Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
3
Sep '07

Tahun 2007, Bupati Maddin Sihombing Resmikan 26 Desa


Guna mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat dan mensukseskan program pembangunan, Bupati Humbahas St Drs Maddin Sihombing bersama Wakil Bupati Drs Marganti Manullang meresmikan 26 desa, sekaligus melantik penjabat kepala desa masing-masing desa.

Peresmian itu dilaksanakan mulai 30 Juli 2007 sampai 24 Agustus 2007. Sehingga Kabupaten Humbahas yang meliputi 10 kecamatan kini mempunyai 143 desa dan 1 kelurahan.
Demikian informasi diperoleh SIB, Jumat (31/8) di Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Humbahas.
Setiap peresmian desa selalu dihadiri Muspida Humbahas di antaranya Ketua DPRD Bangun Silaban SE, Kapolres AKBP Surya Sofian Hadi SH, Sekdakab Martuaman Silalahi SH, Kabag Pemdes Drs Edy H Sinaga dan ribuan masyarakat lainnya.

Setiap peresmian dan pelantikan penjabat kepala desa, Maddin dan Marganti selalu mengatakan supaya penjabat kepala desa yang dilantik benar-benar melaksanakan tugas yang diemban demi mensukseskan pembangunan di daerahnya masing-masing. Dimana penjabat kepala desa yang dilantik juga bertujuan untuk menyelenggarakan pemilihan kepala desa yang defenitif. Sesuai dengan peraturan, penjabat kepala desa hanya selama 6 bulan dan apabila tidak menjalankan tugasnya dengan benar maka dapat diberhentikan dan mengangkat penjabat kepala desa yang baru sebagai penggantinya.
Selain itu Pemkab Humbahas menghimbau kepada masyarakat supaya dalam pemilihan kepala desa jangan terjadi kelompok-kelompok tertentu yang bisa menimbulkan kekacauan.

Rekapitulasi pemekaran desa berdasarkan Perda Kabupaten Humbahas nomor 2 tahun 2007 adalah sebagai berikut. Kecamatan Pollung yaitu Desa Huta Paung Utara dengan penjabat kepala desa Djaudin Lumbangaol dan Desa Pardomuan, Mangara Lumbangaol. Kecamatan Paranginan yaitu Desa Pearung Silali, Arangsel Siregar, Desa Lobutolong Habinsaran, Manaek Sianturi dan Desa Lumban Sianturi, Baharuddin Sianturi. Kecamatan Parlilitan yaitu Desa Sionom Hudon Sibulbulon, Jamarus Nahampun, Desa Sihotang Hasugian Habinsaran, Brigjen Hasugian, Desa Sionom Hudon Timur II, Julintar Sihotang dan Desa Sihotang Hasugian Dolok II, Soloan Sihotang.

Kecamatan Baktiraja yaitu Desa Marbun Tonga Marbun Dolok, Robinson Lumbanbatu. Kecamatan Lintongnihuta yaitu Desa Nagasaribu V, Sumongga Sihombing, Desa Nagasaribu IV, Jasmaren Nababan, Desa Nagasaribu III, Admiran Hutasoit, Desa Hutasoit II, Sintong Mangatur Hutasoit, Desa Sitio II, Piktor Silaban, Desa Parulohan, Arpin Lumbantoruan, Desa Sigumpar, Hobby Hutasoit, Desa Bonandolok, Tongam Lumbantoruan, Desa Sigompul, Peter Sabungan Siringoringo, Desa Habeahan, Hotlin Simanullang. Kecamatan Pakkat yaitu Desa Ambobi Paranginan, Darto Pane, Desa Purba Sianjur, Jadiaman Purba, Desa Sijarango I, Serman Debataraja dan Desa Peadungdung, Lamasi Siregar.
Kecamatan Tarabintang yaitu Desa Simbara, Lamiaser Tumanggor dan di Kecamatan Sijamapolang yaitu Desa Nagurguran, Tolhas Folmer Simamora.

SUmber : (T10/q) Harian SIB, Doloksanggul


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Tahun 2007, Bupati Maddin Sihombing Resmikan 26 Desa”

  1. Tanggapan Uparlin TS. Maharadja:

    Salam Njuah-njuah, Horas…
    Bangga Sebagai warga Kabupaten Humbang Hasundutan,menunjukkan identitas dan jati diri secara khusus dan masyarakat Humbang pada umumnya. kebanggaan tersebut dilandasi banyaknya perubahan kemajuan tekhnologi canggih. kemajuan itu sangat berdasar dengan dapatnya berkomunikasi selain komunikasi teknologi ponsel, dan tidak kalah canggihnya dengan komunikasi tekhnologi dunia maya, yaitu melalui internet. Kemajuan tehnologi tersebut tidak seimbang memaknai arti kemajuan tehnologi. Dampaknya, moral masyarakatpun mundur atas kemajuan tehnologi tersebut. Saya sangat prihatin melihat kemajuan ekonomi hampir seluruh desa kecamatan parlilitan, khususnya 3 desa yang dekat mega proyek PLTA Luhung Sibabo, yaitu desa sitapung, simarhilang, janji. Ironisnya,dengan mega proyek tersebut, transportasi jalanpun tambah rusak sehingga menyengsarakan warga ketiga desa itu. Tidak hanya itu, pendidikanpun bukan menjadi idola lagi bagi di 3 desa tersebut, seiring kualitas guru seakan bukan menjadi ukuran utama dalam setiap penempatan guru di desa tersebut.Lantas, apa solusinya?

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 4 Pengedar Ganja Diamankan
Artikel selanjutnya :
   » » Dua Oknum Polisi Ditikam