberapa wilayah Surabaya dengan pantauan dan binaan Pemkot Surabaya.

TOGAR ARIFIN SILABAN Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya pada TEGUH reporter Suara Surabaya, Rabu (19/09), mengatakan untuk memulai program ini, Pemkot akan memulai dengan Clean Development Mecanism(CDM) yang akan bekerja sama dengan pemerintah Jepang yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Kata TOGAR jumlah 200 ribu unit Takakura itu, merupakan syarat awal dijalankannya program CDM di Surabaya. Diharapkan dengan adanya pengelolaan sampah mandiri menggunakan keranjang Takakura, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang makin meningkat. [Audio On Demand]

TOGAR menambahkan untuk menyebarkan 200 ribu unit keranjang Takakura, Pemkot akan menggandeng beberapa potensi masyarakat. Diantaranya LSM, Perguruan Tinggi, dan Perusahaan BUMN di Surabaya.

TOGAR mengharapkan dengan melibatkan peran masyarakat maka kampanye penggunaan keranjang sampah Takakura, dapat segera disosialisasikan di rumah tangga dan perkantoran di Surabaya.

Semakin banyak warga yang peduli dengan lingkungannya dengan mengolah sampah secara mandiri, maka akan lebih baik untuk kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya.

Sumber : (Lailia Priyantiningtiyas-tys/ipg) Suara Surabaya


Ada 5 tanggapan untuk artikel “Pemkot Surabaya Akan Sebar 200 Ribu Unit Takakura”

  1. Tanggapan Sartani Kusuma:

    Saya agak bingung dengan jenis keranjang sampah Takakura karena buat komposnya gak praktis, harus dibalik-balik dan akhirnya gak digunakan. Trus ada lagi di Bandung, memberikan alternatif Komposter BioPhoskko, dengan menggunakan aktivator dan mineral. Hanya 10 hari bs dapat kompos cukup dengan tinggal masukan bahan sampah yang telah diberi bahan penggembur dan aktivator.

    Mana yang benar buat pengelolaan lingkungan -khususnya sampah domestik rumah ini. Apakah lebih praktis Biophoskko atau Takakura itu ya?

    Sartani

  2. Tanggapan Tigor Panggabean:

    konsep kerja nya saya rasa sama, hanya Biophoskko lebih cepat proses permentasinya.

  3. Tanggapan Subay:

    Abang,…. saya Subay dari kelompok Gema Pelikan (Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan) dari Bandung. Bulan Maret, tgl 3 dan 4 2007 kami pernah diberi pelatihan singkat ama mas Gatot (beserta suster Beata dan ibu… (lali aku))dari Pusdakota. sekarang pengetahuan yang kami dapatkan itu kami bagikan ke beberapa kelompok masyarakat. amat berguna bagi kelangsungan lingkungan tempat hidup kita bersama ini. boleh tidak nanti kami mau main-main kesana?

  4. Tanggapan Renni:

    Bang Togar,

    Gema Pelikan ketularan memasyarakatkan Takakura di bandung.
    Praktis dan banyak kelebihannya dari beberapa yang sudah kami pelajarai.
    Please cek
    > http://www.antara.co.id/arc/2008/4/24/metode-takakura-ubah-sampah-jadi-kompos/

    Salam
    Renni (gema Pelikan, temennya Subay)

  5. Tanggapan bagus:

    saya sangat tertarik dengan cara kerja penanggulangan sampah organik dengan metode takakura. tolong kirim metodenya. saya akan mencoba praktek di tempat saya tinggal. terimakasih saya telah banyak belajar dari web ini
    salam dari komunitas peduli lingkungan seribudaun Jogja

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Api Hanguskan 12 ”Lapo Tuak”
Artikel selanjutnya :
   » » Bupati Taput Resmikan Desa Batu Arimo dan Purba Dolok Parmonangan