Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
27
Agt '07

Pemerintah Dinilai Paksakan Aturan Pesangon


Kalangan pengusaha menilai pemerintah cenderung memaksakan substansi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pesangon. Walaupun kini drafnya sudah memasuki tahap finalisasi, pengusaha, serikat pekerja, dan perusahaan asuransi menilai isi aturan itu masih mentah.

“Kalau mau dipaksakan, monggo wae pemerintah paksakan saja,” kata Ketua Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia Hasanuddin Rahman akhir pekan lalu.

Rancangan Aturan Pesangon masih ditolak para pengusaha, serikat pekerja, dan asuransi. Dalam draf di Sekretariat Negara, pemerintah mewajibkan perusahaan menyetor tiga persen dari total upah tiap buruh per bulan ke perusahaan asuransi. Namun, menurut Hasanuddin, pengusaha belum menemukan formula yang pas.

Para pengusaha ingin agar setoran ke perusahaan penjamin tak lebih dari tiga persen. “Tiga persen itu on the top. Apalagi perusahaan masih harus membayar yang lain, yaitu kecelakaan kerja 0,24-1,72 persen, kematian 0,3 persen, jaminan hari tua 3,70 persen, dan jaminan kesehatan 6 persen,” katanya.

Adapun pengusaha asuransi menolak menanggung semua kategori PHK yang tercantum dalam Undang-Undang Tenaga Kerja. “Bukan hanya post-majeure,” katanya. Mereka menganggap asuransi tak menanggung sesuatu yang diprediksi.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Rekson Silaban mendukung setoran ke perusahaan penjamin lebih besar 3 persen. Alasannya, perusahaan di luar negeri bisa menyetor hingga 11 persen.

Sekretaris Jenderal Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harry Heriawan Saleh mengatakan aturan ini ingin menjamin keamanan bekerja. Tentang pesangon, pengusaha yang bangkrut tak akan langsung berhadapan dengan tenaga kerja, tapi dengan lembaga keuangan.

Sumber : (Ninin Damayanti) Koran Tempo, Jakarta via Prakarsa Rakyat


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Terpilih 12 Finalis Wajah Kaltim Post
Artikel selanjutnya :
   » » Buruh Bantah Radikalisme Hambat Investasi