Kopi sigarar utang tetaplah kopi sigarar utang..! Komoditas lokal yang lebih banyak ditanam hanya untuk imbalan sekian rupiah. Komoditas yang oleh kemurahan hati Yang Esa bahkan bisa ditanam disamping rumah kita. Komoditas yang pernah menyebabkan euforia menanam kopi besar-besaran pasca krismon sekian tahun lalu. Komoditas yang dalam rasa katanya pas-pasan jauh lebih baik kopi sidikkalang maupun kok-tong made in Siantar. Komoditas kelas kampung.. khas bonapasogit !
Namun apakah cap yang melekat pada kopi ini masih seperti itu ?
Teringat akan seorang teman SD, yang 4 tahun silam pernah aku kasih usulan untuk memberdayakan kopi sigarar utang sedemikian rupa agar, katakanlah, naik kelas ! Bukan karena iseng atau gimana, tapi karena ia memilih meninggalkan kuliahnya di Medan demi mengolah kopi membantu ibunda tercinta di Dolok Sanggul. Kalau sebatas menanam, berbuah, lalu dijual di pasar, untuk apa ? Hanya sekedar demi rupiah lagi ? Untuk manggarar utang (melunasi hutang) ?
Sesuatu harus berubah lebih baik..
Begitu aku memotivasinya kala itu diiringi berbagai ide pengembangan kopi, mulai dari pengolahan, packaging, distribution, hingga e-marketing via internet.
Sedihnya…, sampai sekarang aku tak pernah tau ia melakukannya atau tidak..
Starbuck!
Siapa yang tidak kenal Starbuck di masa sekarang ini ! Sebuah merk, sebuah perusahaan revolusioner dan pemimpin di bidang ritel kopi dan roaster. Jumlah gerainya ? Jangan tanya.. Mulai dari afrika ke rusia, cina hingga ke arab saudi pasti kita menemukan gerai-gerai kopi Starbuck, bahkan di jakarta, surabaya, medan dan kota2 besar di bumi pertiwi. Di kehidupan modern dan urban, ngga gaul rasanya kalo belum pernah menyeruput kopi di gerai-gerai starbuck walau harganya selangit !
Yah.. starbuck sudah menjadi simbol gengsi masa kini..!
Kata orang, kita bisa merasakan seluruh dunia melalui kopinya. Tentu saja, karena kopi-kopi yang dijual di starbuck adalah kopi2 pilihan bercita rasa tinggi dari seluruh penjuru bumi.
Bagaimana kopi dari kampung kita ? Apakah masuk daftar ?
Puji Tuhan, Alhamdulillah, Budha memberkati….! Masuk saudara-saudara !!
Kopi mana yang masuk ? Pasti Kopi Sidikkalang kan ?
Bukan.. bukan.. ya Kopi Sigarar Utang tadi !!
Bah.. maccam mana pulak itu bisa terjadi ?
Kopi Sigarar Utang (Siborong-borong / Lintong Coffee)
Starbuck Coffee, setiap triwulan mengeluarkan satu edisi kopi pilihan yang diperkenalkan sebagai produk utama ke seluruh dunia. Mereka menamakannya produknya “Starbuck Black Apron Exclusive” yang tentunya dikemas dengan eksklusif dengan cita rasa yang tak perlu dipertanyakan lagi.
Mei-Juli 2007, Starbuck memperkenalkan kopi lintong sebagai Black Apron Exclusive.
The Flavour - How its unique ?
On the island of Sumatra, coffee is grown mostly in rural backyard gardens. Then Nearly all the coffee is blended together prior to export. Our new offering is an exception, coming from a single community, Siborong-borong. The flavor profile is full-bodied with soft acidity, intense flavor, herbal complexity and fresh basil notes. With each sip and every cup, you’ll discover something new in this Black Apron Exclusive Sumatra Siborong-borong.
In Siborong-borong, a town in the heart of Sumatra’s Lake Toba coffee-growing region, looms adorn the porches of almost every home. Batak women use them to weave beautiful garments called, as they have for centuries. These fine cloths are believed to keep the soul or tondi warm. Like the, the batak farmer’s coffee also reflects a craftmanship and artistry passed down through generations.
Though the coffee is grown by many different farmers in their backyard gardens, each person is working to deliver the highest quality bean possible. When you taste this coffe, it’s not hard to imagine the farmer’s dedication to their craft. Tending the soil. Selecting plump red cherries. Washing them by hand and choosing the best of their harvest to deliver to a centrallu located mill. The coffee absorbs the sun’s heat and acquires a flavor uniqie to Siborong-borong.
