Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
19
Agt '07

Bangkitkan Ekonomi lewat “Ugasan Torop”


Penganut Ugamo Malim sekte Nasiakbagi Hutatinggi (Parmalim Hutatinggi) mampu mengatasi kesulitan ekonomi berkat sistem Ugasan Torop. Bagaimana pelaksanaannya?

MESKI ritual Sipaha Lima secara seremonial digelar hanya beberapa jam, persiapannya sudah berlangsung sejak sebulan sebelumnya. Seiring ritual yang bermakna pengucapan syukur atas karunia Debata Mulajadi Na Bolon ini, penganut Ugamo Malim sekte Nasiakbagi Hutatinggi (Parmalim Hutatinggi) juga memperbaiki kondisi perekonomian umat.

Pelaksananya adalah sebuah lembaga yang diberi nama Ugasan Torop. Sejak awal, ritual ini secara tak langsung menghindarkan umat Parmalim dari jebakan ijon atau lintah darat. Sebab, hasil tani tak boleh diperjualbelikan sebelum ritual digelar. Otomatis, sistem ijon yang membeli hasil tani jauh sebelum masa panen tak berlaku.

”Sebelum menikmati hasil panen, kita diwajibkan menggelar persembahan atau syukuran atas rezeki dari Tuhan,” jelas Raja Hamonangan Naipospos, Sekretaris Parmalim Hutatinggi, sesaat sebelum puncak ritual Sipaha Lima digelar,Sabtu (28/7) lalu. Selama sebulan, Ugasan Torop mengumpulkan persembahan dari umat.

Kalangan petani mempersembahkan minimum dua kaleng padi atau hasil pertanian yang bisa disimpan dalam waktu lama, yang nilainya setara dengan itu (padi). Sementara umat Parmalim yang berprofesi nonpetani, boleh memberi persembahan dalam bentuk uang. ”Yang penting, nilainya setara dua kaleng padi.Tapi itu angka minimum, umumnya mereka memberi lebih,” tambah pria yang hari itu persis menginjak usia 49 tahun.

Raja Monang, demikian sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa hasil persembahan umat itu nantinya akan dikembalikan kepada golongan umat yang miskin, lanjut usia, maupun penderita cacat fisik.Gamblangnya, ini adalah sistem subsidi silang dari yang mampu kepada yang kurang mampu. Sistem perekonomian yang dibangun Ugasan Torop ini esensinya sama seperti penghimpunan zakat harta oleh badan amil dalam hukum Islam. Hanya, dalam sistem Parmalim, umat boleh mengajukan permintaan kepada pengurus Ugasan Torop untuk diberi pinjaman.

Pinjaman dimaksud akan dimanfaatkan sebagai modal membangun perekonomian keluarga, semisal membeli lahan pertanian atau menyelesaikan pendidikan anak. Kemudian, si peminjam boleh mengembalikan pinjamannya dengan cara mencicil tanpa pembebanan bunga sama sekali.

”Yang begini ini yang banyak. Tak ada warga Parmalim meminjam untuk konsumsi. Kalau dia mengaku meminjam untuk modal tapi kemudian ketahuan digunakan untuk konsumsi sehari-hari, maka itu menyalahi aturan dan dia dikenakan sanksi.Kalau untuk makan namanya bukan pinjaman, melainkan hibah. Ini juga berlaku dan tanpa diminta pun pengurus Ugasan Torop memberikannya,” kata Raja Monang.

….bersambung !

Sumber : (indra gunawan) Seputar Indonesia


Ada 3 tanggapan untuk artikel “Bangkitkan Ekonomi lewat “Ugasan Torop””

  1. Tanggapan Monang Naipospos:

    Koreksi penulisan \”hugasantorop\” sebenarnya adalah \”Ugasan Torop\” artinya harta orang banyak.

    Parhobas [SB] :
    Terimakasih atas koreksinya Amang Naipospos. Penulisannya sudah kami perbaiki.

  2. Tanggapan Am. Ivan Sipahutar (SHAH UTAR):

    Sebuah sistem yang baik mungkin bisa lebih disosialisasikan kepada masyarakat sekitar agar terhindar dari utang dan semoga pemerintah daerah tobasa mau mengadopsi ini sebagai salah satu program didaerah kita toba, salam .

  3. Tanggapan anggiat situmorang:

    Perlu pengkajian hal-hal yang positif dari suatu komunitas, sehingga kita tidak terjebak dalam pemikiran yang miris terhadap orang/komunitas lain…dengan demikian kita bisa hidup rukun / hidup berdampingan antara orang-rang yang berbeda.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.