Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
2
Agt '07

Siapa Bilang Kopi Sigarar Utang Ngga PATEN ?



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Kopi sigarar utang tetaplah kopi sigarar utang..! Komoditas lokal yang lebih banyak ditanam hanya untuk imbalan sekian rupiah. Komoditas yang oleh kemurahan hati Yang Esa bahkan bisa ditanam disamping rumah kita. Komoditas yang pernah menyebabkan euforia menanam kopi besar-besaran pasca krismon sekian tahun lalu. Komoditas yang dalam rasa katanya pas-pasan jauh lebih baik kopi sidikkalang maupun kok-tong made in Siantar. Komoditas kelas kampung.. khas bonapasogit !

Namun apakah cap yang melekat pada kopi ini masih seperti itu ?

Teringat akan seorang teman SD, yang 4 tahun silam pernah aku kasih usulan untuk memberdayakan kopi sigarar utang sedemikian rupa agar, katakanlah, naik kelas ! Bukan karena iseng atau gimana, tapi karena ia memilih meninggalkan kuliahnya di Medan demi mengolah kopi membantu ibunda tercinta di Dolok Sanggul. Kalau sebatas menanam, berbuah, lalu dijual di pasar, untuk apa ? Hanya sekedar demi rupiah lagi ? Untuk manggarar utang (melunasi hutang) ?

Sesuatu harus berubah lebih baik..
Begitu aku memotivasinya kala itu diiringi berbagai ide pengembangan kopi, mulai dari pengolahan, packaging, distribution, hingga e-marketing via internet.
Sedihnya…, sampai sekarang aku tak pernah tau ia melakukannya atau tidak..

Starbuck!
Siapa yang tidak kenal Starbuck di masa sekarang ini ! Sebuah merk, sebuah perusahaan revolusioner dan pemimpin di bidang ritel kopi dan roaster. Jumlah gerainya ? Jangan tanya.. Mulai dari afrika ke rusia, cina hingga ke arab saudi pasti kita menemukan gerai-gerai kopi Starbuck, bahkan di jakarta, surabaya, medan dan kota2 besar di bumi pertiwi. Di kehidupan modern dan urban, ngga gaul rasanya kalo belum pernah menyeruput kopi di gerai-gerai starbuck walau harganya selangit !
Yah.. starbuck sudah menjadi simbol gengsi masa kini..!

Kata orang, kita bisa merasakan seluruh dunia melalui kopinya. Tentu saja, karena kopi-kopi yang dijual di starbuck adalah kopi2 pilihan bercita rasa tinggi dari seluruh penjuru bumi.

Bagaimana kopi dari kampung kita ? Apakah masuk daftar ?
Puji Tuhan, Alhamdulillah, Budha memberkati….! Masuk saudara-saudara !!
Kopi mana yang masuk ? Pasti Kopi Sidikkalang kan ?
Bukan.. bukan.. ya Kopi Sigarar Utang tadi !!
Bah.. maccam mana pulak itu bisa terjadi ?

Kopi Sigarar Utang (Siborong-borong / Lintong Coffee)
Starbuck Coffee, setiap triwulan mengeluarkan satu edisi kopi pilihan yang diperkenalkan sebagai produk utama ke seluruh dunia. Mereka menamakannya produknya “Starbuck Black Apron Exclusive” yang tentunya dikemas dengan eksklusif dengan cita rasa yang tak perlu dipertanyakan lagi.

Mei-Juli 2007, Starbuck memperkenalkan kopi lintong sebagai Black Apron Exclusive.

The Flavour - How its unique ?

On the island of Sumatra, coffee is grown mostly in rural backyard gardens. Then Nearly all the coffee is blended together prior to export. Our new offering is an exception, coming from a single community, Siborong-borong. The flavor profile is full-bodied with soft acidity, intense flavor, herbal complexity and fresh basil notes. With each sip and every cup, you’ll discover something new in this Black Apron Exclusive Sumatra Siborong-borong.

In Siborong-borong, a town in the heart of Sumatra’s Lake Toba coffee-growing region, looms adorn the porches of almost every home. Batak women use them to weave beautiful garments called, as they have for centuries. These fine cloths are believed to keep the soul or tondi warm. Like the, the batak farmer’s coffee also reflects a craftmanship and artistry passed down through generations.

Though the coffee is grown by many different farmers in their backyard gardens, each person is working to deliver the highest quality bean possible. When you taste this coffe, it’s not hard to imagine the farmer’s dedication to their craft. Tending the soil. Selecting plump red cherries. Washing them by hand and choosing the best of their harvest to deliver to a centrallu located mill. The coffee absorbs the sun’s heat and acquires a flavor uniqie to Siborong-borong.