If you enjoy Sumatra coffee, you’ll love this one. Siborong-borong has the smooth, creamy body you would expect from Sumatra as well as a surprising soft acidity and herbal complexity with notes reminiscent of fresh cut basil. Sharing the taste of a distinct place, Sumatra Siborong-borong Coffee i the Batak people’s gift to us. May its flavor warm your soul.
Tasting Suggestion
Try pairing with different foods to accent its different flavors. Flavors such as fresh basil, cilantro and oregano highlight the coffee complex taste and herbal notes.
Much of what we taste is determined by what we sell. Put your nose close to the cup and inhale deeply. Describe the sensation in your own words. What food or other experience does it bring to mind ?
This technique spreads the coffee across the palate and enable subtle flavors and aromatics to reach your nose. As you taste it,think about where you are experiencing the flavors on your tongue. You may sense flavors on the tip, back or sides oh the tounge, and the coffee may feel light or dense and heavy in weight
Lihat…!!!
Kopi sigarar utang on the move !! Mendunia dan berkelas !
Untuk melihat review lengkap tentang Kopi Siborong-borong di situs Starbuck silahkan klik disini.
Updated : Berhubung episode Kopi ini sudah berlalu (Mei-Juli) reviewnya sudah dipindahkan, setelah mengklik link tersebut, klik menu “The Coffee” lalu klik sub-menu paling bawah “Previous Offerings”. Selanjutnya akan terlihat foto-foto kecil (thumbnail) berderet di bagian bawah yang terdiri dari 3 halaman. Klik tombol panah ke kanan untuk mengakses halaman 3, and yes… thumbnail yang paling ujung, yang ada gambar rumah bataknya, klik aja…!! Voila.. itu dia ! silahkan baca reviewnya
Untuk yang mau menikmati kopi ini, silahkan singgah di gerai-gerai Starbuck atau bisa pesan online disini
But, we didn’t promote Starbuck it self.. We promote Kopi Sigarar Utang at all !
Tapi tunggu dulu…, Apakah yang mengorbitkan kopi Sigarar Utang ini hanya Starbuck ?
Ohh.. tentu tidak !
Survey membuktikan masih ada :
- Allegro Coffee dengan Aged Sumatra Lintong Peaberry
- Panache dan The Coffee Planet dengan Sumatra Blue Lintong
- Franciscan Coffee juga dengan Sumatra Blue Lintong
- Coffee by Post menamakannja Java Lintong somehow
- PT’s Coffee menjualnya dengan nama Lintong Triple Pack
- Transcend Coffee malah menyebutnya dengan Batak’s Gold
- Greenberry’s Coffee mengemasnya dengan cantik dalam berbagai variasi disini
- Bob & Jim di Coffee Cuppers mereview Sumatra - Aged Lintong Coffee secara detil (plus score) disini
- Counter Culture Coffee mereview (plus photo) disini (eh.. itu foto simin marga apa ya ?)
- Coffee Review menyandingkan review Kopi Lintong dan Kopi Mandailing disini
- 5senses menjual Kopi Lintong dari kiloan hingga kulakan disini
- Bahkan The Coffee Pod membuat pod khusus bernama Sumatra Lintong Crema Coffee Pod
- Sianturi, petani kopi lintong dan sekilas kehidupannya dalam foto disini
- dan tentunya Tapanuli Coffee
So, kapan kita orbitkan sendiri ? Any Idea ?
Penulis : Charly Silaban
Thx to : Sarah Silaban for the Info.
Ada 9 tanggapan untuk artikel “Siapa Bilang Kopi Sigarar Utang Ngga PATEN ?”
Silahkan memberikan tanggapan !
Artikel sebelumnya :
» » Melihat Dunia Lain dengan Menyelam
Artikel selanjutnya :
» » Pembunuh Sadis di Mandiangin Diburu


Pada tanggal 18 Agustus 2007 jam 12:54 pm
Pada tanggal 22 Agustus 2007 jam 2:40 pm
Pada tanggal 22 Agustus 2007 jam 6:38 pm
Pada tanggal 26 Agustus 2007 jam 11:29 am
Pada tanggal 28 Oktober 2007 jam 1:47 pm
Pada tanggal 21 November 2007 jam 4:18 pm
Pada tanggal 4 Januari 2008 jam 10:49 am
Pada tanggal 4 Januari 2008 jam 1:53 pm
Pada tanggal 9 Januari 2008 jam 5:47 pm