Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
31
Agt '07

Situs Sejarah - Batu Bertulis Ditemukan



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Situs sejarah berupa dua batu bertulis ditemukan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sekitar 150 kilometer selatan Medan. Batu bertulis itu diduga kuat berasal dari era Batak kuno sekitar abad 14 masehi. Tim dari Balai Arkeologi Medan baru menemukannya akhir pekan lalu.

“Bentuk tulisan aksara Batak ini model lama. Saya menduga batu bertulis ini dibuat oleh raja setempat ketika itu. Kemudian dikerjakan oleh pemahat. Tidak ada angka tahun dan lambang bendera Batak di dalam batu,” tutur Epigraphist Akademi Pariwisata Medan Rita Margaretha Setianingsih, Kamis (30/8) saat ditemui di Medan.

Dia mengatakan, pada zaman Batak kuno sekitar abad 14, tidak banyak masyarakat yang mengerti baca tulis. Golongan yang memahami itu adalah golongan para raja dan cendekiawan. Meski tak berangka tahun dan nama raja ketika itu, tulisan dalam batu itu bukan tulisan biasa karena dipahat di atas batu.

Temuan arkeologis Batak— terutama tulisan beraksara Batak- umumnya dibuat di atas kulit kayu, tulang hewan, dan bambu. Tulisan beraksara Batak yang dibuat di atas batu sejauh ini baru ditemukan di tiga tempat. Sebelumnya, tulisan dengan angka tahun dan nama raja ditemukan di Padang Bolak dan Padang Bujur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Temuan ini lain dari pakem sebuah prasasti. Batu bertulis ini bisa disebut prasasti pendek karena tidak ada angka tahun dan nama raja ketika itu,” katanya. Rita belum bisa memastikan dari rumpun Batak manakah tulisan itu dibuat. “Penerjemahan tulisan ini perlu waktu. Tidak bisa diinterpretasikan sepenggal-sepenggal,” katanya.

Batu bertulis itu terbuat dari batu sedimen dengan panjang 115 sentimeter (cm), lebar 68 cm, dan tebal 27 cm. Sedangkan batu bertulis satunya mempunyai panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan tebal 35 cm. Keduanya berbentuk trapesium.
Peralatan Lain

Di lokasi penemuan, tim Balai Arkeologi Medan menemukan peralatan lain berupa patung pangulubalang dua buah, patung babi, batu bakar, batu lesung, patung gajah, batu korsik, patung angsa, dan beberapa pecahan batu.

Ketua tim Balai Arkeologi, Lucas P Koestoro mengatakan lokasi penemuan artefak berada di lereng 45 derajat. Tepatnya, di sisi utara tebing Sungai Lae Kumbi di Desa Pagagan Juli III, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Sebagian besar temuan batu-batuan itu berbahan batuan sedimen.

Semula, keberadaan batu bertulis dan artefak lainnya itu ditemukan sekitar 900 meter dari tempatnya sekarang. Artefak itu tersebar di radius 360 meter di kawasan itu. Beberapa tahun lalu, warga memindahkannya di rumah seorang penduduk setempat bernama Hotman Lingga. Salah satu anggota tim, Pesta Siahaan mengatakan seluruh artefak temuan itu dalam kondisi baik.
Anggota tim Ketut Wiradnyana mengatakan arti temuan artefak itu sangat penting bagi perkembangan sejarah budaya Batak di masa lalu.

“Temuan ini perlu diteliti lebih jauh. Salah satunya dengan menentukan umur artefak,” kata Ketut.

Sumber : (Andy Riza Hidayat) Kompas Cyber Media, Medan


Ada 4 tanggapan untuk artikel “Situs Sejarah - Batu Bertulis Ditemukan”

  1. Tanggapan gunawan:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Memang didaerah sumbul pegagan itu daerah hutan, mungkin ada hubungannya dengan daerah pusuk buhit, jadi orang batak turun gunung dari pusuk buhit merantau sampai ke daerah pegagan itu.

    Jadi pingin ngelihat nih seblum ke kampung pasti lewat daerah pegagan.

  2. Tanggapan monang:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    dengan penemuan ini mungkin membuat banyak orang termasuk suku batak makin bingung, dimana selama ini dikatakan asal batak dari pussuk buhit. Tapi kita orang batak tidak bisa membuktikan baik peninggalan sejarah atau kelengkapan marga batak. seharusnya di samosir harus ada bukti penyebaran misalnya homban atau lains. ini tanggung jawab kita semua baik muda atau tua untuk mencari siapa sebenarnya orang batak itu, minimal dari tulisan yang bersejarah cara penutura tulisan kita bisa mengembangkan peningkatan bahasa yang halus sampai yang kita dengar sekarang ini.
    Kalau kita bangga sebagai orang batak mari kita jangan malu dimanapun mengatakan dan berbuat bahwa orang batak orang yang ramah dan tanggung jawab.

  3. Tanggapan Habibi Lubis:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    perlu digali agar sejarah Batak lebih lengkap.

  4. Tanggapan Carles Bangun:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Mejuah-juah,
    Yang punya pic situs tersebut, terutama pic detail aksaranya boleh dong di share pic nya.
    Tx

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Launching “Ayo Merdeka Dari Sampah 2007″

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pemkot Surabaya Launching ‘Merdeka dari Sampah 2007′