If you enjoy Sumatra coffee, you’ll love this one. Siborong-borong has the smooth, creamy body you would expect from Sumatra as well as a surprising soft acidity and herbal complexity with notes reminiscent of fresh cut basil. Sharing the taste of a distinct place, Sumatra Siborong-borong Coffee i the Batak people’s gift to us. May its flavor warm your soul.

Tasting Suggestion

Try pairing with different foods to accent its different flavors. Flavors such as fresh basil, cilantro and oregano highlight the coffee complex taste and herbal notes.

Much of what we taste is determined by what we sell. Put your nose close to the cup and inhale deeply. Describe the sensation in your own words. What food or other experience does it bring to mind ?

This technique spreads the coffee across the palate and enable subtle flavors and aromatics to reach your nose. As you taste it,think about where you are experiencing the flavors on your tongue. You may sense flavors on the tip, back or sides oh the tounge, and the coffee may feel light or dense and heavy in weight

Lihat…!!!
Kopi sigarar utang on the move !! Mendunia dan berkelas !
Untuk melihat review lengkap tentang Kopi Siborong-borong di situs Starbuck silahkan klik disini.
Updated : Berhubung episode Kopi ini sudah berlalu (Mei-Juli) reviewnya sudah dipindahkan, setelah mengklik link tersebut, klik menu “The Coffee” lalu klik sub-menu paling bawah “Previous Offerings”. Selanjutnya akan terlihat foto-foto kecil (thumbnail) berderet di bagian bawah yang terdiri dari 3 halaman. Klik tombol panah ke kanan untuk mengakses halaman 3, and yes… thumbnail yang paling ujung, yang ada gambar rumah bataknya, klik aja…!! Voila.. itu dia ! silahkan baca reviewnya :)

Untuk yang mau menikmati kopi ini, silahkan singgah di gerai-gerai Starbuck atau bisa pesan online disini
But, we didn’t promote Starbuck it self.. We promote Kopi Sigarar Utang at all ! :)

Tapi tunggu dulu…, Apakah yang mengorbitkan kopi Sigarar Utang ini hanya Starbuck ?
Ohh.. tentu tidak !
Survey membuktikan masih ada :

So, kapan kita orbitkan sendiri ? Any Idea ?

Penulis : Charly Silaban
Thx to : Sarah Silaban for the Info.


Ada 9 tanggapan untuk artikel “Siapa Bilang Kopi Sigarar Utang Ngga PATEN ?”

  1. Tanggapan Maridup Hutauruk:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Horas lae Silaban. Kopi Lintong ini di hitaan rp 11.000 per kg tapi website yang lae paparkan ini bisa juga US$11.00 per lb. Lae Silaban buat aja packing nya spy bisa kita jual harga bersaing and banyak untung. Hayooo… siapa par bona pasogit yang mau kaya, ya.. tanam aja kopi. Horas…

  2. Tanggapan togar silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Kalau di hitaan harga kopi cuma 11.000 perak per kilo, sementara kalau kita minum kopi di starbuck paling murah 15.000 rupiah percangkir (katakanlah 2 sendok bubuk kopi).
    Jadi halak hita kerja keras di huta nanam kopi, starbuck yang dapat untung gede ya…

    Makanya bagaimana packagingnya di huta biar bisa langsung ke starbuck dengan harga yang lebih tinggi. “Parkopi” di huta perlu di kasi tau gimana meningkatkan kualitas panen dan paska panen.
    Ini kerja besar….. (kayaknya gampang, tapi saya kira sulit bukan kepalang, tapi ya layak dicoba ….)

  3. Tanggapan Koen:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Hai :) . Punyakah gambar kopi atau lingkungan sekitar tempat tumbuhnya Kopi Lintong / Siborong-Borong? Kalau ada, mohon dibagikan, agar bisa saya buat artikel lanjutan di http://mylifestyleblogs.com/coffee/

    Salaam :)

