Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
22
Agt '07

Lima Penjudi Huni Pesakitan


Lima orang warga yang ditangkap saat berjudi pada Juni lalu di Jalan Mardeka Baru, Dumai, B Siregar (29), Jalan Pulau Payung Gang Sipirok, J Gultom (30), P Gultom (30), D Sinurat (32) dan R Siregar (34) masing-masing alamat di Jalan Mardeka Baru, akhirnya menjadi pesakitan setelah kasusnya dilimphkan ke pengadilan.

Seperti terungkap dalam sidang, Selasa (21/8), kelima warga yang rata-rata buruh dan tukang becak itu, didakwa telah melanggar pasal 303 ayat (1) ke-2 jo paal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana didakwakan oleh JPU M Isnayanda. Sehingga, oleh hakim Ulina Marbun SH MH kelimanya didudukan di ‘kursi pesakitan’ PN Dumai untuk memulai proses sidang.

Berdasarkan pasal dakwaan tersebut, pada tanggal 3 Juni beberapa bulan lalu sekitar pukul 10.00 WIB siang, kelimanya ditangkap oleh polisi pada rumah milik A Silaban di Jalan Mardeka Baru, Dumai. Perihal penangkapan, warga tersebut tertangkap saat bermain kiu-kiu, jenis permainan dengan menghitung angka pada kartu domino dengan sistem taruhan.

Selain menangkap para terdakwa, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa uang Rp475.800 serta delapan kotak kartu domino. Uang dan kartu tersebut dipakai oleh kelima terdakwa dalam bermain judi, dengan cara setiap main masing-maisng bertaruh Rp1000 hingga Rp3000.

Pemilik rumah, A Silaban yang didengar keterangan dalam persidangan, tidak menampik bahwa kelima terdakwa sedang main kiu-kiu di rumahnya. Hanya saja, dia tidak melihat adanya uang yang tergeletak di atas meja. Sehingga, saksi tidak mengetahui kalau para terdakwa sedang main judi.

Dikatakan saksi, pada siang itu dia menggelar pesta selamatan atas kelahiran cucunya yang dikenal dengan istilah melek-melek. Seperti kebiasan budaya suku Batak selama ini, memang hal itu selalu dirayakan dengan pesta dengan berbagai macam permain, termasuk main kartu.

“Saya tidak melihat adanya uang saat kelima terdakwa bermain kiu-kiu. Namun, perihal kelimanya ada bermain di rumah saya, itu benar. Saya sengaja mengundang mereka dalam acara melek-melek, menyambut kelahiran cucu saya,” tutur saksi.

Guna mengungkap perbuatan para terdakwa, akan diperiksa aparat kepolisian yang melakukan penangkapan. Sehingga, hakim menunda sidang hingga pekan depan dalam acara pemeriksaan saksi yang diajukan jaksa.

Sumber : (rio/kar) Dumai Pos


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Pembunuh Kakak Kandung Menyerahkan Diri
Artikel selanjutnya :
   » » Titin Pura-pura Linglung