Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
15
Sep '07

Nongkrong Sahur dan Ngabuburit di Tugu Khatulistiwa


Tugu Khatulistiwa yang menjadi ikon Kota Palangkaraya, Kalimantan Barat, tidak hanya menarik bagi wisatawan tetapi juga warga sekitar. Saat Ramadan tiba, tugu yang berjarak 3 km dari Pontianak itu selalu dijadikan tempat kongkow-kongkow menghabiskan waktu.

Usai Salat Subuh kompleks tugu dipenuhi warga, baik tua muda, yang hanya sekadar jalan-jalan atau bermain. Begitu juga saat menjelang Maghrib.

“Ini menjadi simbol yang bisa mengingatkan pada Pontianak. Orang-orang sering menghabiskan waktu menjelang buka dan setelah sahur,” kata seorang warga Pontianak Wati, ketika ditanya kenapa Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu tempat favorit di Bulan Ramadan.

Tak hanya puasa, Wati menambahkan, keramaian akan semakin menjadi-jadi pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada tanggal itu posisi matahari akan tepat di titik kulminasinya tepat di garis khatulistiwa.

Saat waktu itu tiba, dalam beberapa detik, bayangan benda akan hilang karena posisi matahari tepat di atas kepala. Festival kesenian dan acara lainnya pun digelar pemerintah setempat untuk merayakan kejadian itu.

“Saat itulah titik nol perputaran matahari. Jadi banyak kegiatan di sana, mulai dari kesenian dan lain-lain,” ujar Wati.

Tugu khatulistiwa besar yang saat ini berdiri bukanlah tugu yang sebenarnya. Tugu khatulistiwa yang asli berukuran lebih kecil dan berada dalam tugu besar itu.

Tugu pertama dibangun pada tahun 1928 dalam sebuah ekspedisi internasional yang dibangun oleh ahli geografi kebangsaan Belanda. Waktu itu tugu hanya berbentuk tonggak dengan anak panah.

Tugu lalu disempurnakan pada tahun 1930, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah. Tahun 1938 tugu dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Bentuknya adalah sama seperti yang ada saat ini.

Tugu yang diresmikan tanggal 21 September 1991 itu direnovai pada tahun 1990. Waktu itu dibuat kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran 5 kali lebih besar dari tugu aslinya.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Tapi walau bukan titik nol ’sempurna’, Tugu Khatulistiwa tetap menjadi lambang sekaligus kebanggaan warga Kalimantan Barat.

Sumber : (Muhammad Nur Hayid-yid/gah) Detik.Com, Pontianak


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Yamaha Majesty - Skubek Penggoda!
Artikel selanjutnya :
   » » Api Hanguskan 12 ”Lapo Tuak”