Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
23
Agt '07

KSBSI: Indonesia Tidak Siap Masuk Pasar Kerja Bebas


Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban, menyatakan, Indonesia secara insitutisional tidak siap untuk memasuki pasar kerja bebas.
“Contohnya pada sistem pesangon dan pensiun saja, yang tidak jelas, berbeda dengan negara lain yang hanya membatasi tanggung jawab institusi terbatas pada pesangon dan pensiun saja,” katanya dalam acara Seminar Sehari “Jaminan Sosial dan Fleksibilitas Pasar Kerja”, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan paling utama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, maka diperlukan komitmen politik dari pemerintah untuk memperhatikan nasib pekerja. “Komitmen politik ini penting, karena institusi dapat diubah,” katanya.

Ia juga mengharapkan adanya penertiban “outsourcing”, karena selama ini pemerintah membiarkan namun nasib pekerja kontrak itu yang buruk seperti upahnya yang kecil.
Seharusnya, kata dia, upah buruh kontrak itu lebih tinggi dibandingkan dengan buruh permanen, namun konsekuensinya pengusaha akan menghadapi masalah dilematis dengan upah buruh yang tinggi itu maka lebih memilih mereka menjadi permanen. “Seharusnya upah buruh kontrak itu lebih tinggi sekitar delapan persen dibandingkan buruh permanen,” katanya.

Ia mencontohkan seperti di Batam, rata-rata buruh yang bekerja di sektor manufaktur hanya dikontrak selama tiga bulan, bahkan banyak juga yang dikontrak hanya satu bulan.
Perusahaan lebih menyukai kontrak dengan buyer (pembeli) secara berkala, dibandingkan kontrak jangka panjang hingga dengan alasan perusahaan bisa berdalih kepada buruh untuk memperkerjakan mereka dalam status kontrak. “Bahkan ada kasus perusahaan mengganti nama perusahaannya, untuk menyatakan bahwa perusahaan lama telah bangkrut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Organisasi Buruh Dunia (ILO), Alan Boulton, menyatakan, bahwa hanya meningkatkan fleksibilitas saja, tidak dapat meningkatkan efisiensi pasar kerja.
“Sementara semua pihak terkait, khususnya pengusaha dan pekerja membutuhkan adanya stabilitas dan keamanan,” katanya.

Sumber : (Ant/j) Harian SIB, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Belanja Gratis Keluarga J Sihombing & E Silaban
Artikel selanjutnya :
   » » Premi Pesangon Harusnya Progresif