- Silaban Brotherhood -

Dilema Kedatangan Cicit Sisingamangaraja XII

Untuk kali pertama, turunan langsung Sisingamangaraja XII menghadiri ritual Sipaha Lima di Hutatinggi,Kec Laguboti, Kab Toba Samosir,Sabtu (28/7).

Kenyataan ini cukup menyentak, pasalnya kini tak satu pun turunan Sisingamangaraja XII yang masih menganut Ugamo Malim atau Agama Parmalim. Sabtu siang itu, seorang pemuda menghampiri Raja Marnangkok Naipospos, pimpinan Parmalim Nasiakbagi Hutatinggi, yang sedang duduk mengamati persiapan puncak ritual Sipaha Lima. Setelah menyalami Raja Marnangkok sembari membungkuk, pemuda itu pun bergeser. Satu per satu kerabat Raja Marnangkok didekati, seraya memberi hormat. Keakraban dan kehangatan suasana kemudian terbangun di antara mereka.

Raja Marnangkok sendiri langsung tercenung, tapi tak lama. Kemudian, kepada SINDO dan rombongan seniman dari Medan yang hadir untuk melihat langsung ritual Sipaha Lima, Raja Marnangkok berkata, ”Kalian kenal siapa dia? Dia itu cicit Sisingamangaraja (XII).” Ya, pemuda berusia 35 tahun tersebut tak lain adalah Raja Tonggotua Sinambela, generasi ke-15 Raja Batak Sisingamangaraja. Nama Tonggotua, menurut Raja Marnangkok, adalah nama pemberian Raja Ungkap Naipospos, pimpinan Parmalim Nasiakbagi Hutatinggi generasi kedua.

”Secara emosi, keluarga kami cukup dekat. Makanya bapak saya (Raja Ungkap) yang memberi dia nama. Kami tetap menghormati turunan Sisingamangaraja XII. Kami sering bersilaturahmi.Kalau tidak keluarganya yang datang ke sini (Hutatinggi), kami yang berkunjung. Namun, kali ini berbeda. Ini pertama kali turunan Sisingamangaraja XII menghadiri ritual Sipaha Lima. Terus terang ini dilema bagi kami,karena dia (Raja Tonggotua Sinambela) beragama Kristen,” terang Raja Marnangkok. Seharusnya, lanjut pimpinan Parmalim Hutatinggi yang sekarang berusia 68 tahun ini, Raja Tonggotua Sinambela turut didaulat memandu ritual Sipaha Lima.

Sebab, dia punya pertalian darah langsung dengan Sisingamangaraja XII. Namun, ini tak mungkin diwujudkan karena ritual Sipaha Lima adalah ritual keagamaan. ”Kalau turunan Sisingamangaraja XII masih ada yang menganut Ugamo Malim, kakek saya Raja Mulia Naipospos pasti akan menyerahkan tampuk pimpinan keagamaan kepada turunan Sisingamangaraja XII. Kakek saya diberi mandat oleh Sisingamangaraja XII untuk memimpin Ugamo Malim karena saat itu belum ada turunan Sisingamangaraja XII yang dipandang mampu,” paparnya.

Meski cukup gelisah, Raja Marnangkok tidak ekspresif menunjukkannya. Hanya, di luar sepengetahuan para pengikut ritual, dia menggelar pertemuan dengan seluruh Ulu Punguan Parmalim Nasiakbagi Hutatinggi. Ulu Punguan adalah para pimpinan keagamaan di wilayah persebaran Parmalim, mereka ada puluhan orang.

…bersambung !

Sumber : (indra gunawan) [1] Seputar Indonesia



Artikel ini dicetak dari Silaban Brotherhood: http://www.silaban.net

Diposting oleh Charly Silaban  pada tanggal 17 Agustus 2007  || Kategori Bona Pasogit Kini

Permalink artikel: http://www.silaban.net/2007/08/17/dilema-kedatangan-cicit-sisingamangaraja-xii/

URLs in this post:
[1] Seputar Indonesia: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/dilema-kedatangan-cicit-sisingamangaraj.h
tml

Klik disini untuk mulai mencetak.