  4. Tanggapan Andareas Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Kopi…. Jadi ingat orang tua di kampung…
    Lebaran tahun lalu pulang kampung selama 2 minggu. Ketemu orang tua, pas lagi panen kopi. Diotak saya wah mantep, bisa minta traktir di bakmi sakura di siborong-borong..
    Tapi ternyata hampir 50% dari penjualan kopi itu habis utk ongkos membayar tukang petik kopi(uang jasa, uang makan, uan g, dan goreng2an). Nggak jadi deh minta traktir.
    Terus 3 hari nginep di tempat lae aku, dia dateng dari jakarta khusus utk nengokin kebun kopi bapaknya, karena bapaknya sudah meninggal. Aku ngitung2 itung, kok kayaknya kalau dari sisi bisnis berat ya.
    Yg aku lihat memang harga jual kopi dari petani ke pengumpul itu sangat murah.
    Kalau tidak salah rantai adalah :
    Petani — Pengumpul di pasar —- Juragan Kopi (Tingkat Kabupaten) —- dst.
    Jadi akhirnya harga kopi naek berkali-kali lipat, tapi petaninya tetep kere. Aku kepikiran masa sih dinas pertanian, atau dinas perdagangan atau apapun suku dinas di PEMDA tidak ada yg memikirkan solusinya spy petani dapat menjual kopi dengan harga murah.
    Apakah memungkinkan utk membuat 1 tempat penampungan kopi dengan skala besar yg dimodalin oleh Pemda yang bekerja sama dengan pihak Swasta untuk menampung kopi petani, jadi tidak perlu banyak tangan dalam proses penjualan. Karena menurut pendapat aku memang permasalahnnya ada di panjangnya rantai penjualan.

  5. Tanggapan 3vo:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    ohhhh wah ternyata kopi itu mempunyai prospek yang sangat tinggi ya…hmm btw guys ada yang tau kopi luwak , apakah ada badan yang mengeluarkan sertifikasi nya ya ??

    Thx, B4

    HORAS JALA GABE

  6. Tanggapan Monang Naipospos:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Kopi Lintong sudah merupakan trademark kopi dari Sumatera Utara. Lika-liku perdagangan komoditi pertanian memang aneh, persis seperti kemenyan yang harus franko pelabuhan Semarang yang mengisi pasar eropah padahala kemenyan hanya diproduksi dari tanah batak.
    Matarantai yang terlalu panjang ke petani hingga harga yang diterima sangat rendah. Persaingan eksport dan klaim merek sudah terjadi. Pernah saya kerjasama dengan pedagang kopi sekitar tahun 1997 dan sedikit tau jaringan. Untuk kopi yang berasal dari tapanuli pergudangannya ada di Sekitar Pasar Merah Medan. Untuk kopi yang dari arah Aceh gudangnya ada disekitar Jalan Binjai. Semua kopi franco Belawan ditempel logo LintongCoffee. Kopi Aceh bisa saja diklaim LintongCoffee. Mungkin saja kopi sidikalang itu yang jenis Arabica. habinsaran dulunya terkenal dengan kopi Robusta, dan saat ini sudah banyak dikembangkan kopi Arabica yang lajim disebit sigarar utang karena sudah bisa dipanen pada tahun ke 2 setelah tanam.
    Saat ini di Silangit Siborongborong sudah ada investasi asing untuk pengolahan kopi biji untuk ekspor, tapi tidak tahu jelas apa dengan itu harga kopi di tingkat petani semakin baik.

  7. Tanggapan Tang Kok Wai:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    Bolehkah saya beli ini kopi arabica lintong. saya email superrubrollers@yahoo.com.Terima kasih.

  8. Tanggapan Charly Silaban:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    This coffee out of stock at starbuck ! :(
    But the people review somehow make me want to slurppp more and more.. :)

  9. Tanggapan edy panggabean:

    Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

    kopi…. separuh dari umurku sudah merasakan nikmatnya menyeruput kopi. thanks buat media ini, karena memuat sumber-sumber. walaupun ada beberapa data yg sudah tdk up to date. for instance; data kabupaten,data eksport import,tata niaga dll. Aku sudah mengamati hampir 15 tahun tata niaga kopi. yang ingin saya sampaikan adalah :
    1. Pulanglah..tanam dan ciptakan kebun kopi.
    2. Percayalah harga tidak akan pernah turun lagi (arabika)
    3. Ketahuilah kopi dari “huta ta” paling enak seduania (asal pemeliharaan baik, pola memanen, pengolahan (hati hati dgn penjemuran),jangan membohongi konsumen jika anda mau membuka usaha inustri kopi(bean/powder)
    4. Tanamlah arabika (lihat peta yg berwarna coklat)maksudnya tanamlah pada ketinggian diatas 1.000 dpl
    5. Kalau punya modal kecil jadilah “semut-semut” istilah oleh pedagang besar
    6. Beritakanlah utnuk 10 tahun mendatang akan lebih besar permintaan dari pada ketersedian (source > sink)
    7. sampaikanlah jika mengalami kesulitan dalam hal menjual
    8. Teruslah berusaha…
    salam kenal, horas

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Melihat Dunia Lain dengan Menyelam

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pembunuh Sadis di Mandiangin Diburu