Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
27
Agt '07

Buruh Bantah Radikalisme Hambat Investasi


Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Rekson Silaban membantah tudingan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa radikalisme buruh menjadi penghambat investasi.

“Seharusnya jangan faktor itu yang dilihat. Radikalisme itu kan ada penyebabnya,” kata dia di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Pengawas Ketenagakerjaan, di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, dalam pidato pembukaan Kalla mengatakan, masalah utama bidang ketenagakerjaan di Indonesia adalah adanya persepsi radikalisme oleh buruh dan pekerja. Menurut dia, masalah persepsi radikalisme tenaga kerja tersebut membuat para pengusaha takut untuk berinvestasi. Kalla mencontohkan ada masalah sedikit saja pekerja dan buruh akan langsung berdemo dan melakukan tindakan anarkis.

Menurut Rekson, salah satu penyebab radikalisme buruh karena fungsi pemerintah sebagai pengawas ketenagakerjaan tidak pernah berfungsi. Hal itu karena kurangnya tenaga pengawas ketenagakerjaan. “Pengawasan tidak terjadi, mediasi tidak terjadi, penyidikan tidak terjadi. Penyimpangan dari pengusaha semakin banyak sehingga buruh menjadi radikal,” katanya.

Sumber : (Ninin Damayanti) TEMPO Interaktif, Jakarta


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Buruh Bantah Radikalisme Hambat Investasi”

  1. Tanggapan Saut P. Silaban:

    Selamat memasuki dunia yang baru, yang penuh dengan tantangan, hambatan dan godaan, tapi juga penuh dengan keindahan…

  2. Tanggapan Togar Silaban:

    HORAS JALA GABE.

    Semoga menambah semangat dalam berkarya dan berprestasi. Selamat bulan madu, semoga ini menjadi titik awal kehidupan baru.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pemerintah Dinilai Paksakan Aturan Pesangon
Artikel selanjutnya :
   » » Buruh Tolak RPP Pesangon Jika Dibawah UU Ketenagakerjaan